Home / Artikel Kesehatan / Jangan Ikuti Anggapan Salah Seputar ASI Agar Sukses Menyusui

Jangan Ikuti Anggapan Salah Seputar ASI Agar Sukses Menyusui

Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan tanpa tanding ciptaan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Fungsinya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam ASI berada pada tingkat terbaik. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan system saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan teknologi canggih sekalipun tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini. Karena itu amat dianjurkan setiap ibu hanya memberkan ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan. Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi tidak membutuhkan makanan atau minuman selain ASI. Artinya bayi hanya memperoleh susu ibu saja tanpa tambahan cairan lain, baik susu formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air putih sekalipun. Bayi juga tidak diberi makanan padat lain seperti pisang, bubur susu, papaya, biscuit, bubur nasi, tim, atau yang lain. Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari seranngan penyakit system pernafasan dan percernaan. Hal ini disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Dan kandungan nutrisinya yang sempurna meningkatkan daya tahan tubuhnya dan kecerddasannya ke level optimal. Bayi menjadi tumbuh sehat, tidak kegemukan, dan tidak terlalu kurus.

Namun anggapan miring tentang ASI sepertinya masih banyak beredar di masyarakat, terutama orang-orang tua. Karena jaman dahulu pengetahuan tentang ASI sangatlah minim. Mirisnya, mereka yang memiliki pendapat miring tentang ASI kini menjadi orangtua dan mertua dari ibu yang sedang menyusui, dan umumnya mereka cukup mengintervensi proses menyusui para ibu. Dampaknya, kadang ibu menyusui mau tak mau menuruti pendapat salah kaprah dari orangtua atau mertua.

Berikut mitos dan pendapat keliru seputar ASI yang banyak dipahami masyarakat.

1. ASI yang keluar pertama harus dibuang dulu?

Fakta: Tidak perlu. ASI pertama yang keluar adalah kolostrum yang mengandung banyak zat antibodi untuk kekebalan tubuh. Anggapan ASI yang keluar pertama adalah basi juga tidak benar karena ASI selalu terlindungi dalam payudara ibu. Dengan tujuan membunuh kuman, tiap tetes ASI yang keluar sebelum menyusui boleh saja dioleskan di seputar puting susu ibu.

2. Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula.

Fakta : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.

3. Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi.

Fakta : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan.

4. Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar.

Fakta : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.

5. Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang.

Fakta : Bayi menangis belum tentu lapar.

6. Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya.

Fakta : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui.

7. Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga.

Fakta : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.

8. ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh.

Fakta : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.

9. ASI bisa anyep/dingin/basi?

Fakta: ASI selalu dalam keadaan terlindungi dalam payudara, sehingga tak mungkin basi atau dingin karena selalu sesuai dengan suhu tubuh, kecuali kalau ASI sudah dikeluarkan. Dalam suhu ruang ASI bisa bertahan sekitar 6 jam, dan 2 minggu hari bila ditaruh di kulkas serta 3 bulan di suhu freezer, asalkan tidak sering dibuka-tutup.

10. Payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman?

Fakta: Biasanya payudara mana yang disusukan pada bayi tergantung pada kenyamanan posisi ibu. ASI yang dikeluarkan, baik dari payudara kanan maupun kiri, sama-sama mengandung foremilk dan hindmilk atau dengan kata lain memiliki komposisi yang sama. Puaskan bayi pada satu payudara selama kira-kira 15 menit. Bila masih belum puas, barulah pindah ke payudara lainnya. Biasanya ASI yang keluar adalah bagian yang encernya dulu (foremilk), kemudian baru hindmilk.

11. Makanan pedas dan bersantan yang dikonsumsi ibu bisa membuat bayi mencret?

Fakta: Tak pernah terjadi bayi mencret hanya gara-gara makanan yang dikonsumsi ibunya. Meski demikian, sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang terlalu merangsang karena ada juga bayi yang menjadi kembung karenanya.

12. Ibu menyusui sebaiknya tidak minum es karena membuat bayinya pilek?

Fakta: Tidak ada hubungannya sama sekali. Suhu ASI dalam payudara tetap hangat 37 derajat Celsius. Apa pun yang dikonsumsi ibu akan diserap darah dan nantinya diproduksi menjadi ASI.

13. Payudara besar identik dengan ASI berlimpah?

Fakta: Tidak benar. Payudara besar menandakan banyaknya lemak yang menunjang. Sedangkan banyak sedikitnya produksi ASI tergantung pada gudang ASI dimana terdapat kelenjar-kelenjar susu yang menghasilkan ASI. Setiap ibu mempunyai kelenjar yang banyaknya kurang lebih sama.

14. Bayi dengan ASI eksklusif akan susah diberi makanan pendamping lainnya?

Fakta: Justru bayi yang mendapat ASI eksklusif nantinya lebih mudah menerima variasi rasa makanan pendamping. Karena bayi sudah terbiasa memperoleh rasa ASI yang variatif.

15. Setelah ibu bekerja produksi ASI akan berkurang?

Fakta: Tidak selalu. Caranya, sebelum dan sesudah bekerja ibu tetap memberikan ASI langsung kepada bayinya. Sementara selama ibu bekerja, ASI tetap dikeluarkan dengan cara diperah tiap 3 jam sekali. Kalau hanya diperah saja tanpa disusukan langsung, produksinya pun akan berkurang karena isapan bayi dapat merangsang kerja otak untuk menghasilkan hormon prolaktin. Bila hanya diperah, rangsang yang ditimbulkannya jelas berbeda.

16. Bila mengenai pipi bayi, ASI akan menyebabkan eksim/dermatitis?

Fakta: ASI relatif aman. Kemungkinan dermatitis pada pipi bayi karena ASI kecil sekali.

17. Bila bayi kuning, ASI harus dihentikan?

Fakta: Bayi kuning awal biasanya terjadi di hari kedua atau kesepuluh dalam kehidupannya. Untuk mencegah agar tak semakin parah, justru sangat dianjurkan pemberian ASI yang lebih banyak. Jadi, jangan batasi frekuensinya dan tak perlu memberi tambahan cairan lainnya seperti air mineral dan sebagainya.

Check Also

Cek Apakah Jarimu Bengkok , Dan Analisa Telapak Tangan (Panduan Praktis )

Tangan merupakan  bagian syaraf yang paling ujung dari tubuh manusia. Apapun itu yang terjadi pada ...

...