Home / Artikel Kesehatan / Ibu Ingin Menyusui Bayinya Kembali, Ini Caranya!

Ibu Ingin Menyusui Bayinya Kembali, Ini Caranya!

Ada kalanya, seorang ibu yang sedang dalam masa laktasi, menghentikan pemberian ASI kepada bayinya selama rentang waktu tertentu karena berbagai alasan. Misalnya saja, karena ibu yang bersangkutan menderita sakit yang membutuhkan tindakan operasi, atau harus tugas ke luar kota. Namun, setelah beberapa waktu, baik itu hanya berselang seminggu atau bahkan beberapa bulan kemudian, timbul keinginan dalam diri si ibu untuk dapat menyusui kembali bayinya. Keinginan tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan upaya atau proses yang dikenal dengan istilah relaktasi.

Bagi beberapa bayi proses relaktasi bisa mudah dan lancar-lancar saja, namun beberapa bayi juga ada yang mengalami kesulitan kembali menyusu pada ibunya. Sulitnya bayi kembali menyusu pada ibunya juga dipengaruhi berapa lama bayi tidak mendapat ASI dari payudara ibu. Semakin lama bayi tidak menyusu pada ibu, maka proses relaktasi juga relatif lebih sulit.

Berikut tips-tips yang dapat ibu lakukan untuk relaktasi atau menyusui bayi ibu kembali.

1. Memantapkan niat

” Ini bayi, anakku, yang terbaik adalah dia makan dan kenyang dari ASI ku, dalam dekapan ku, dalam buaianku!”

Ibu sebaiknya memantapkan niat untuk menyusui kembali bayinya. Hal ini sangat penting dan berperan besar dalam menentukan keberhasilan upaya yang akan Anda lakukan untuk menyusui kembali bayi Anda. Anda juga harus percaya diri agar keinginan menyusui kembali tidak mudah goyah. Camkan dalam piliran Anda ” Ini bayi, anakku, yang terbaik adalah dia makan dan kenyang dari ASI ku, dalam dekapan ku, dalam buaianku!”

2. Dukungan Suami, keluarga dan orang terdekat

Dalam proses relaktasi kadang Anda akan mendapat penolakan dari bayi, bayi akan sering menangis dan rewel disebabkan frustasi karena ASI ibu belum terlalu banyak yang keluar. Untuk menghadapi masa-masa stres ini Anda butuh dukungan dari suami dan keluarga srta orang-orang terdekat Anda.

3. Kesiapan fisik ibu

Konsumsilah banyak sayuran, makan dan minum yang bergizi terutama pasokan protein. Konsumsi makanan atau minuman yang dapat menaikkan jumlah ASI Anda, seperti daun katuk, jintan hitam dan lainnya, juga banyak minum agar ASI berlimpah.

4. Kontak fisik dengan bayi

Sering-sering lakukan kontak fisik pada bayi terutama di malam hari, menggendong,mendekap, dan memeluk bayi. Sentuhkan payudara Anda pada kulit wajah bayi agar dia beradaptasi dan terbiasa. Ini juga bermanfaat menaikkan hormon prolaktin yang menghasilkan ASI.

5. Kembali Menyusui

– Usahakan untuk menyusui Si Kecil setiap dua jam sekali. Tingkatkan durasi menyusui secara bertahap dimulai dari 15 menit hingga 30 menit.

– Biarkan bayi Anda menyusu kapan pun, setiap kali ia terlihat berminat.

– Anda harus membiarkan bayi Anda mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu, jika dimungkinkan. Atau secara bertahap dapat ditingkatkan durasi menghisapnya tersebut, dimulai dari sekurangnya 15 menit pada saat menyusu.

– Gunakan suplementer menyusui sebagaimana yang telah ditunjukan oleh Konsultan Laktasi Anda. Sebagai permulaan, Anda harus memberikan seporsi penuh susu (formula atau Asper) sesuai dengan berat badan bayi Anda, atau dalam jumlah yang sama seperti yang dikonsumsi sebelumnya.

– Pastikan bahwa ketika menyusui, posisi badan Anda, posisi badan dan posisi pelekatan bayi Anda sudah benar, nyaman dan tepat.

– Segera setelah ASI Anda mulai keluar sedikit, porsi susu (formula atau ASIP) tersebut dapat dikurangi sebanyak 30-60ml dalam sehari, sampai habis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi mudah atau sulitnya relaktasi

– Lamanya Anda berhenti menyusui dapat dijadikan tolak ukur kasar mengenai jangka waktu relatasi. Misalnya, jika Anda baru berhenti menyusui 2 hari, maka Anda akan membutuhkan 2 hari untuk menghasilkan kembali pasokan ASI Anda. Namun, jika Anda telah berhenti menyusui selama 1 bulan, mungkin akan dibutuhkan 1 bulan pula untuk menghasilkan ASI kembali.

– Relaktasi lebih mudah jika bayi sangat muda (kurang dari 3 bulan), daripada jika bayi berumur lebih dari 6 bulan. Namun, relaktasi dimungkinkan pada usia berapa saja.

– Relaktasi lebih mudah jika bayi baru saja berhenti menyusu dibandingkan dengan bayi yang sudah lebih lama berhenti menyusu. Namun, relaktasi dimungkinkan kapan saja.

Tak ada yang lebih membahagiakan Ibu yang berusaha menyusui kembali bayinya kecuali, bayinya kembali ke dekapan ibu, minum dan kenyang dari payudara ibunya.

Check Also

5 Kebiasaan Sehari-Hari Yang Dapat Merusak LIVER

Hati adalah salah satu organ vital tubuh dan sangat penting bagi kehidupan. Terletak di sebelah ...

...