Home / Tehnik Pengobatan / Ruqyah Syariyah / Langkah Sukses Ruqyah Mandiri

Langkah Sukses Ruqyah Mandiri

Bismillah

 

Langkah-langkah praktis berikut dibawah ini membantu saya alhamdulillah dan in’sya Allah akan membantu Anda juga dengan perawatan ruqyah Mandiri dan demi menyambut datangnya kesembuhan dari Allah (Subhanahu wa ta ala).

Pertama dan terpenting, Adalah memahami Tauhid (keesaan Allah),
Secara istilah syar’i, makna tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya

Taqwa (kesadaran Tuhan)
syara’ “Taqwa” itu berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya, menjauhi semua kemaksiatan dan taat kepada Allah SWT.
Sebagaimana dengan firman Allah berkenaan dengan takwa tersebut di atas yaitu : Artinya “Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa”.

dan Tawakkal (ketergantungan pada Allah saja)

Tawakal berasal dari bahasa arab at tawakul yang di bentuk dari kata wakala, artinya menyerahkan, mempercayai, atau mewakilkan, bersandar kepada dinding. Jadi pengertian tawakal secara istilah adalah rasa pasrah hamba kepada allah swt yang di sertai dengan segala daya dan upaya mematuhi, setia dan menunaikan segala pertintahNya. Orang yang mempunyai sikap tawakal akan senantiasa bersyukur jika mendapatkan suatu keberhasilan dari usahanya. Hal ini karena ia menyadari bahwa keberhasilan itu di dapatkan atas izin dan kehendak Allah. Sementara itu, jika mengalami kegagalan orang yang mempunyai sifat tawakal akan senantiasa merasa ikhlas menerima keadaan tersebut tanpa merasa putus asa dan larut dalam kesedihan karena ia menyadari bahwa segala keputusan allah pastilah terbaik.

dan berusahalah  untuk istiqomah dengan 3 hal diatas.

Saya tahu bahwa jika saya bisa mencapai pemahaman akan 3  hal ini, Allah akan memberikan jalan keluar dan pertolonganNYA untuk menghilangkan semua penderitaan saya.

Mari kita luangkan waktu untuk merenungkan satu ayat dalam Al-Qur’an, ya, hanya satu Ayat. Jika saya meminta Anda untuk menebak mana Ayat itu, apa yang akan Anda katakan?

bahkan mungkin  sering terlintas dalam pikiran Anda dan saya bahwa membaca ayat ini tapi gagal dalam menerapkannya dalam kehidupan nyata?
ini ayatnya surah Al fatihah ayat 5

“Hanya kepada Engkaulah, kami menyembah dan memohon pertolongan.”– (QS.1:5)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Ii-yaaka na’budu wa-ii-yaaka nasta’iin(u)
Ayat ini jelas menetapkan agar kita ber Tawakkal . Ketika kita berdiri di hadapan Allah hari demi hari, mengucapkan kata-kata yang sempurna seperti Tawakal diayat dalam surah Al fatihah tadi

setelah rasa Percaya. dan tawakal tentunya  pasti harus diikuti dengan ACTION.(ikhtiar-usaha)
Ada Nama asmaul husna  Allah terkait dengan  ini: Al-Wakeel (ultimate Wali / Wali / Administrator.) dalam  Al-Qur’an merujuk AL wakeel kepada Allah dengan nama ini ada empat belas kali jumlahnya

diantaranya

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul), yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: ‘Sesungguhnya, manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka’, maka perkataan itu menambah keimanan mereka, dan mereka menjawab:

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung‘.” – (QS.3:173)

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Al-ladziina qaala lahumunnaasu innannaasa qad jama’uu lakum faakhsyauhum fazaadahum iimaanan waqaaluuu hasbunaallahu wani’mal wakiil(u)
_________________

“Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: ‘(Kewajiban kami hanyalah) taat’. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari, (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.” – (QS.4:81)

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا

Wayaquuluuna thaa’atun fa-idzaa barazuu min ‘indika bai-yata thaa-ifatun minhum ghairal-ladzii taquulu wallahu yaktubu maa yubai-yituuna faa’ridh ‘anhum watawakkal ‘alallahi wakafa billahi wakiilaa

___________________________

“Demikian itu ialah (sifat) Allah Rabb-kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” – (QS.6:102)

