Home / Artikel Kesehatan / Tanggap Diabetes Gestational, Gula Darah Naik Saat Hamil

Tanggap Diabetes Gestational, Gula Darah Naik Saat Hamil

Bagaimana jika seorang ibu hamil mengidap diabetes? Diabetes bisa pula dirasakan oleh ibu hamil. Diabetes melitus sendiri merupakan penyakit yang disebabkan karena resistensi insulin atau defisiensi insulin. Adapun diabetes tipe 1 ditandai dengan adanya defisiensi hormon insulin akibat kekurangan sel-sel beta pada organ pankreas. Sementara pada diabetes tipe 2 ditandai dengan tubuh yang menjadi resisten terhadap insulin. “Waspadai Gejala Diabetes pada Ibu Hamil”

Diabetes pada ibu hamil dikenal dengan diabetes gestational, yaitu kondisi gula darah naik yang bisa mempengaruhi kehamilan serta kesehatan bayi yang dikandung.Karena itu sebaiknya untuk ibu yang berencana hamil pada usia di atas 30 tahun atau memiliki riwayat diabetes, sebaiknya mengenali gejala-gejala diabetes berikut ini, yaitu:  banyak makan, banyak minum, sering buang air, berat badan turun drastis, penglihatan kabur, mudah lelah dan sering mengantuk. Bila selama hamil gejala tersebut sudah dirasakan, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter untuk bisa mengecek dan mengontrol kadar gula darah selam hamil.

Gejala Diabetes Ibu Hamil

Umumnya sebelum tersedianya insulin, cukup mustahil bagi wanita diabetes bisa hamil. Bila terjadi kehamilan bisa jadi berisiko pada kematian ibu itu sendiri. Persentasenya pun cukup tinggi yaitu 25-30% dan persetase kematian bayi sekitar 50%. Adapun berikut diberikan beberapa gejala diabetes pada ibu hamil:

– Janin Mengeluarkan Gula dan Asam Amino

Selama masa kehamilan, didapati janin mengeluarkan gula dan asam amino terus-menerus. Hormon plasenta, HPL, progesteron, estrogen, dan kortisol yang meningkat juga berpengaruh pada insulin dalam darah. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pengendalian gula darah. “Waspadai Gejala Diabetes pada Ibu Hamil”

– Kadar Gula Meningkat Setelah Makan

Ibu hamil tentu membutuhkan asupan makanan lebih banyak dibanding biasanya. Padahal pada kasus diabetes kehamilan akan terjadi peningkatan gula setelah makan. Akibatnya kadar insulin akan ikut tinggi tetapi tidak mencukupi untuk merespon kenaikan kadar gula dalam darah. “Waspadai Gejala Diabetes pada Ibu Hamil”

– Kenaikan Kebutuhan Insulin

Gejala diabetes selanjutnya yaitu terjadi kenaikan kebutuhan insulin. Pada awal kehamilan janin yang dikandung akan berkembang dengan memanfaatkan glukosa dan asam amino dari ibu. Sementara setelah memasuki trisemester kedua, hormon-hormon plasenta akan meningkatkan kebutuhan insulin pada ibu hamil. “Waspadai Gejala Diabetes pada Ibu Hamil”

Lalu apa yang harus dilakukan ?

Staf Divisi Metabolik Endrokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Dyah Purnamasari, SpPD mengatakan,  sangat rentan memberikan obat minum pada wanita hamil yang memiliki diabetes.

“Obat akan diberhentikan dan kami akan melakukan edukasi pada ibu hamil. Biasanya jika ibu mengalami obesitas sebelum hamil, kami akan menyarankan diet dahulu. Jika diet tidak berhasil, maka akan disarankan untuk melakukan terapi insulin,” kata Dyah.

Menurut Dyah, terapi insulin ini paling aman bagi ibu yang tidak bisa mengendalikan berat tubuhnya. “Efek sampingnya hanya satu, gula darahnya bisa drop,” ujarnya.

“Ibu tersebut juga akan dites darah untuk mengetahui kadar gulanya. Ibu akan diminta puasa 8 jam kemudian minum 75 gr gula yang dilarutkan air. Dan 2 jam setelah minum, akan diketahui berapa kadar gulanya. Lebih dari 200 mg/dl dianggap diabetes,” jelas Dyah. (liputan6.com)

Efek negatif yang mungkin terjadi pada DMG adalah tekanan darah meningkat selama hamil dan ibu hamil jadi mudah mengalami infeksi (misal, infeksi saluran kemih). DMG juga bisa menyebabkan bayi lahir besar (berat badan bayi melebihi 4 kg / makrosomia), sehingga sulit dilahirkan secara normal. Faktor risiko lainnya obesitas atau kegemukan.

Agar kondisi komplikasi atau kegawatan dari DMG bisa dihindari, ibu hamil bisa mencoba beberapa tips dibawah ini :

1. Yang terpenting jaga kadar gula darah tetap normal. Lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan. Umumnya dokter akan memantau besarnya janin dan ada tidaknya kelainan yang lain pada si calon bayi terkait dengan DMG yang diderita ibu hamil ini.

2. Lakukan diet dengan bantuan ahli gizi dan olah raga (misal, senam hamil). Jika tidak berhasil dengan diet dan olah raga, dokter akan melakukan program terapi dengan penyuntikan insulin.

3. Pemberian suntikan insulin tidak perlu ditakutkan karena caranya sederhana dan tidak menyakitkan, juga bisa dilakukan sendiri atau oleh orang lain.

4. Penderita DMG sebaiknya punya alat pengukur kadar gula darah dan rutin mengukur kadar gulanya sesuai petunjuk dokter.

5. Bagi ibu yang sebelum hamil sudah mengalami diabetes, perlu upaya lebih giat lagi dalam hal mengontrol kadar gula darah. Penting diingat, penggunaan obat penurun kadar gula darah bentuk pil tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi selama proses kehamilan, harus diganti dengan suntikan insulin.

6. Untuk para suami, bantulah istri tercinta untuk mengontrol gula darahnya. Dorong untuk melakukan diet sehat dan olah raga dan jadilah pengingat bagi istri untuk tidak lupa melakukan suntik insulin secara teratur.

7. Mengingat pentingnya peranan suami dalam penanganan DMG pada ibu hamil, suami diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai DMG sehingga ibu hamil dapat terhindar dari komplikasi DMG dan dapat melahirkan bayi yang sehat.

Check Also

Lengkuas Obat Alami Mujarab Atasi Kurap

Kurap atau disebut juga ringworm adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit, ...

...