Home / Religi / PUASA DETOKS LAHIR DAN BATIN

PUASA DETOKS LAHIR DAN BATIN

Akhir-akhir ini program detoksifikasi tubuh atau yang sering disebut program detoks begitu santer didengung-dengungkan, entah di media sosial maupun media massa lainnya. Beberapa metoda detoks mengklaim memiliki keunggulan dari yang metoda lainnya, bahkan bermunculan berbagaimacam merek dagang suplemen detoks di pasaran. Entah latah atau memang dengan kesadaran akan pemeliharaan kesehatan tubuhnya, banyak orang yang mengikuti program-program detoks yang sedang marak itu, dengan membeli juicer buah dan sayur, mug atau termos air, juga memborong berbagai suplemen detoks yang harganya tidak murah. Ini semua dilakukan demi mencapai kesehatan yang prima.

Ibarat mencuci wadah hingga bersih, namun mengisinya dengan air yang keruh dan kotor. Bukankah untuk mencapai kesehatan yang optimal adalah dengan cara menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani.

Sebenarnya program-program detoksifikasi tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Detoksifikasi sendiri maksudnya proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Dan ini positif, karena membantu tubuh membersihkan diri secara alami. Namun, kebanyakan orang lupa, bukankah manusia adalah makhluk yang terdiri dari jasmani dan rohani. Demi kesehatan jasmani mereka rela mengeluarkan anggaran yang tak sedikit untuk pergi ke pusat-pusat kebugaran dan melakukan program detoks, namun mengabaikan kesehatan rohaninya. Mereka lupa juga, betapa banyak kasus penyakit sebut saja yang paling ringan sakit maag dan yang paling berat stroke pemicunya adalah stress akibat dari rohani yang tak terpelihara. Kita sibuk men-detoks tubuh tapi lupa men-detoks ruh kita. Ibarat mencuci wadah hingga bersih, namun mengisinya dengan air yang keruh dan kotor. Bukankah untuk mencapai kesehatan yang optimal adalah dengan cara menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani. Lalu bagaimana cara melakukan detoksifikasi jasmani dan rohani?

Puasa Dapat Melakukan Keduanya

Puasa sebenarnya tidak hanya perintah dan ajaran dalam Islam. Ibadah ini juga diajarkan dalam Kristen dan Yahudi dan agama-agama lain berabad-abad lalu, meski dalam cara bebeda. Puasa adalah bentuk ibadah untuk menyucikan diri. Puasa sendiri dalam agama Islam telah diperintahkan sebagai bentuk ibadah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Dalam berbagai penelitian tentang puasa telah disepakati bahwa puasa adalah aktifitas yang melibatkan dimensi fisik, jiwa dan spiritual. Dengan berpuasa orang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi orang yang berpuasa juga memasuki keadaan spiritual yang lebih baik, dan tentu saja ini baik bagi ruh manusia.

Detoksifikasi tubuh menekankan pada pembersihan saluran cerna dan liver, sedangkan puasa memiliki fungsi detoksifikasi sekaligus mengembalikan keseimbangan sistem tubuh, plus regenerasi sel-sel yang telah usang sehingga orang yang rajin dan rutin berpuasa akan awet muda dan lebih sehat. Tidak berhenti pada fisik saja, puasa juga membuat ruh kembali pada fitrahnya yaitu menyukai kebajikan. Orang yang berpuasa tidak hanya mengendalikan rasa lapar dan hausnya saja namun juga mengendalikan emosi dan nafsunya. Dampaknya? Luar Biasa! Selain sehat lahir dan batin, puasa mengembalikan kekuatan diri kita untuk mengontrol diri, maka tidak hanya diri pribadi yang merasakan namun efek pengendalian diri terutama emosi, membuat orang-orang disekitarnya lebih nyaman, dan ini baik sekali pengaruhnya pada kehidupan sosial orang yang rutin berpuasa. Secara keseluruhan puasa dapat meng-cover pemeliharaan manusia dalam segala aspek yaitu fisik, mental, spiritual, dan sosial. Masyaa Allah!

Bersiaplah Menyambut Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan program paket lengkap dan sempurna bagi kesehatan manusia. Bagaimana tidak sempurna? Puasa Ramadhan didesain oleh Yang Maha Sempurna bagi  ciptaan-Nya. Allah telah memberikan jaminannya terhadap ibadah puasa Ramadhan ini.

