Home / Religi / Memahami Mimpi dan Makna bertemu orang yang telah meninggal dunia di alam mimpi

Memahami Mimpi dan Makna bertemu orang yang telah meninggal dunia di alam mimpi

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (Qs 39:42)

Maka bertemunya antara roh orang yang sudah meninggal dengan orang yang masih hidup itu bisa terjadi namun lewat mimpi. Namun bukan berarti semua mimpi bertemu orang yang sudah meninggal pasti orang tersebut, bisa juga tidak. Mimpi itu juga perlu di cek apakah benar atau tidak. Misalnya kalau dalam mimpi tersebut bertemu orang yang sudah meninggal namun disuruh melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari’at Islam, maka itu perlu diwaspadai. Kalau hanya bertemu saja (tanpa ada makna), katanya dia lagi minta dido’akan.

Bagi sebagian orang ada yang menjadikan mimpi bertemu orang yang sudah meninggal merupakan sesuatu hal yang dikhawatirkan. Ada anggapan sebentar lagi juga mau nyusul (meninggal). Tapi ada juga yang mimpi bertemu orang yang sudah meninggal dan dia senang dengan mimpi tersebut, bisa ngobrol atau memberi suatu pesan atau makna. Jika bermimpi bertemu orang yang sudah meninggal dan itu membuatnya takut, maka berlindunglah kepada Allah lalu do’akan orang yang meninggal tersebut. Tapi jika dengan mimpi tersebut kita menjadi senang dan diberi kabar tertentu, maka bersyukurlah karena itu adalah kabar baik yang datangnya dari Allah.

Orang yang sudah meninggal ia bisa hadir di dalam mimpi untuk memberi kabar atau memberi tahu sesuatu. Misal ada hutang yang belum dibayar, wasiat yang belum tersampaikan atau bahkan memberi tahu amalan-amalan yang tidak diketahui orang-orang lain sebelum meninggal. Misal, orang-orang di sekitarnya nggak tahu kalau orang yang sudah meninggal ini sering berdzikir dalam hatinya sewaktu hidupnya. Dan orang-orang yang ada di sekitarnya menganggap bahwa amalan-amalan orang yang sudah meninggal ini biasa-biasa saja. Bisa tuh pas dalam mimpi orang yang sudah meninggal ini memberikan kabar tentang keadaannya di alamnya dan memberi tahu amalan-amalan yang dilakukannya yang tidak diketahui orang-orang di sekitarnya.

mimpi orang yang sudah meninggal

Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh karena hal-hal seperti ini pun juga terjadi pada zaman para sahabat nabi. Dan para ulama seperti Ibnu Qayyim dalam bukunya Ar Ruh juga banyak menjelaskan tentang hal ini. Mimpi itu bisa mimpi buruk, itu hanya permainan syetan. Mimpi biasa yang tiada makna, datangnya dari fikirannya sendiri. Dan juga mimpi kabar baik dan itu datangnya dari Allah. Mimpi itu seringkali mempunyai pesan. Bisa pesan langsung, bisa juga berupa perumpamaan-perumpamaan.

Mimpi itu akan semakin mendekati kebenaran jika orang yang bermimpi tersebut dalam kesehariannya selalu berperilaku jujur. Mimpi itu juga semakin mendekati kebenaran jika sebelum tidur wudhu dulu, berdo’a dan banyak dzikir sehingga selama tidurnya dijaga secara khusus oleh Allah. Mimpi itu juga semakin mendekati kebenaran jika dalam kesehariaannya selalu mengingat Allah, tidak menuhankan apapun dan siapapun kecuali Allah.

Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati kebenaran adalah mimpi orang yang paling jujur dalam berbicara. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. (HR. Muslim)
Tambahan bagi yang bertanya tentang makna mimpi:
Sebenarnya mimpi bertemu orang meninggal hal tersebut bisa jadi benar dan memungkinkan. Tetapi nggak selamanya mimpi tersebut bersifat haq (benar). Apalagi jika mimpi buruk, maka abaikanlah dan mohon perlindungan kepada Allah.

