Home / Resep Ramuan Herbal / 4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya

4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya


1. Kunyit (curcuma)

4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya
Kunyit atau yang biasa orang jawa sebut dengan nama kunir ini merupakan salah satu jenis tanaman obat herbal yang sangat terkenal di belahan bumi bagian asia tenggara tak terkecuali Negara tercinta kita yaitu (Indonesia).Kunir atau kunyit termasuk kedalam jenis tumbuhan herbal jahe-jehean/ Zingiberaceae, Kunyit juga memiliki nama latin atau nama ilmiah Curcumae Domesticae Rhizoma.

Dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.

Jika Anda mau, sebenarnya membuat jamu kunyit asam sendiri di rumah tidaklah sulit. Cukup merebus 2-3 rimpang kunyit yang telah diiris-iris dengan ditambah 2-3 mata asam jawa dengan dua gelas air. Tambahkan gula merah secukupnya dan sedikit garam, jadilah jamu kunyit asam yang segar. Hasilnya memang tidak sepekat buatan tukang jamu, tetapi kualitas dan kebersihan bahan tentu lebih terjamin. Anda pun bisa mengontrol jenis dan kuantitas gula atau pemanis yang ingin Anda tambahkan.

atau resep lain

Cara pembuatan ramuannya:

Siapkan sekitar 3 rimpang atau 3 suir kunyit segar
Setengah sendok garam ( takaran sendok teh )
Siapkan juga air bersih sekitar 1 liter
Masukan bahan bahan yang sudah kita siakan kedalam panci dan rebuslah sampai tinggal setengah gelas saja
Angkat dan saring air rebusan dan minum seminggu kurang lebih 2 kali, takaran minum satu kali seduh satu kali minum.
Kunyit juga cocok untuk kecantikan

2. Bawang putih

4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya

bawang putih, ramuan yang antivirus, antibakteri, dan antijamur. yang tidak mahal, dan Anda dapat menggunakan seluruh ramuan atau mengambil kapsul. Namun, banyak ahli setuju bahwa “deodorized” bawang putih lebih aktif saat bentuk aslinya belum berubah.

Anda dapat didihkan bawang putih lalu cincang dalam kaldu ayam sebagai penyedap rasa dan atau campur  dalam minuman ,hal  itu untuk mencegah pilek dan flu, bawang putih bisa di cincang dicampur makanan . Hati-hati jangan mengkonsumsi terlalu banyak bawang putih  mentah, karena dapat menyebabkan mual .

3. Jahe
4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya

Jahe dengan nama ilmiah Zingiber officinale , merupakan tanaman rimpang yang sangat umum digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan obat.

Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa pedas pada jahe disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi. ( sumber : Wikipedia )

Kandungan kimia jahe

Kandungan senyawa dalam jahe ada 2 golongan senyawa berdasarkan kemudahan menguap, yaitu golongan senyawa volatil (mudah menguap) dan golongan non-volatil. Senyawa yang menyebabkan pedas di atas merupakan senyawa non-volatil.

Jika kita menumbuk seruas jahe, maka akan timbul aroma khas yang kuat, dan jika kita hirup akan memberi suasana hangat di hidung kita. Aroma khas ini berasal dari minyak atsiri yang terkandung didalamnya. Minyak astiri merupakan senyawa volatil atau mudah menguap, sehingga baunya tercium oleh hidung kita. Minyak ini juga menyebabkan rasa jahe yang khas.

Minyak atsiri dalam jahe merupakan gabungan dari senyawa terpenoid yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpena, zingiberena, bisabolena, sineol, sitral, zingiberal (ada yang menyebut zingiberol, tapi keduanya adalah senyawa berbeda; zingiberal mengandung gugus aldehid, sedangkan zingiberol mengandung gugus hidroksida,-OH), felandren (phellandrena),borneol, sitronellol, geranial, linalool, limonene, kamfena.