Q.S. Al-Baqarah: 184
اَيَّامًا مَعْدُوْدتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيْضًا اَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَ اَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Tentu saja lebih baik, karena puasa memberikan manfaat luar biasa pada pelakunya. Manfaat puasa ramadhan antara lain :

A. Manfaat Fisik

1.Menormalkan kadar kolesterol

Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.

2. Menurunkan Kadar Glukosa Pada tubuh

Saat berpuasa perubahan pola makan dimana dilakukan saat berbuka dan sahur saja bisa memberikan dampak positif bagi anda penderita diabetes militus karena menurut penelitian kadar gula orang yang berpuasa menunjukkan menurun.

3. Regenerasi Sel-sel mati

Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.

4.  Keseimbangan nutrisi

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan kelaparan (starvasi) sebagai kekurangan nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri  tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan kelaparan biasa. Kelaparan dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh.

namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan nutrisi yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.

B. Manfaat Psikis

Ditinjau secara ilmiyah, puasa dapat memberikan kesehatan jasmani maupun ruhani. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil penelitian yang dilakukan para pakar. Penelitian Nicolayev, seorang guru besar yang bekerja pada lembaga psikiatri Mosow (the Moskow Psychiatric Institute), mencoba menyembuhkan gangguan kejiwaan dengan berpuasa. Dalam usahanya itu, ia menterapi pasien sakit jiwa dengan menggunakan puasa selama 30 hari. Nicolayev mengadakan penelitian eksperimen dengan membagi subjek menjadi dua kelompok sama besar, baik usia maupun berat ringannya penyakit yang diderita. Kelompok pertama diberi pengobatan dengan ramuan obat-obatan. Sedangkan kelompok kedua diperintahkan untuk berpuasa selama 30 hari. Dua kelompom tadi dipantau perkembangan  fisik dan mentalnya dengan tes-tes psikologis. Dari eksperimen tersebut diperoleh hasil yang sangat bagus, yaitu banyak pasien yang tidak bisa disembuhkan dengan terapi medik, ternyata bisa disembuhkan dengan puasa. Selain itu kemungkinan pasien tidak kambuh lagi selama 6 tahun kemudian ternyata tinggi. Lebih dari separoh pasien tetap sehat.

Sedangkan penelitian yang dilakukan Alan Cott terhadap pasien gangguan jiwa di rumah sakit Grace Square, New York juga menemukan hasil sejalan dengan penelitian Nicolayev. Pasien sakit jiwa ternyata bisa sembuh dengan terapi puasa.

Ditinjau dari segi penyembuhan kecemasan, dilaporkan oleh Alan Cott, bahwa penyakit seperti susah tidur, merasa rendah diri, juga dapat disembuhkan dengan puasa.

Percobaan psikologi membuktikan bahwa puasa mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Hal ini dikaitkan dengan prestasi belajarnya. Ternyata orang-orang yang rajin berpuasa dalam tugas-tugas kolektif memperoleh skor jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

Di samping hasil penelitian di atas, puasa juga memberi pengaruh yang besar bagi penderita gangguan kejiwaan, seperti insomnia, yaitu gangguan mental yang berhubungan dengan tidur. Penderita penyakit ini sukar tidur, namun dengan diberikan cara pengobatan dengan berpuasa, ternyata penyakitnya dapat dikurangi bahkan dapat sembuh.

Hal ini tidak terjadi pada kelaparan jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

Setelah mengetahui betapa besar manfaat puasa yang diwajibkan bagi kita, maka sudah sepatutnya kita makin menambah iman kita, berkeyakinan bahwa apa-apa yang Allah wajibkan adalah wujud kasih sayang Allah terhadap ciptaan-Nya. Jadi, mari kita songsong Ramadhan penuh dengan rasa bahagia dan rasa syukur yang besar, sambil terus berusaha menjadi umat yang terbaik di hadapan-Nya, Agar kita menjadi orang yang bertakwa.

 

Check Also

Ternyata Ini Alasan Mengapa Orang Sakit harus Diet Makanan

*TIDAK MEMAKSA ORANG SAKIT UNTUK MAKAN* حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا بَكْرُ ...

...