Home / Tehnik Pengobatan / Tehnik Pengobatan Hijamah atau Bekam

Tehnik Pengobatan Hijamah atau Bekam

Bekam atau alhijamah adalah tehnik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor atau racun yang berbahaya dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan alhijamah berasal dari bahasa arab yang berarti pelepasan darah kotor. Istilah bekam berasal dari bahasa melayu. Di Indonesia pengobatan alternatif ini dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk. Sekilas bekam memang menyeramkan karena kelihatan terjadi pendarahan di bawah kulit. Padahal sebenarnya tidak seseram itu. Dalam terapi bekam, darah yang di ambil adalah darah di dermis (kulit jangat) dan bukan dari pada pembuluh darah.

Ada 2 jenis bekam yang dipergunakan:

1. Bekam Basah (Damawiyah)

Jenis bekam basah adalah bekam yang dilakukan oleh Nabi, maka dari itu disebut sunnah Nabi.
Disini permukaan kulit disedot terlebih dahulu, lalu dilukai atau disayat dengan menggunakan lancet (jarum yang tajam) atau pisau bedah kemudian disekitarnya disedot kembali untuk mengeluarkan darah yang berisi sisa-sisa toksid dari dalam tubuh. Setiap sedotan dibiarkan selama 2-3 menit kemudian dibuang kotorannya dengan cara ditempatkan pada cawan atau tempat sampah khusus. Maksimal sedotan tidak lebih dari 7 kali. Darah yang mengandung toksid berwarna hitam pekat seperti jeli atau berbuih. Jarak waktu pengulangan bekam di tempat yang sama adalah 2-3 minggu. Bekas luka insya Allah akan hilang dalam 2-3 hari jika diurut dengan minyak habbatssauda atau minyak zaitun atau minyak but-but dan bekasnya tidak terkena air selama 3-4 jam setelah berbekam.

2. Bekam Kering (Jaafah )

Bekam jenis ini adalah pengembangan dari bekam basah. Bekam kering bermanfaat untuk membuang angin  serta melegakan sakit secara emergensi tanpe melukai kulit. Dapat melemaskan otot-otot yang kaku. Disini pengkopan hanya dilakukan satu kali selama 15-20 menit. Setelah selesai baru dioleskan lagi minyak untuk mempercepat menghilangkan lebam bekas bekam kering tersebut.

Bekam biasanya diawali dengan pemijatan atau diurut ringan pada bagian tubuh atau titik yang dipilih. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan ketegangan, sehingga aliran darah lancar. Teknik lainnya yaitu dengan cara kop luncur yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah, sehingga proses pembekaman berhasil dengan baik yaitu mengeluarkan endapan-endapan darah, sisa-sisa metabolisme dan toksin.

PROSES PENGKOPAN

Proses selanjutnya setelah pemijatan adalah melakukan pengkopan, yaitu suatu teknik penghisapan kulit dan jaringan otot dibawahnya dengan pompa hisap atau menggunakan alat lainnya yang fungsinya sama. Pada saat pengkopan ini, kulit dan jaringan otot dibuat hampa udara (hipoksia). Keadaan hipoksia ini menyebabkan aktifnya impuls biolistrik pada titik-titik bekam (motor point), agar saraf-saraf pada permukaan kulit menghantarkan rangsangan ke cornu posterior medulla spinalis melalui saraf A delta dan C serta traktus spinothalamicus ke arah thalamus. Thalamus kemudian meneruskan rangsangannya ke ginjal, sehingga ginjal mengeluarkan hormone eritropoetin (EPO), dan ginjal meneruskan rangsangannya ke sumsum tulang untuk segera memproduksi sel-sel yang baru.

Efek lainnya yang timbul dari proses pengkopan adalah pengumpulan darah di bawah kulit, disertai dengan melebarnya pembuluh darah dan pori-pori kulit. Yang diharapkan dari proses ini adalah seluruh endapan-endapan darah, sisa-sisa metabolisme (kolesterol, asam urat, ureum, kreatinin, vitamin-vitamin yang tidak berguna) dan toksin-toksin (karbon, pewarna, pemanis, pengawet, polusi, nikotin dan oksidan-oksidan lain) dapat keluar dan terangkat dengan mudah.

Perangsangan pada saat di kop membuat volume aliran darah meningkat dan mempercepat sirkulasi darah, sehingga suplai darah ke kulit menjadi lebih baik. Efek yang ditimbulkan dari proses kop antara lain :

* Terjadinya peningkatan kerja jantung
* Terjadinya peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah
* Peningkatan suhu disekitar kulit
* Timbulnya rasa gatal akibat dilepaskannya histamin.
* Terjadinya anastesi local pada bendungan
Lepasnya histamine juga menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penyempitan bronkus.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berbekam

Pengobatan apapun tidak boleh dilakukan secara sembarangan, termasuk bekam. Bekam harus dilakukan oleh orang yang ahli. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam bekam :

1. Hati – hatilah membekam penderita HIV dan hepatitis B. sebaiknya penderita ini memiliki alat sendiri
2. Sebaiknya jangan berbekam setelah beraktifitas berat.
3. Penggunaan jarum harus sekali pakai (untuk satu pasien saja).Ini untuk menghindari tertularnya penyakit dari pasien lain.
4. Berbekam sebaiknya tidak boleh lebih dari 7 titik bekam.
5. Usahakan hindari terkena air pada daerah yang telah di bekam selama 3 jam setelah berbekam, kalau bisa sampai 6 jam, karena jika yang luka terus terkena air terasa perih dan dibadan jadi kurang enak rasanya.
6. Disarankan mandi air hangat setelah berbekam.
7. Berbekam hendaknya dilakukan sesama jenis kelamin.
8. Pengulangan bekam paling cepat 2 minggu, tapi sebaiknya 1 bulan sekali, untuk maintenance
9. Cukupkan istirahat sebelum dan sesudah berbekam (± 30 menit).

 

Check Also

Air Jamur (Kam’ah ) Untuk Pengobatan Penyakit Mata

Salah satu obat  mata yang dianjurkan nabi SAW adalah dengan air jamur . Kaum muslim ...

...