Home / Berita / Waspada Gerakan “Kebebasan Menstruasi” ,Anti Tampon dan Pembalut mulai merebak.

Waspada Gerakan “Kebebasan Menstruasi” ,Anti Tampon dan Pembalut mulai merebak.

Mungkin Anda sudah sering mendengar berbagai macam menu-menu makanan yang ekstrem luar biasa. Seperti kalajengking, empedu ular, atau bahkan sup janin. Terdengar mengerikan dan menjijikkan, bukan? Namun yang satu ini betul-betul akan membuat rahang bawah Anda terjun bebas!

Semakin aneh saja manusia di jagat ini. Bagaikan tak ada bahan untuk dicerna lain, darah haid pun dijadikan makanan. Eww. Darah haid diolah menjadi pancake, waffle, smoothie, hingga es loli. Bagi para penikmatnya, darah menstruasi tersebut terasa menyegarkan dan lezat. Dan katanya, mengandung banyak nutrisi serta mampu menambah stamina.

 Waspada Gerakan "Kebebasan Menstruasi" ,Anti Tampon dan Pembalut mulai merebak.

Sebetulnya, hal di atas dilandasi oleh sebuah gerakan feminisme yang mencanangkan kampanye “Anti-Tampon dan Pembalut” serta “Kebebasan Menstruasi”. Lho, memangnya apa itu? Kalau biasanya wanita yang sedang datang bulan secara mendadak bakal panik lalu segera mencari pembalut ataupun tampon, maka pengikut gerakan “Anti-Tampon dan Pembalut” serta “Kebebasan Menstruasi” ini malah sebaliknya. Mereka sama sekali tidak mendukung penggunaan tampon maupun pembalut. Bagi mereka, pemakaian tampon serta pembalut adalah bentuk tekanan terhadap wanita. Mereka bilang, bahwa menurut New England Journal of Medicine, tampon berada di urutan nomor 2 penyebab depresi wanita dari rentang usia 12-45 tahun. “Jika tampon memang hanyalah ‘sebuah kapas’, mengapa ribuan wanita dirawat bahkan meninggal akibat Toxi Shock Syndrome?” Begitu pikir mereka.
Bagi pengikut kampanye tersebut, memakai tampon atau pembalut saat menstruasi bukanlah suatu keharusan bagi wanita. Selama ini mereka merasa telah termakan oleh sponsor-sponsor dan lingkungan sosial. Menstruasi adalah hal manusiawi bagi wanita. Memang sudah kodratnya seorang wanita yang memiliki uterus itu untuk meluruhkan dinding rahimnya. Tubuh itu, darah haid itu, semua itu milik mereka. Jadi para kaum hawa bebas dan berhak melakukan apapun atasnya. Seperti membiarkan darah mereka mengalir tanpa diserap benda-benda tersebut pada saat datang bulan, misalnya. Yang mereka, para pengikut gerakan “Anti-Tampon dan Pembalut” serta “Kebebasan Menstruasi” itu, sebut dengan istilah ‘Free Bleed’. Daripada menumpahruahkan darah haidnya pada tampon ataupun pembalut, mereka jauh lebih memilih untuk menyimpannya di dalam toples.

WASPADALAH..WASPADALAH

 

Check Also

Ini Dia Manfaat Buah Kurma Yang Jarang Orang Tau

Ini Dia Manfaat Buah Kurma Yang Jarang Orang Tahu

Buah kurma identik dengan bulan puasa ya guys…. kalo udah memasuki bulan ramadhan, dimana mana ...

...