Home / Religi / BAHKAN RASULPUN TIDAK TAHU ISI HATI MANUSIA

BAHKAN RASULPUN TIDAK TAHU ISI HATI MANUSIA

 
 
RASULULLAH SAW “AKU DIUTUS BUKAN UNTUK MEMERIKSA ISI HATI MANUSIA”
 
Telah terjadi di zaman Rasululullah seorang lelaki menyeramkan dengan jenggot memanjang dan dahi menjorok kedepan, mata membelalak, dan berkepala sulah, menegur Rasulullah seraya berkata :
 
“Bertakwalah kepada Allah wahai Rasul !!”, maka murkalah Rasulullah dan berkata : “Bukankah aku yang paling berhak atas ketakwaan dimuka bumi ini ?”, maka berkata Khalid bin walid radhiyallahu ‘anhu : “Izinkan aku menebas lehernya Wahai Rasulullah!”,
 
maka berkatalah Rasulullah : “Jangan, barangkali dia ini shalat”, maka berkata Khalid : “Berapa banyak orang yang shalat dan hatinya tidak shalat?”, maka Rasulullah menjawab :
 
“Aku tidak diutus untuk membelah dada mereka untuk memeriksa iman mereka”,
 
lalu Rasulullah terus memandangi lelaki buruk akhlak itu seraya bersabda : “Akan lahir dari sulbi orang ini suatu kaum yg membaca Kitabullah dengan lembab, tidak melewati tenggorokannya (tidak diamalkan/tidak memahami kemuliaan Alqur’an, hanya sekedar hafal lalu menghina orang lain), mereka menjauh dari agama sebagaimana menjauhnya anak panah dari busurnya, bila aku menjumpai mereka aku akan memerangi mereka sebagaimana memerangi kaum tsamud” (Shahih Muslim hadits no.1063,1064).
 
 
 
——
Riwayat yang ditulis didalam Riyadus Shalihin ketika Usamah bin Zaid, diperintahkan untuk menggempur orang-orang kafir di daerah harura. Kemudian dia melihat seorang tentara kaum kafir melarikan diri. ”Aku bersama seorang dari kalangan anshar mengejarnya. Ketika kami hendak membunuhnya, orang kafir ini mengucapkan kalimat syahadat. Orang anshar menahan pedangnya sementara aku (Usamah bin Zaid) menebasnya dengan pedangku.” Berita ini sampai kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah memanggilku dan bertanya, ”Benarkah kamu membunuhnya setelah dia mengucapkan Laailaahaillallah?” Aku (Usamah) menjawab : Tapi dia mengucapkannya hanya pura-pura untuk melindungi dirinya (agar tidak dibunuh). Kemudian beliau bertanya pertanyaan yang sama diulang-ulang dengan nada yang sangat marah, ”Benarkah kamu membunuhnya setelah dia mengucapkan Laailaahaillallah?”beliau (Rasulullah saw) meneruskan kata-katanya, ”Sudahkah kamu membelah dadanya dan melihat isi hatinya? Sesungguhnya aku tidak diutus untuk melihat isi hati manusia”
Usamah bin Zaid dimarahi oleh Rasulullah karena membunuh orang yang telah bersyahadat (muslim). Lalu apakah waktu itu Usamah bin Zaid diperintahkan oleh Rasulullah untuk menerima syahadat seseorang? Jika orang yang dibunuh itu masih dalam keadaan kafir, mengapa beliau sangat marahnya kepada Usamah bin Zaid? Mengapa pula ..sampai berkata lihat lagi berulang ulang mengucapkan kalimat, ”Sudahkah kamu membelah dadanya dan melihat isi hatinya?” Hal ini seperti yang sudah dibahas diatas, bahwa muslim itu sesuatu yang nampak secara dzahir. Adapun isi hati, Rasulullah pun tidak mengetahui. Termasuk pemberitaan tentang orang-orang munafik. Rasulullah mengetahui siapa-siapa yang menjadi orang munafik sebatas yang Allah beritakan kepadanya.
———————–
 
(JADI SIAPA ANDA SAMPAI BERANI MENILAI AMALAN SESORANG BEGITU DALAM..??#BercerminlahSAHABATKU)

sumber
http://muhammadmisbkahuddin.blogspot.co.id/2010/06/perlukah-kita-bersyahadat-lagi-setelah.html
dan tambahan admin

Check Also

Inilah 16 Alasan Medis Gerakan Shalat Sangat Baik Untuk Kesehatan Tulang

Sebuah studi di Barat baru-baru ini menyatakan bahwa mendirikan shalat ternyata mampu menyehatkan tulang belakang. ...

...