Jika mimpinya seperti kejadian biasanya, biasanya hanya karena “distorsi” mimpi kita aja yang dipengaruhi pengalaman-pengalaman hidup kita sebelumnya dan hal tersebut hanya bunga tidur. Jika mimpinya memberi pesan kebaikan, cukup ambil hikmahnya lalu berbuat sebaik mungkin.
berkaitan dengan mimpi buruk , merupakan tanda setan mempermainkan anda di waktu tidur . Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits ,

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi” (HR Muslim)

Adapun yang sebaiknya anda lakukan setelah mengalami mimpi buruk adalah meludah ke arah kiri sebanyak 3 kali , dan kemudian berdoa kepada Allah agar dilindungi dari godaan setan ( A’udzu billahi minas-syaithanir-rajiim ) , dan juga berdoa kepada Allah memohon perlindungannya dari keburukan mimpi tersebut , mengubah posisi tidur , ada baiknya juga anda segera melaksanakan Sholat setelah mengalami mimpi tersebut , dan jangan menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain .kecuali Kepada Ahlinya
Mimpi Meninggal Dunia Dalam Pandangan Psikolog
Beberapa penjelasan singkat yang kami ambil dari sebuah artikel di situs huffingtonpost.com mungkin dapat menambah informasi terkait mimpi melihat seseorang yang kita sayangi meninggal dunia . Sebuah wawancara dengan seorang psikoterapis Chicago yaitu Jeffrey Sumber , MA , MTS , LCP . Menjelaskan keterkaitan mimpi meninggal dunia dengan kondisi psikologi seseorang , hanya beberapa poin penting saja yang kami tuliskan .

Menurut Jefrey Sumber , mimpi tentang kematian sering menunjukkan sebuah akhir yang simbolis . Baik itu dalam ruang pekerjaan atau hubungan yang lebih dalam . Ia juga menyebutkan bahwa mimpi tentang kematian dapat mengarahkan diri untuk menyelesaikan masalah kecemasan . Namun hal ini sama sekali tidak akan menunjukkan bahwa seseorang benar-benar akan mati dalam waktu dekat ini .Mimpi tentang kematian menciptakan kesempatan untuk introspeksi diri . Mengingat sesuatu hal yang terjadi di masa lalu mengenai diri kita dan orang lain .

Arti mimpi meninggal dunia adalah bentuk kesediahan dan pengalaman yang buruk . Kematian adalah rahasia Tuhan . Bahkan Manusia atau Jin tidak ada yang mengetahui kapan waktunya kita , keluarga kita , akan dipanggil olehnya . Mimpi tersebut lebih dipercaya berasal dari setan , yang membuat manusia merasa sedih dan cemas . Dalam hadits lainnya , disebutkan bahwa mimpi yang datang dari Allah adalah sesuatu pengalaman atau kabar baik / gembira .

Dalam kasus umum , si pemimpi akan merasakan kesedihaan yang amat mendalam . Bahkan sampai meneteskan air mata . Jika hal tersebut terjadi , hal ini menggambarkan bahwa si pemimpi memiliki rasa sayang kepada orang tua,kakek ,nenek ,keluarga . Dengan mengalami kejadian mimpi seperti ini , ini adalah saat yang tepat bagi anda untuk introspeksi diri . Apakah saat ini anda sudah berbakti dan membahagiakan mereka ? . Maka bergegaslah ,
Mimpi buruk
mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari syaitan. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.”(al-Mujaadilah: 10)

Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun.

Tentang Mimpi Anda

Anda boleh saja percaya kepada mimpi itu sebagai salah satu bentuk khabar gembira. Tapi perlu di ingatkan bahwa mimpi kebanyakan manusia juga tidak lepas dari pengaruh syaitan yang kerjanya suka menipu dan menghiasai perbuatan kotor seolah-olah baik.

