Home / Uncategorized / Wahai Orang Tua Doakan Anakmu,Sungguh Doamu Mustajab

Wahai Orang Tua Doakan Anakmu,Sungguh Doamu Mustajab

Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika ortu ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa ortu adalah doa yang mudah diijabahi. Namun ingat sebenarnya doa yang dimaksudkan di sini mencakup doa baik dan buruk dari orang tua pada anaknya. Jika ortu mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. Sehingga ortu mesti hati-hati dalam mendoakan anak.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). Dalam dua hadits ini disebutkan umum, artinya mencakup doa orang tua yang berisi kebaikan atau kejelekan pada anaknya.

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan doa baik orang tua pada anaknya.” (HR. Ibnu Majah no. 3862. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Riwayat ini menyebutkan bahwa doa baik orang tua pada anaknya termasuk doa yang mustajab.

Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan dalam kitab Al Adabul Mufrod beberapa riwayat mengenai doa orang tua. Di antara riwayat tersbeut, Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا

“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32.

Mendo’akan Anak:

Sering-sering anak dibacakan do’a perlindungan di samping do’a-do’a lainnya:

أُعِيْذُك بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Aku memperlindungkan engkau dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala keburukan yang ada.”

Keterangan:
u’iidzuka (untuk anak laki2) atau u’iidzuki (untuk anak perempuan).

Faidah:
1. Ittibaa’ur-Rasuul;

Sebagaimana sunnah Rasulullah -shallaLlaahu ‘alayhi wa sallam- ketika memperlindungkan kedua cucunya, hasan dan husain, khususnya di kala mereka masih kecil.

2. Tindakan preventif dari segala macam gangguan:

Kata (شر ما خلق) menunjukkan bahwa ia mencakup segala gangguan secara umum. Karena kata “syarr” menunjukkan keburukan dan kalimat “maa khalaq” menunjukkan bentuk umum.

Lebih baik ditiupkan pula setelah membaca do’a tersebut sebagai bentuk ruqyah syar’iyyah, yang berfungsi sebagai do’a perlindungan atau pencegahan dari segala macam gangguan; penyakit fisik, gangguan syaithan, sihir, dan lainnya.

3. Mengandung unsur pendidikan pada anak

Sederhana namun besar pengaruhnya, in syaa Allah, termasuk pengaruh terhadap kepribadian anak, dimana anak dicontohkan untuk merasa dekat dengan dzikruLlaah. Dalam tinjauan pendidikan, ia termasuk pendekatan dengan keteladanan (usluub qudwah) yang besar pengaruhnya terhadap kepribadian, sama seperti ketika anak diberikan keteladanan orangtua yang shalat berjama’ah, mengaji/halqah dan lainnya.

sumber : Ustad Irfan Abu Naveed
dan dengan penambahan Admin dari berbagai sumber

Check Also

Jangan Heran Bila Tubuhmu Akan Bereaksi Seperti Ini Saat Tertawa Lepas

Jangan Heran Bila Tubuhmu Akan Bereaksi Seperti Ini Saat Tertawa Lepas!

Paling seru kalo ketemu para sahabat yang udah lamaa banget gak ketemu ya guys, bisa ...

...