Home / Artikel Kesehatan / WASPADA DAN KENALI BORAKS, TAWAS, FORMALIN DAN RHODAMIN DALAM MAKANAN ANDA!

WASPADA DAN KENALI BORAKS, TAWAS, FORMALIN DAN RHODAMIN DALAM MAKANAN ANDA!

Nampaknya sudah sangat jarang sekali pedagang makanan yang amanah. Bagaimana tidak, mulai minuman yang mengandung pewarna tekstil dan pemanis buatan, penganan berformalin, bakso borax, krupuk tawas, dan beras yang mengandung pemutih semua dijual oleh pedagang “nakal” seolah kesemua ini  mengepung konsumen sedemikian rupa, membuat mereka menjadi demikian paranoid. Tampaknya kecerdasan para pedagang “nakal” ini tidak diiringi dengan akhlak yang baik pula. Jadi seperti tak punya rasa bersalah, mereka menggunakan segala cara demi meraup keuntungan dunia berlipat-lipat.

Untuk itu kita sebagai konsumen haruslah cermat dan teliti dalam membeli bahan makanan. Mari kita kenali zat-zat racun yang biasa ditambahkan pada bahan makanan oleh para pedagang yang tak amanah itu tadi.

1. BORAKS

Boraks adalah bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air.

Pemakaian boraks untuk memperbaiki mutu bakso sebagai pengawet telah diteliti pada tahun 1993. Di DKI Jakarta ditemukan 26% bakso mengandung boraks baik di swalayan, pasar tradisional dan pedagang makanan jajanan. Pada pedagang bakso dorongan ditemukan 7 dari 13 pedagang menggunakan boraks dengan kandungan boraks antara 0,01 – 0,6 %. Selain itu digunakan tawas yang dilarutkan dalam 2 gram/liter air tersebut digunakan untuk merebus bakso untuk mengeringkan dan mengeraskan permukaan bakso. Beberapa pengolah bakso menggunakan TiO2 yaitu zat kimia yang disebut Titanium dioksida untuk menghindari warna bakso yang gelap.

Sering mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, bahkan kematian. Berikut adalah tanda gejala keracunan Boraks.

Tanda dan gejala akut :

Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)

Tanda dan gejala kronis

2. TAWAS 

Tawas juga biasa ditambahkan oleh pedagang nakal pada bakso, ikan asap dan kerupuk. Pengolahan kerupuk dengan tawas membuat tampilan kerupuk lebih putih dan renyah. Sedangkan dalam pembuatan bakso, bakso yang dihasilkan lebih kesat dan halus penampilan luarnya.

Menurut (ACROS 2005), Tawas termasuk bahan kimia yang masuk klasifikasi berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan apabila terhirup, tertelan, atau terserap malalui kulit. Apabila terkena mata akan menyebabkan irritasi mata, apabila terkonsumsi akan menyebabkan iritasi organ pencernaan.

Menurut Guyton and Hall (1997), Dilihat dari struktur kimianya tawas mengandung logam berat alumunium yang dalam bentuk ion sangat beracun apabila terkonsumsi dalam jumlah berlebihan. Paparan alumunium berlebih dapat merusak organ detoktifikasi yaitu hati.

Penelitian lain menyebutkan, Tawas berbahaya untuk kesehatan, karena Tawas atau Alumunii et kalii Sulfas adalah logam yang sangat beracun bagi tubuh, dan bisa menyebabkan kerusakan Hati.

3. FORMALIN

Formalin biasa juga digunakan oleh pedagang nakal pada produk mi, bakso, tahu bahkan pada bahan mentah seperti ikan dan ayam potong.

Formalin adalah larutan tak berwarna yang berbau tajam dengan kandungan kimia 37% Formaldehid (metanal), 15 % metanol dan sisanya adalah Air. Pengertian Formalin dalam Ilmu Kimia, Formalin adalah senyawa organik yang termasuk dalam kelompok Aldehid dengan rumus molekulnya CH2O dikenal dengan nama Formaldehid atau metanal. Formalin biasanya digunakan sebagai bahan perekat kayu lapis. Formalin juga digunakan untuk desinfektan (pembersihan dari bakteri dan kuman) pada peralatan rumah sakit. Pengawetan mayat di rumah sakit dan pengawetan sel organisme (tubuhan & hewan) juga menggunakan larutan Formalin.

Gejala keracunan formalin akut

Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat di dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel yang menyebabkan keracunan pada tubuh, Selain itu, kandungan formalin yang tinggi dalam tubuh juga menyebabkan iritasi lambung, alergi, bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan bersifat mutagen (menyebabkan perubahan fungsi sel/jaringan), serta orang yang mengonsumsinya akan muntah, diare bercampur darah, kencing bercampur darah, dan kematian yang disebabkan adanya kegagalan peredaran darah. Formalin bila menguap di udara, berupa gas yang tidak berwarna, dengan bau yang tajam menyesakkan, sehingga merangsang hidung, tenggorokan, dan mata.

Gejala keracunan formalin kronis

Keracunan formalin dalam jangka waktu yang lama dan berulang terjadinya iritasi, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi serta diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin

1. Mie Basah : Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama

2. Tahu : Teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama

3. Ikan : Insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat

4. Bakso : Tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar

5. Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat.

4. RHODAMIN

Rhodamin B merupakan pewarna sintetis berbentuk serbuk kristal, berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Rhodamin B merupakan zat warna yang lazim digunakan pada industri tekstil dan kertas, sebagai pewarna kain, kosmetika, produk pembersih mulut, dan sabun.

Zat kimia berbahaya ini sering disalahgunakan pada pembuatan kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis, kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman, dan lain-lain.

Rhodamin B sudah dilarang penggunaannya pada makanan sejak tahun 1885 melalui Permenkes No. 239/ Menkes/ Per/ V/ 85. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah memasukkan senyawa ini dalam daftar pewarna yang tidak boleh digunakan untuk makanan dan kosmetik. Kuatnya warna yang dihasilkan oleh senyawa ini dan kemudahannya melarut dalam berbagai jenis cairan (air, alkohol, HCl, NaOH, dsb) menjadi alasan untuk dimanfaatkan dalam uji di laboratorium (histologi) serta mewarnai bahan-bahan ‘keras’ seperti tekstil, kertas, dan plastik. Namun dengan alasan yang sama, rhodamin B masih juga digunakan untuk mewarnai makanan dan kadang-kadang kosmetik ilegal meskipun berbahaya dan melanggar peraturan perundangan, bahkan hingga saat ini.

Bahaya jangka pendek terpapar Rhodamin diantaranya adalah mual, muntah, sakit perut, dan tekanan darah rendah. Sedangkan bahaya jangka panjangnya adalah kanker.

Tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamin B :

1.  Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
2.  Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
3.  Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata.
4.  Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda.

Cara mengetahui apakah makanan ersebut mengandung Rhodamin bisa dilihat dari penampilannya,   Warnanya mencolok, cerah dan mengkilap. Jika diperhatikan warnanya tidak homogen atau tercampur rata  (ada yang menggumpal), bila di rasakan ada sedikit rasa pahit.

 

Check Also

Cara Membuat Jus Semangka Untuk Obati Asam Urat

Bagaimana cara membuat jus buah semangka (obati Asam urat) ? Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwasanya ...

...