Ada juga mimpi yang dianugerahkan Allah kepada yang dikehendakinya agar ia mendapatkan hidayah. Ini berdasarkan riwayat al-Hakim mengenai keislaman seorang seorang sahabat, Khalid bin Sa’id bin ‘Ash. Keislaman ini terjadi setelah Khalid mengalami mimpi yang sangat menyeramkan. Dalam mimpinya, dia melihat seakan-akan ayahnya hendak mendorongnya ke neraka, sementara Rasulullah saw. berusaha memegang pinggangnya agai ia tidak terjatuh. Juga atas dasar tafsiran Ibn Hasyirin ketika ia didatangi seseorang yang bermimpi jari-jari tangannya yang ketiga dan keempat kudung. Ia mentakwilkan bahwa mimpi tersebut sebagai peringatan pada orang itu karena salatnya belum sempurna. Sebaik sahaja dia pulang dari bertemu Ibn Hasyirin, ia pun bertobat.

Mimpi Bukannya Hukum

Mimpi tertakluk kepada berbagai persepsi. Bagi para nabi dan rasul, mimpi mereka umumnya adalah saranan wahyu dari Allah SWT. Meski tidak selalu dapat dipastikan demikian. Bukankah dahulu ketika Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih anaknya, beliau pun masih perlu melakukan konfirmasi kepada Allah SWT. Sebab beliau masih takut jangan-jangan mimpi itu hanya datang dari syaitan. Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim – dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami), Serta Kami menyerunya: “Wahai Ibrahim! “Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu”. Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan..(QS. As-Shaaffaat : 102-105)Sebagian dari mimpi manusia pun bisa menjadi ilham atau petunjuk yang bersifat subjektif bagi dirinya atau orang lain. Misalnya seseorang melakukan shalat istikharah untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT atas pilihan yang ada. Allah SWT boleh memberikan petunjuk melalui mimpi-mimpi. Namun sama sekali tidak mungkin bila manusia biasa bermimpi yang ketetapannya berupa aturan baku yang formal tentang syariat. Sebab yang berhak mendapatkan mimpi berupa syariat hanyalah para nabi dan rasul saja. Karena manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan syariat hanyalah nabi dan rasul.

Bahkan ketika Umar bin Al-Khattab bermimpi tentang azan untuk memanggil manusia untuk shalat, azan tidak lantas begitu saja di’endorse’ kan sebagai syariat sebelum Rasulullah SAW memastikannya dan meresmikannya. Dan sebagian mimpi lainnya tidak lebih dari bunga tidur, bahkan mungkin saja datang dari syaitan. Misalnya mimpi buruk. Oleh Rasulullah SAW, bila seseorang mendapatkan mimpi buruk, hendaknya berta`awuz, membaca surat Al-Falaq dan An-Nas serta berlindung kepada Allah SWT. Sedangkan ramalan itu biasanya dilakukan oleh dukun, tukang tenung atau ahli sihir yang mendapat bisikan halus dari syaitan atau jin. Sumbernya adalah informasi yang mereka curi dari langit lalu ditambahkan dengan kebohongan. Firman Allah swt dalam surah al-Hijr ayat 18 :

Maksudnya : kecuali syaitan yang mencuri-curi yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.(QS. Al-Hijr : 18) Mendatangi peramal tanpa mempercayainya sudah termasuk perbuatan musyrik, meski hanya main-main. Apalagi mempercayainya. Jelas lebih berat dosa syiriknya.
Sejauh Mana Kita Boleh Mempercayai Mimpi

Al-Quran menerangkan bahwa sebagian mimpi itu memang ada yang bermakna dan memiliki nilai informasi. Meski tidak semua mimpi seperti itu. Mimpi yang memiliki makna dan bernilai informasi hanya bisa dibaca atau diterjemahkan oleh mereka yang memiliki ilmu tersebut.