Minyak atsiri yang terkandung dalam jahe antara 1 sampai 3 %. Selain itu, juga ada kandungan senyawa lain, such as: senyawa oleoresin (gingerol, shogaol), senyawa fenol (ada sumber yang menyebut polifenol)(gingeol, zingeron), enzim proteolitik (zingibain) (www.friedli.com), 8,6 % protein, 6,4 % lemak, 5,9% serat, 66,5% karbohidrat, 5,7% abu, kalsium 0,1%, fosfor 0,15 %, besi 0,011%, sodium 0,03%, potassium 1,4%, vitamin A 175 IU/100 g, vitamin B1 0,05 mg/100 g, vitamin B2 0,13 mg/100 g, niasin 1,9% dan vitamin C 12 mg/100g(www.herbal-home-remedies.org). Dalam jahe, ada juga kandungan asam-asam organik seperti asam malat [yang sering disebut sebagai asam apel; COOHCH2CH(OH)COOH ;asam hidroksibutanadioat], dan asam oksalat.

Senyawa Oleoresin dalam jahe digunakan sebagai zat aktif untuk mengobati batuk, penurun panas, dan analgetik. Anda ingat dengan iklan di TV yang menampilkan seseorang yang audisi IDOL, terus dia batuk dan terus makan permen jahe, dan akhirnya bisa menyanyi dengan lancar. Itu mungkin efek dari oleoresin.

Resep tradisional menambah energi tubuh dan stamina

Bahan yang digunakan

Jahe 1 ons
Telur ayam kampung 1 butir
Jeruk nipis 1 butir

Cara meramu bahan

Jahe direndam dalam air panas 1 gelas kemudian disaring,
campurkan dengan telur ayam kampung dan perasan jeruk nipis, kemudian aduk hingga rata.

Aturan penggunaan ramuan

Diminum 1 x sehari.
Obat kuat pria dari jahe,jeruk dan lada

Bahan

Jahe 1 ons
Jeruk nipis 1 butir
Lada 7 butir
Lengkuas 1 kuncup
Air panas

Cara Membuat

Kupas jeruk nipis, cuci bersih bersama jahe, lengkuas,
Tumbuk semua bahan hingga halus.
Seduh dengan air panas

Aturan pakai

Obar kuat pria dari jahe,jeruk dan lada 1 x 1 hari agar lebih kuat.

Semoga bermanfaat.

4. Buah Sirsak
4 Herbal Antivirus dan Cara menggunakannya

Pengobatan tradisional menggunakan daun sirsak. Masyarakat daerah Jawa Barat, khususnya Sunda menggunakan buah sirsak masih muda sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Sedangkan bagi masyarakat Aceh buah sirsak digunakan untuk obat penyakit hepatitis dan daun sirsak sebagai obat sakit batuk. Sementara untuk daerah Sulawesi, daun sirsak dapat digunakan sebagai obat penurun panas. Buah sirsak tidak hanya sekedar buah yang dapat dimakan tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan di luar negeri buah sirsak diteliti secara khusus dan dikembangkan menjadi pestisida alami sehingga tanaman sehat tidak terkena bahan kimia.
Sirsak atau dalam bahasa Inggrisnya ‘Soursop’ (latin: Annona muricata) dikenal dengan berbagai sebutan yaitu nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris (Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung).

Penyebutan “belanda” dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti “kantung asam”) menandakan bahwa buah ini masuk ke Indonesia pada masa pemerintah kolonial Hindia-Belanda menginfasi Nusantara pada abad ke-19.

nutrisi sirsakDan selama ini masyarakat terbuai, kanker hanya bisa diobati dengan chemotherapy (terapi kemo).

Padahal, buah dan daun Sirsak (Graviola) berdasarkan hasil sejumlah penelitian, mampu membunuh sel kanker yang kekuatannya sepuluh ribu kali lipat lebih ampuh dibanding terapi kemo.

Diam-diam pabrik obat terbesar di Amerika melakukan riset buah yang di Brazil disebut “Graviola“, di Inggris “Soursop” dan di Spanyol “Guana Bana” ini

Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari memaparkan cara pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah kanker, berikut ini:

1. Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-15 lembar) direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3-4 pekan.

”Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang,” terang Darmawan.

2. Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun sirsak.

”Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi,” papar Darmawan.

3. Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins.

Ekskresi sel kanker yang mati bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya.

4. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.

Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.

Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender.

”Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua (perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses kimiawi,”

Check Also

Rambut Rontok, Kuku Rapuh Dan Sulit Tidur? Konsumsi Ramuan Ini!

Apakah Anda mengalami kesulitan tidur? Apakah Anda memiliki kuku yang rapuh? Apakah Anda mengalami kerontokan ...

...