Home / Artikel Kesehatan / Bagaimana Mengatasi Serangan Asma Di Rumah?

Bagaimana Mengatasi Serangan Asma Di Rumah?

Tanya :

Sejak kecil saya menderita asma. Penyakit asma saya mereda sewaktu kelas 5 SD. Boleh dikatakan sejak saat itu serangan asma saya hanya 1-2 kali saja dalam setahun. Serangan itu dapat hilang dengan obat yang sederhana saja.

Sejak umur 28 tahun (2 tahun setelah melahirkan anak pertama), asma saya kumat kembali. Sebulan saya mengalami 2-3 kali serangann bahkan pada malam hari serangan trsebut lebih hebat. Menurut dokter serangan asma saya termasuk derajat sedang.

Dokter menganjurkan agar szaya menggunakan obat hirup untuk anti radang. Saya menggunakan obat tersebut sekitar 6 bulan dan hasilnya cukup baik.

Mengingat obat tersebut cukup mahal dan saya merasa kondisi sudah membaik, obat tersebut saya hentikan. Akibatnya serangan asma saya menjadi lebih sering dan bila terjadi serangan kadang-kadang saya harus mendatangi ruang gawat darurat. Saya biasanya dirawat beberapa jam dan kemudian dipulangkan dengan bekal obat yang harus diminum di rumah.

Selain itu, anak saya yang berumur 2 tahun sering mengalami gatal/ dermatitis pada kaki dan tangannnya, yang hilang setelah mendapa obat dari dsa. Selain itu anak saya juga menderita bersin dan pilek.

* Apakah anak saya nanti akan menderita asma seperti saya?

* Bagaimana cara mengatasi asma di rumah agar saya tak perlu berobat ke UGD?

* Amankah bila saya hamil dan punya anak lagi?

 

Jawab :

Asma merupakan penyakit kronik, meski ada juga penderita asma yang jarang sekali mengalami serangan asma. Karena merupakan penyakit kronik maka ANda perlu memahami penyakit ini dengan baik dan mengenal obat-obat asma. Anda juga perlu terampil dalam mengatasi asma di rumah.

Serangan asma dapat berupa sesak nafas atau batuk. Serangan ringan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari namun, serangan asma akut berat dapat mengancam jiwa. Pengobatan serangan asma akut harus dilakukan secara dini. Karena itu sebaiknya anda mengenali gejalanya serta memahami apa yang harus dilakukan.

Pertama Anda harus tenang, janganlah panik. Obat yang dapat menghilangkan serangan sesak napas pada asma dengan cepat adalah golongan obat bronkodilator atau obat yang melebarkan pipa saluran napas, ini dapat digunakan dalam bentuk hirupan.

Obat yang sering digunakan adalah golonga agonis beta dua. Melalui hirupan obat ini akan langsung bekerja di pipa saluran napas, jadi manfaatnya dapat dirasakan dalam 5-10 menit, karena obat ini bekerja secara lokal jadi tak perlu melalui saluran cerna, maka efek sampingnya ringan.

Bila dengan cara tersebut sesak tetap ada maka dapat ditambahkan obat golongan steroid (prednison). Obat ini akan memperkua kerja obat agonis beta dua sehingga biasanya serangan asma akan mereda. Jika tidak mereda, maka Anda harus segera berobat ke Instalasi Gawat Darurat.

Jika serangan asma dibiarkan berlama-lama maka serangan tersebut akan bertambah berat dan pengobatannya semakin sulit. Di IGD akan dinilai derajat berat serangan asma dan akan diberikan obat sesuai dengan beratnya asma.

Setelah pemberian obat penderita lau dipantau untuk menilai hasil pengobatan. Jika respons pengobatan baik penderita dapat dipulangkan dan diberi penjelasan tentang obat-obat yang harus digunakan di rumah.

Penderita juga harus memahami cara menghindari faktor pencetus serangan asma. Faktor ini di antaranya adalah kelelahan, alergi emosi dan influenza. Patut diingat bahwa penderita asma yang baru mengalami serangan asma atau baru pulang dari rumah sakit setelah dirawat karena asma rentan mengalami serangan asma akut. Karena itu dia harus berhati-hati dan menggunakan obat secara teratur. Seringkali penderita menggunakan obat pada serangan asma namun kemudian melupakan obatnya sewaktu tidak merasa sesak lagi.

Dewasa ini para pakar sepakat bahwa pada penyakit asma terjadi peradangan kronik pada selaput lendir saluran napas.Untuk menghentikannya digunakan obat steroid hirupan. Obat ini dapat mengurangi kepekaan pipa saluran napas.

Faktor keturunan memang merupakan salah satu faktor penting pada asma, namun biasanya di samping faktor keturunan tersebut juga berperan lingkungan. Karena itu jagalah lingkungan anak anda. Rumah Anda sebaiknya bebas asap rokok dan anak Anda sebaiknya dihindarkan juga dari paparan debu rumah.

Tanggal 7 mei merupakan hari asma sedunia. Mudah-mudahan dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap penyakit asma.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda karena sekarang telah tersedia obat yang mengurangi resiko anak Anda untuk terkena Asma. Tidak ada keberatan bagi Anda untuk hamil. Asma yang terkontrol dengan baik tidak menjadi halangan untuk ANda hamil lagi.

Dengan memahami penyakit Anda dan meningkatkan kepatuhan menggunakan obat, mudh-mudahan Anda tak perlu sering-sering lagi berkunjung ke IGD.

 

Sumber : Buku Panduan Hidup Sehat- dr. Samsuridjal Djauzi- “Dari Soal Alergi sampai Gemuk”

Check Also

Mendiagnosa Penyakit Pasien Melalui Wajah

Berikut ini sebuah tulisan Dari Mookil Nam, Seorang Ahli Pengobatan Tradisonal Korea ,dalam bukunya berjudul ...

...