Home / Apotik Hidup / Manfaat Bambu Kuning Sebagai Obat

Manfaat Bambu Kuning Sebagai Obat

tenggara, bambu jenis ini banyak dibudidayakan, sering dijumpai di desa-desa, di pinggir-pinggir sungai dan sebagai tanaman ornamnetal di perkotaan.

Bambu kuning dapat diperbanyak dengan cara rhizoma, stek rumpun atau cabang, cangkok dan kultur jaringan. Namun adapula cara termudah dan sering dilakukan adalah stek rumpun atau cabang. Umumnya, rumpun yang akan di stek adalah rumpun yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua.

Terdapat dugaan pucuk muda mengandung mineral kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, serat yang tidak larut, lemak, dan protein. Oleh nenek moyang kita, rebung bambu kuning biasa digunakan sebagai obat penyakit kuning / jaundice (Hepatitis A). Penggunaannya secara tradisional diwariskan turun temurun. Seperti diketahui penyakit kuning berhubungan dengan ketidakberesan fungsi hati, sehingga sering disebut sebagai “penyakit lever” atau “penyakit liver”.

Rebung bambu kuning mengandung para hidroksi bemsaldehid, yaitu suatu fenol yang mirip dengan sebagian gugusan silimarin dan kurkumin. Kedua gugusan ini berkhasiat sebagai anti racun hati. Senyawa silimarin telah lama dipasarkan sebagai obat liver atau obat lever atau sakit hati dengan merek dagang Legalon.

Menurut sebuah penelitian di Jerman, sari rebung bambu bisa memperbaiki kerusakan sel hati binatang percobaan, yang sebelumnya sengaja dirusak dengan racun hati. Pemakaian rebung secara tradisional, dilakukan seperti minum jamu ‘godokan’ (jamu rebus). Resep yang biasa digunakan, satu bagian (bisa satu gelas) irisan rebung bambu kuning yang sudah dikeringkan dicampur dengan 10 bagian air. Campuran direbus sampai mendidih. Seperempat jam setelah mendidih, pemanas dimatikan. Dalam keadaan masih panas, rebusan disaring dan didinginkan. Setelah dingin bisa lagsung diminum. Setiap minum, takarannya adalah sepertiga gelas; bisa diminum hingga tiga kali sehari. Karena rasanya agak asam, bisa ditambahkan gula. Kalau air rebusan sudah habis, ampas rebung bisa digunakan lagi (direbus lagi) sampai tiga kali. (Wahyono, Fakultas Biologi Farmasi UGM – TRUBUS)

Rebung bambu kuning dapat dimakan serta dapat digunakan sebagai obat liver atau hepatitis, Sedangkan daun Bambusa vulgaris ini biasanya digunakan sebagai obat penurun panas. Getahnya untuk mengobati demam dan hematuria. Tunas pohon bambu kuning untuk mengobati kencing batu.

Check Also

Agar Tidak Salah Kaprah Dalam Memberi Pengobatan , Kenali Perbedaan Antara Sakit Kepala, Migrain dan Pusing

Agar Tidak Salah Kaprah Dalam Memberi Pengobatan , Kenali Perbedaan Antara Sakit Kepala, Migrain dan Pusing

Biasanya kalo kepala lagi pusing apa obat nya hayoo , kalo si A ngejawab “aspirin ...

...