Diantara mereka yang secara pasti dan tegas diberi ilmu seperti itu adalah Nabi Yusuf as. Tercatat dalam Al-Quran Nabi Yusuf mentakwilkan mimpi. Yang pertama mimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadanya. Dan yang kedua adalah mimpi sang Raja.

Memahami Mimpi dan Makna bertemu orang yang telah meninggal dunia di alam mimpi

 

Allah SWT berfirman: Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya:

“Wahai ayahku , sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya ni’mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni’mat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Yusuf : 4-6)

Dan seterusnya tatkala beliau diminta menjelaskan tentang mimpi raja. Firman Allah swt dalam surah yang sama ayat 43-49 maksudnya :

Dan (pada suatu hari) raja Mesir berkata: “Sesungguhnya aku mimpi melihat: tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus, dan aku melihat tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering. Wahai ketua-ketua kaum (yang hadir, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku ini, kalau kamu orang yang pandai menafsirkan mimpi”.Mereka menjawab: “Yang demikian itu ialah mimpi-mimpi yang bercampur aduk, dan kami bukanlah orang-orang yang mengetahui mimpi-mimpi (yang sedemikian) itu”.Dan (pada saat itu) berkatalah orang yang terselamat di antara mereka yang berdua itu, dan yang baharu mengingati (akan pesanan Yusuf) sesudah berlalu suatu masa yang lanjut: “Aku akan memberi tahu kepada kamu tafsirannya. Oleh itu hantarkanlah daku pergi (kepada orang yang mengetahui tafsirannya) “.(Setelah ia berjumpa dengan Yusuf, berkatalah ia): “Yusuf, Wahai orang yang benar (pada segala-galanya)! tafsirkanlah kepada kami (seorang bermimpi melihat): tujuh ekor lembu yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus; dan tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau serta tujuh tangkai lagi yang kering; (tafsirkanlah) supaya aku kembali kepada orang-orang yang mengutusku itu, semoga mereka dapat mengetahui tafsirannya”.Yusuf menjawab: “Hendaklah kamu menanam bersungguh-sungguh tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu ketam biarkanlah dia pada tangkai-tangkainya; kecuali sedikit dari bahagian yang kamu jadikan untuk makan. Kemudian akan datang selepas tempoh itu, tujuh tahun kemaraun yang besar, yang akan menghabiskan makanan yang kamu sediakan baginya; kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan (untuk dijadikan benih). “Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya orang ramai beroleh rahmat hujan, dan padanya mereka dapat memerah (hasil anggur, zaitun dan sebagainya)”.

Mimpi sebagai metode pemberian wahyu dan syariat. Sebagian dari mimpi merupakan wahyu dan pensyariatan suatu hukum. Namun itu terbatas pada para Nabi dan Rasul saja. Sedangkan manusia biasa sama sekali tidak dibolehkan mengaku mendapat perintah dari Allah melalui mimpi.

Firman Allah dalam surah al-Saffat ayat 102 :

Maka tatkala anak itu sampai berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.?( Al-Saaffaat : 102).


Mimpi Sebagai Suatu anugerah Buat Orang-orang Yang Salih orang-orang shalih

Orang-orang yang shalih selalu diilhamkan informasi berita dari Allah tentang peristiwa yang akan terjadi. Namun sifatnya sebagai isyarat saja dan bukan informasi yang detail. Lagi pula tidak dibenarkan mimpi mendapat perintah bentuk ibadah tertentu dari Allah, karena Islam ini sudah lengkap semenjak Rasulullah SAW wafat 1400 tahun yang lalu. Firman Allah dalam surah al-ma`idah ayat ke 3:

maksudnya : Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu.

Dalam hadith yang sahih Nabi bersabda: Apabila berakhir kenabian , maka tiada lagi al-Mubassyirat, lalu mereka bertanya apakah itu al-Mubassyirat , jawab baginda : Mimpi yang baik !