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لا إِلَهَ إِلا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Dzalikumullahu rabbukum laa ilaha ilaa huwa khaaliqu kulli syai-in faa’buduuhu wahuwa ‘ala kulli syai-in wakiilun

—————————————–

Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusan-nya.” – (QS.65:4)
————————–
(Dia-lah) Rabb masyrik dan maghrib, tiada Ilah (yang berhak disembah), melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.” – (QS.73:9)

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا

Rabbul masyriqi wal maghribi laa ilaha ilaa huwa faattakhidzhu wakiilaa
Ketika kita memiliki kesadaran yang benar bahwa Allah adalah yang Maha menentukan segala urusan, kita telah menyerahkan kepada Allah Segala Kerisauan dan kesusahan. Dan Kita menjadi hamba yang Ridhoa menerima segala  Keputusan-Nya, kita ,bahkan saat sakit masih dibadan

ini hadist untuk meperkuat tawakal kita

JAGALAH ALLAH AZZA WA JALLA NISCAYA ALLAH AZZA WA JALLA MENJAGAMU

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِِ عَبَّاسٍٍٍِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا ، فَقَالَ «يَا غُلَامُ ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَ إِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيِحٌ. وَفِي رِوَايَةٍ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ : «اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّ ةِ. وَاعْلَمْ أَنَّ مَاأَخْطَأَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ ، وَمَا أَصَابَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا».
Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh.”]

Dalam riwayat selain at-Tirmidzi disebutkan, “Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.”

Setelah Yaqeen (kepastian) dan Tawakkul (ketergantungan pada Allah), kita mengambil semua langkah praktis,dalam meruqyah

LANGKAH PRAKTIS

Meminta kepada Allah (azza wa jalla) untuk memberikan kekuatan agar membantu Anda memudahkan melakukan ikhtiar dan istiqomah berikut.

– Carilah Ilmu pengetahuan yang benar di majelis pengajian dan berusaha untuk mengikuti Ajaran Sunnah Nabi Muhammad .

– Jangan pernah berhenti BerDo’a kepada Allah mohon KepadaNYA untuk  menyembuhkan dan menghilangkan kesulitan Anda. minta Juga orang tua kita untuk banyak Mendo’akan anda

– Selalu Menjaga Shalat.

– jaga amalan dzikir  pagi dan sore  sehari-hari. Terus konsisten pada dzikir  harian membuat anda lebih teguh dan konsisten dalam menjalani Shalat dan amalan sunnah lainnya
Hafiz Ibnu Qayyim ra.a seorang ulama hadist yang terkenal, beliau menulis sebuah risalah bernama +Alwabilush+ yang berisi berbagai penjelasan mengenai keuntungan dzikir. Dalam risalah itu beliau berkata “Dzikir mempunyai lebih dari 100 faedah, dan 79 diantaranya beliau tuliskan dalam risalah itu. Saya yang bodoh ini menyalinnya satu persatu secara ringkas namun hanya 66 saja, karena yang belum dimasukkan sangatlah panjang…ini fadhilah dan manfaatnya zikir sebagai berikut:

1.Dzikir menjauhkan setan dan meghancurkan kekuatannya.
2.Dzikir mendatangkan keridhaan Allah.

3.Dzikir menjauhkan duka cita dari hati manusia.

4.Dzikir dapat mengembirakan hati.

5. Dzikir menguatkan badan dan meperindah sanubari.

6.Dzikir adalah cahaya hati dan wajah.

7.Dzikir adalah penarik rizki.

8.Orang yang berdzikir akan dipakaikan kepadanya pakaian kegagahan dan kemegahan, sehingga orang yang yang melihatnya akan merasa gentar dan damai.

9. Dzikir melahirkan cinta sejati kepada Allah swt. karena cinta merupakan ruh Islam, jiwa agama, dan sumber kejayaan dan kebahagiaan.
dan masih banyak lagi lainnya.

Syaikh Utsaimin mengatakan,

Karena manusia lalai dari mengingat Allah, melemahnya rasa tawakkal, terlalu sedikit membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan sebagai pembenteng diri. Sementara kita sudah ketahui bahwa dzikir tersebut merupakan benteng diri yang sangat kokoh, lebih kokoh dari tembok Ya’juj dan Ma’juj. Akan tetapi sangat disayangkan, banyak yang tidak mengetahui dzikir tersebut ; ada yang mengetahuinya tetapi tidak melaksanakannya, dan ada yang membaca tetapi dengan hati yang lalai. Semua ini adalah suatu kekurangan. Jika orang-orang membaca dzikir-dzikir yang ada dasarnya di dalam syari’at, niscaya akan selamat dari kejahatan tersebut. Kita memohon kepada Allah agar diberi kesehatan dan keselamatan.

