Home / Resep Ramuan Herbal / Labu Herbal Sunnah yang Ajaib
Pumpkin Patch

Labu Herbal Sunnah yang Ajaib

Labu/Waluh/Curcubita

”…sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya…” (QS. Al-Baqarah : 61)

”Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, Kemudian ia ikut berundi lalu Dia Termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam Keadaan tercela. Maka kalau Sekiranya Dia tidak Termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan Dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam Keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk Dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus Dia kepada seratus ribu orang atau lebih.”(QS. Ash-Shaffat: 139-147)

Suatu hari, Rasulullah Saw diberikan hidangan makanan terbuat dari tepung gandum, dengan lauk dendeng daging dan labu berkuah. Anas r.a menuturkan :”Kulihat Rasulullah Saw mengikuti ke mana saja letak labu, hingga ke pinggir-pinggir talam. Semenjak itu, aku semakin suka memakan labu.”(HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Anas r.a juga pernah menuturkan, “Suatu hari Rasulullah Saw menemui salah seorang budaknya yang ahli menjahit. Budak itu menyuguhkan masakan labu, lalu beliau menyantapnya. Saya menjadi penggemar labu semenjak saya melihat Rasulullah Saw memakannya.”(HR. Al-Bukhari)

Hasil-hasil riset menunjukkan bahwa tumbuhan dari family labu-labuan sangat efektif membunuh bakteri, kemudian tingkat efektivitas ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, jenis bakteri, dan ekstrak. Labu madu (labu ketan) adalah yang paling efektif dalam membunuh bakteri.

Berbicara soal jenis bakteri, maka efektivitas labu dalam melawan bakteri gram-positif (gram adalah nama sejenis pewarna dalam mikrobiologi, untuk mewarnai bakteri. Bakteri gram-negatif tidak bersifat menyerap zat warna tersebut, sedangkan bakteri gram-positif menyerapnya.) lebih kuat dibandingkan dengan gram-negatif. Semua ini menjelaskan secara tuntas khasiat beragam labu-labuan dalam mencegah dan mengobati mikroba.

Demikianlah, sedangkan riset dalam bidang ini masih terus berlangsung dan ini menguatkan pengaruh labu-labuan untuk mencegah datangnya berbagai serangga, dan kemudian mencegah penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga tersebut.

Seorang ilmuwan dari Korea Selatan lewat riset terbarunya mengklaim telah menemukan sejenis zat aktif dalam kulit labu yang bermanfaat dalam membunuh kuman penyebab jutaan kasus penyakit candidiasis atau infeksi jamur.

Para ahli di Chosun University mengatakan sejumlah penyakit yang disebabkan mikroba cenderung menjadi resisten terhadap antibiotic yang ada saat ini. Fenomena ini memicu mereka untuk mencari cara lain untuk mengobati penyakit akibat kuman.

Dalam laporan risetnya, Kyung-Soo Hahm, Yoonkyung Park dan rekannya mencatat bahwa labu sebenarnya sudah dikenal dalam pengobatan tradisional di beberapa negara.

Fakta itu lalu mengilhami mereka untuk membuat ekstrak protein dari kulit labu. Jenis protein ini lalu diujicobakan di laboratorium dengan cara menguntakkanya dengan beragam jenis mikroba termasuk Candida albicans, sejenis jamur penyebab infeksi jamur vagina, ruam popok pada bayi dan penyakitnya.

Hasil penelitian dalam kultur sel menunjukkan, salah satu jenis protein memiliki pengaruh yang kuat dalam menghambat pertumbuhan C. Albicans, tanpa menimbulkan efek racun. Dari riset yang dipublikasikan The Jurnal of Agricultural and Food Chemistry ini para peneliti menyimpulkan bahwa protein dalam kulit labu dapat dikembangkan menjadi obat alami untuk mengatasi infeksi jamur pada manusia, selain juga menghambat pertumbuhan beberapa jenis jamur yang menyerang tanaman.

Secara umum, labu atau waluh mengandung beberapa kandungan gizi dan vitamin sebagai berikut:

Vitamin A dan beta Karoten. Beta karoten adalah pigmen warna kuning-oranye yang jika dicerna di dalam tubuh kita, akan berubah menjadi vitamin A. Fungsi vitamin A dan beta karoten antara lain berguna bagai kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh serta reproduksi. Selain itu, zat gizi ini mempunyai manfaat sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung.

Vitamin C. Salah satu jenis vitamin yang larut dalam air ini, sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Vitamin C juga berperan pada fungsi kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan.

Zat Besi. Zat ini terutama diperlukan dalam pembentukan darah, khususnya hemoglobin (Hb). Makanan yang mengandung zat besi perlu, karena kelak zat besi dari ibu saat bayi dilahirkan akan berangsur-angsur habis.

Kalium. Fungsi utama kalium adalah menunjang kelancaran metabolisme tubuh. Hal ini penting dalam menjaga keseimbangan air dan elektrolit (asam basa) di dalam sel tubuh.

Di antara pengobatan praktis yang dapat dilakukan dengan labu adalah sebagai berikut :

a. Asam Urat dan Hipertensi

Ambil labu berukuran kecil, blender, lalu peras airnya dengan menggunakan kain. Airnya diminum 3 kali sehari, setengah jam sebelum makan. Insyallah dalam beberapa hari saja, asam urat dan hipertensi akan menurun. Setelah menurun, cukup konsumsi air ini satu kali sehari saja, setiap hendak tidur, hingga penyakit sembuh secara permanen. (bagi penderita rematik, campuran juice labu ini dicampur dengan air jahe, karena labu bersifat dingin bisa memicu kambuhnya penyakit rematik.)Wallahu A’lam.

Check Also

Tidak Cocok Dengan Pasta Gigi Biasa? Buat Sendiri Pasta Gigi Anda Di Rumah! Gigi Lebih Putih Dan Bersih!!

Tahukah Anda, bahwa selama perjalanan hidup kita, orang dewasa dapat mengkonsumsi hingga 75 liter pasta ...

...