( HR Al-Bukhari dan Muslim )

 

Memahami Mimpi dan Makna bertemu orang yang telah meninggal dunia di alam mimpi

berikut Tulisan ini menjelaskan sebuah mimpi yang dialami seorang shahabat tentang adzan dan iqomat. Mudah-mudahan kaum muslimin dapat memahami bahwa mimpi yang baik itu dapat diberikan pada siapapun. Kisah ini kami ambil dari satu Kitab Nailur Author Asy-Syaukani yang merupakan Kitab Syarh Kitab Al-Muntaqo Ibnu Thaimiyyah Rah. Kami dapatkan juga dari kitab Minhajul Muslim Syeikh Abu Bakar Al-jazairi.

“Dari Muhammad Bin Ishaq, dari Az-Zuhri, dari Sa’id Bin Musayyab, dari Abdullah Bin Zaid, ia berkata: Ketika Rasulullah SAW sudah menyetujui untuk dipukulnya lonceng, padahal sebenarnya beliau sendiri tidak menyukainya, karena menyerupai orang-orang Nashrani.

Pada suatu malam ketika aku tidur, tiba-tiba aku bermimpi. Ada seorang laki-laki yang mengenakan pakaian hijau, mengelilingi aku sedang ditangannya ada lonceng yang dibawanya. Lalu aku bertanya: Hai Hamba Allah! Apakah lonceng ini akan kamu jual? Ia menjawab: Akan kamu pergunakan untuk apa? Aku menjawab: Akan kupakai untuk memanggil orang untuk sholat.

Ia bertanya lagi: Maukah engkau, kutunjukkan yang lebih baik dari itu? Kau menjawab: Baiklah. Ia menjawab: Yaitu hendaklah engkau berkata:

ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH, ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH

ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH

HAYYA ‘ALASH SHALAH, HAYYA ‘ALASH SHALAH

HAYYA ‘ALAL FALAH, HAYYA ‘ALAL FALAH

ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

LAA ILAAHA ILLALLAAH

Abdullah bin Zaid berkata: Kemudian ia mundur tidak seberapa jauh, dan berkata: Apabila engkau hendah iqomah, maka katakanlah:

ALLLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH

ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH

HAYYA ‘ALASH SHALAH

HAYYA ‘ALAL FALAH

QADQAAMATISH SHALAH, QADQAAMATISH SHALAH

ALLLAHU AKBAR

LAA ILAAHA ILLALLAAH

Abdullah bin Zaid berkata: Kemudian di waktu pagi aku datang kepada Rasulullah SAW untuk menceritakan kepadanya apa yang aku impikan itu. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya mimpi kamu itu adalah mimpi yang benar, Insya Allah. Kemudian Nabi memerintahkan adzan. Maka Bilal, Maula Abubakr, beradzan dengan lafal-lafal itu. Dan menyeru Rasulullah SAW untuk sholat.

Abdullah Bin Zaid berkata: Lalu Bilal datang kepada Nabi, kemudian memanggilnya pda suatu pagi untuk sholat subuh. Lalu Bilal mengeraskan suaranya dengan tinggi: ASH-SHALAATU KHAIRUM MINAN NAUUM. Sa’id bin Musayyab berkata: Lalu lafal ini dimasukkan ke dalam bagian dari adzan untuk sholat subuh.” (HR AHMAD)

“Dari Muhammad Bin Ishaq, dari Muhammad Bin Ibrahim At-Taimiy, dari Muhammad Bin Abdullah Bin Zaid, dari ayahnya, yang dikatakan dalam hadist tersebut: Maka tatkala di waktu pagi, aku datang kepada Rasulullah SAW, lalu aku ceritakan kepadanya apa yang kulihat itu. Maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ini adalah mimpi yang benar, Insya Allah. Berdirilah bersama Bilal dan sampaikanlah kepadanya apa yang kamu impikan itu, karena Bilal itu lebih keras suaranya daripada kamu.