Sheikh Ibnu Katsir berkata, “Kenakan ‘mantel’ dari dzikir sehingga dapat melindungi Anda dari kejahatan manusia dan jin. Dan menutupi jiwa Anda dengan istighfar sehingga dapat menghapus dosa-dosa malam hari. ”

– Carilah kenyamanan dan kekuatan dalam kata-kata Allah dan mentaddaburi qur’an  (yang artinya) dan berdoa di malam (Qiyam al layl).

– Berikan Sedekah.

Dari Ali r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Segeralah bersedekah, sesungguhnya musibah tidak dapat melintasi sedekah.” (Razin, Misykât)

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Allah swt. akan menambah kemuliaan kepada hamba-Nya yang pemaaf. Dan bagi hamba yang tawadhu’ karena Allah swt., Allah swt. akan mengangkat (derajatnya). (Muslim; Misykât)

– Jika Anda berbuat dosa, jangan putus asa. Mohonlah  Ampunan Allah Sang Maha Penyayang untuk memaafkan Anda,lakukan taubat Nasuha.

– Jangan takut jin. Mengabaikan mereka jika mereka mencoba melakukan  sesuatu. Jangan terpaku atau fokus pada mereka atau memberi mereka perhatian, tapi segera perbanyak dzikir, adzan dan membaca Alquran. In sya ‘Allah ini akan menghentikan intimidasi dan gangguan yang tidak diinginkan.

– Carilah dukungan dan saran dari satu atau dua orang teman yang dapat dipercaya orang  yang tahu akan memahami dan tidak menghakimi Anda. Teman-teman yang hanya akan bertindak atas nama ikhlas dan menasehati di jalan Allah., lebih utama lagi support dari keluarga terdekat dan sharing dengan peruqyah ahli terkait gangguan jin dan sihir

– Jangan khawatir dan merasa ikhtiar Anda gagal jika Anda lalu menjadi lemah dalam keimanan, atau mental dan fisik lelah. Hal ini terjadi pada kita semua. tidak ada yang sempurna. Kami tahu kita akan melemah dan membuat kesalahan.tetapi
Ketika kita jatuh, kita bangkit lagi dan terus berusaha
Ingat hanya Allah memberi kita kekuatan dan kesabaran, tidak satupun dari kita memiliki kekuatan atau kesabaran kecuali Allah memberikan kepada kita

– biasakan menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan

Rasulullah SAW bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ

Barangsiapa yang boleh memberi manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakukannya.’

 

Allah SWT mengatakan, “Mereka lebih memilih mereka untuk diri mereka sendiri, bahkan jika mereka sendiri membutuhkan,” (QS 59: 9)

 

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Apabila kita mengetahui bahwa sebenarnya kita mampu berbuat sesuatu untuk menolong kesulitan orang lain, maka segeralah lakukan, segeralah beri pertolongan. Terlebih lagi bila orang itu telah memintanya kepada kita. Karena pertolongan yang kita berikan, akan sangat berarti bagi orang yang sedang kesulitan.

Ingat hidup di dunia ini tidak dimaksudkan untuk menjadi mudah bagi orang yang beriman. Ini adalah kehendak Allah untuk menguji orang yang beriman sebagaimana surah Al ankabut

“Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?.” – (QS.29:2)

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

Ahasibannaasu an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wahum laa yuftanuun(a)

 

“Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya, Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” – (QS.29:3)

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Walaqad fatannaal-ladziina min qablihim falaya’lamannallahul-ladziina shadaquu walaya’lamannal kaadzibiin(a)

selanjutnya seperti biasa Istioqmah melakukan Ruqyah Mandiri
seperti divideo berikut


tehnik kedua dari Ustad Perdana Akhmad

Semoga Allah menyembuhkan sakit kita dan Semoga Allah mengangkat Derajat kita disisiNYA

aamiin

 

Check Also

Inilah Yang Harus Dilakukan Ketika Digigit Ular Berbisa

Inilah Yang Harus Dilakukan Ketika Digigit Ular Berbisa

Guys.. pernah gak kebayang dipikiran kalian, ketika sedang melakukan camping di pegunungan, tiba tiba kalian ...

...