Ia berkata: Lalu aku menemui Bilal dan saya sampaikan kepadanya apa yang aku impikan itu, dan Bilal pun lalu adzan dengan lafal-lafal itu. Ia berkata: Lalu ‘Ummar Ibnul Khatab mendengar yang demikian itu, sedang ia berada di rumahnya. Kemudian keluar sambil menyeret selendangnya, dan berkata: Demi Allah, Yang telah mengutus Engkau (Muhammad) dengan benar. Sungguh akupun telah mimpi, persis seperti yang ia impikan. Lalu Rasulullah SAW mengucapkan: ALHAMDULILLAH.” (HR Abu Dawud)

“Dari Timirdzi meriwayatkan bagian dari hadits tersebut dengan sanad ini, dan ia berkata: Hadits ini adalah Hasan Shohih”

kisah kedua
Sa’ad Ibn Abi Waqqas | Orang yang Do’anya Selalu Dikabulkan Allah

KeIslaman Sa’ad dimulai ketika dia bermimpi seolah-olah tenggelam dalam kegelapan yang tindih menindih. Ketika Sa’ad sedang mengalami puncak kegelapan itu, tiba-tiba dia lihat bulan memancarkan cahaya sepenuhnya lalu dia mengikuti bulan itu. Sa’ad melihat tiga orang telah lebih dahulu berada dihadapannya mengikuti bulan tersebut. Mereka itu adalah Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar As-Shiddiq, kemudian Sa’ad bertanya kepada mereka, “Sejak kapan anda bertiga disini?” Mereka menjawab, “Belum lama.” Sejak ia bermimpi yang demikian itu, mata Sa’ad bin Abi Waqqash tidak mau terpejam lagi. Kini Sa’ad bin Abi Waqqash duduk merenung untuk memikirkan arti mimpi yang baginya sangat aneh. Sampai keesokan harinya Sa’ad masih memikirkan mimpinya tersebut, tetapi dia tidak menceritakan mimpi itu kepada ibunya sebagai orang yang paling dekat dengan dirinya. Kemudian, tiga hari setelah mimpi tersebut menghampirinya, Sa’ad bertemu dengan Abu Bakar, dia menceritakan adanya mimpi tersebut. Kemudian Abu Bakar menyampaikan kabar tentang datangnya seorang utusan Allah Muhammad Saw yang membawa ajaran Islam, ajaran kebenaran. Lalu Sa’ad bertanya kepada Abu Bakar: ” siapakah orang-orang yang telah beriman kepada Muhammad Saw?”, kemudian dijawab oleh Abu Bakar : dirinya sendiri, Ali bin Abi Thalib r.a., dan Zaid bin Haritsh. Ajakan Abu Bakar kepada ajaran Islam telah mengetuk pintu hati Sa’ad. Kemudian Sa’ad segera mencari Rosulullah Saw, sehingga bertemu dengan beliau pada suatu tempat ketika beliau sedang melaksanakan salat Ashar dan akhirnya Sa’adpun menyatakan masuk Islam di hadapan Rosulullah Saw.

Sa’ad termasuk salah satu dari 10 orang sahabat yang dijamin oleh Rosulullah akan masuk surga. Dia aalah sahabat yang dekat dengan Rosulullah yang selalu meniru segala perilaku beliau hingga akhir hayatnya, sehingga Sa’ad menjadi sabahat yang sangat taat kepada Rosulullah. Pernah pada suatu hari para sahabat sedang duduk-duduk bersama Rosulullah Saw. Kemudian tiba-tiba Rosulullah Saw berkata: “Sekarang ini, telah datang seorang dari penghuni syurga”, kemudian Sa’ad bin Abi Waqqas muncul di hadapan mereka.

Ketaatan Sa’ad terhadap Rosul dan agamanya membuatnya menjadi seorang yang alim dan sholeh. Do’a-doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa suatu ketika penduduk Mekah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada Umar bin Khattab, mereka mengatakan bahwa shalatnya tidak baik. Sa’ad kemudian membantah, ‘Aku mengerjakan shalat sesuai dengan shalatnya Rasulullah saw. Shalatku pada waktu isya, aku lakukan dengan lama pada dua rakaat pertama sedangkan pada dua rakaat terakhir aku lakukan dengan ringkas.’ Mendengar itu Umar bin Khattab berkata, “Berarti itu hanya prasangka terhadapmu wahai Abu Ishaq.’ Dia kemudian mengutus beberapa orang untuk bertanya tentang dirinya di Kufah, ternyata ketika mereka mendatangi masjid-masjid di Kuffah, mereka mendapat informasi yang baik, hingga ketika mereka datang ke masjid Bani Isa, seorang pria bernama Abu Sa’dah berkata, ‘Demi Allah, dia tidak adil dalam menetapkan hukum, tidak membagi secara adil dan tidak berjalan (untuk melakukan pemeriksaan) di waktu malam. Setelah itu Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, ‘Ya Allah, jika dia bohong maka butakanlah matanya, panjangkanlah usianya dan timpakanlah fitnah kepadanya.” Tidak lama kemudian Abu Sa’dah menderita penyakit tuli dan jika ditanya bagaimana keadaanmu, dia menjawab, ‘Orang tua yang terkena fitnah, aku terkutuk oleh doa Sa’ad.”

Dalam kisah lain disebutkan juga bahwa suatu ketika seorang pria mencela Ali bin Abu Thalib, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam. Sa’ad R.A. pada saat itu menjabat sebagai gubernur Kufa, dia melihat kerumunan orang. Jadi dia keluar dari masjid dan bertanya “Ada apa?” Mereka berkata “Di antara kami ada orang yang mengutuk Ali R.A. Kemudian Sa’ad R.A. berkata “Wahai saudaraku, janganlah mengutuk Ali karena aku mendengar Rasulullah S.A.W. berkata kepada Ali ‘Wahai Ali, tidakkah kau bahagia mendengar kabar bahwa kau bagiku, bagaikan Harun A.S. bagi Musa, dan kenyataannya tidak akan ada nabi lagi setelahku.’ Aku mendengar Rasulullah S.A.W. mengatakan demikian.

Tapi orang itu berkata “Aku masih ingin mengutuk Ali.” Sa’ad R.A. berkata “Jika kau mengutuknya, maka aku akan mengutukmu.” Orang itu berkata “Kau pikir siapa dirimu? Apakah kau seorang nabi sehingga Allah akan mengabulkan kutukanmu?”

Kemudian Sa’ad R.A. kembali ke masjid. Dia berwudhu dan mengerjakan shalat sunnah 2 raka’at. Lalu, dia memohon kepada Allah dan mengutuk orang ini. Tidak lama setelah itu, mereka melihat seekor unta liar datang ke Kufa. Unta ini seperti sedang mencari orang tertentu, kemudian dia berlari menuju orang yang mengutuk Ali tersebut. Unta itu menggigit dan menginjak-injaknya hingga dia mati.

Orang-orang begitu terpesona karena Allah S.W.T. tidak hanya mengabulkan do’anya, tapi juga betapa cepat do’a Sa’ad dikabulkan.

dari berbagai sumber
http://www.1001-kisahislami.com/2015/05/makna-mimpi-bertemu-orang-yang-sudah.html
https://www.facebook.com/notes/islam-itu-indah-learning-to-be-a-mukmin/tentang-mimpi/263823583634166
http://siopung.com/arti-dan-makna-mimpi-orang-tua-ayahibu-meninggal-dunia
https://usahadawah.wordpress.com/2008/01/07/asal-muasal-adzan-dan-iqomat-melalui-mimpi-shahabat-dan-perihal-mimpi-maulana-ilyas/

 

Check Also

Ternyata Ini Alasan Mengapa Orang Sakit harus Diet Makanan

*TIDAK MEMAKSA ORANG SAKIT UNTUK MAKAN* حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا بَكْرُ ...

...