Home / Religi / Lupa membuka Tali pocong mayit,Gentayangan benarkah?

Lupa membuka Tali pocong mayit,Gentayangan benarkah?

Setiap manusia pasti akan meninggalkan kehidupannya di dunia. Dan kepergiannya itu tidak akan membawa apa-apa. Hanya amal yang pernah kita perbuat yang akan mengikuti kita. Hal itulah yang menjadi pertimbangan kita di alam kubur nantinya. Ketika waktu ajal telah menghampiri seseorang, maka saat akan dikubur seseorang itu akan dikafani, dengan berbentuk seperti pocong. Manusia yang meninggal akan dikebumikan, dalam penguburan manusia berbeda dengan penguburan hewan, terdapat sebuah aturan-aturan khusus, seperti memandikan, mengafani, menshalati, mengubur, dan mendoakan.

Terkadang yang menjadi perdebatan adalah mengenai hukum tali jenazah. Beredar anggapan bahwa, jika tali jenazah tidak dibuka maka mayit akan menjadi arwah gentayangan berupa pocong. Tak ada dalam hadist yang menerangkan bahwa Nabi memerintahkan untuk membuka tali jenazah.
Membuka tali jenazah itu tidak mengapa dan tidak di buka juga tidak mengapa. Apabila memang ada sebuah kejadian dalam kehidupan kita, ada yang melihat sosok pocong yang muncul,

Banyak mitos yang beredar di masyarakat kita terkait dengan kejadian tidak dilepasnya tali pocong mayit ketika dimakamkan sehingga bisa langsung bersentuhan dengan tanah karena lupa. Ada yang bilang bahwa itulah penyebab adanya arwah gentayangan. Ini jelas mitos alias khurafat yang tidak berdasar dan akidah mengada-ada yang dimasukkan oleh sebagian orang Islam ke dalam ajaran Islam. Lantas apa sih hukum sebenarnya dari melepas tali pocong mayit ketika hendak dimakamkan? Wajib kah?

سئل الشيخ حمد بن عبد العزيز: عن كشف الكفن عن وجه الميت؟

Syaikh Hamd bin Abdul Aziz pernah mendapat pertanyaan mengenai hukum menyingkap kain kafan yang menutupi wajah mayit saat pemakaman?

فأجاب: لم يبلغني فيه شيء، ولكن الظاهر أن الأمر فيه واسع، إن كشف عنه فلا بأس وإن ترك فكذلك.

Jawaban beliau, “Tidak ada satu pun yang kuketahui tentang masalah ini. Kesimpulan yang tepat dalam masalah ini adalah adanya kelonggaran dalam masalah ini. Jika tali pocong dilepas sehingga wajah mayit tersingkap hukumnya tidak mengapa. Sebaliknya jika dibiarkan begitu saja hukumnya juga tidak mengapa”.

سئل الشيخ عبد الله أبا بطين: عن رفع اليدين حال القيام على القبر بعد الدفن؟

Syaikh Abdullah Abu Buthain ditanya mengenai hukum mengangkat kedua tangan dalam posisi berdiri dalam rangka mendoakan mayit yang baru saja dimakamkan.

فأجاب: ثبت في سنن أبي داود: ” أنه صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت قال: قفوا على صاحبكم واسألوا له التثبيت واستغفروا له، فإنه الآن يسأل ” ؛

Jawaban beliau, “Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai memakamkan mayit bersabda, “Berdirilah kalian, mintakan untuk mayit ini kemampuan menjawab pertanyaan malaikat dengan baik dan mohonkanlah ampunan untuknya sesungguhnya dia saat ini sedang ditanyai oleh malaikat”.

فهذا هو المسنون: أن يستغفر له ويسأل له التثبيت، وأما رفع الأيدي في تلك الحال فلا أراه، لعدم وروده.

Inilah yang sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , setelah mayit dimakamkan kita doakan dia agar mendapatkan ampunan dari Allah dan diberi kemampuan untuk menjawab pertanyaan malaikat dengan baik. Mengangkat tangan saat berdoa ketika itu menurutku jangan dilakukan karena tidak ada dalil yang menganjurkannya”
[ad Durar as Saniyyah fi al Ajwibah an Najdiyyah juz kelima hal 85, cetakan kelima 1414H].
Apabila yang dimaksud adalah melepaskan tali ikatan kain kafan setelah dikuburkan maka sesungguhnya hal itu tidaklah ada masalah bahkan dianjurkan oleh sebagian besar ulama.

Diriwayatkan dari Ibnu Syaibah didalam kitab “al Mushannif” dari adh Dhahak bahwa dia mewasiatkan agar dilepaskan ikatannya dan ditampakkan wajahnya dari kafannya. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Abdullah bin Ahmad bahwa Imam Ahmad memerintahkan agar melepaskan ikatan kafan dan sebagian fuqaha madzhab Hambali juga menganjurkannya.

Ibnu Qudamah didalam “Al Mughni” mengatakan bahwa melepaskan ikatan tali kepala dan kedua kakinya adalah dianjurkan. Terdapat riwayat bahwa Nabi saw ketika memasukkan Nu’aim bin Mas’ud kedalam kubur beliau melepaskan ikatan dengan mulutnya.” Riwayat dari Ibnu Mas’ud dan Samurah bin Jundub juga seperti itu.

Hadits yang digunakan sebagai dalil oleh Ibnu Qudamah yang diiwayatkan Imam al Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah itu dilemahkan oleh al Albani didalam kitab “adh Dhaifah”
Al Bahuti didalam “Kasaf al Qanna” dan ar Ruhaibaniy didalam “Mathalib Ulin Nuha” tentan pelepasan ikatan (kafan) itu dengan apa yang diriwayatkan oleh al Atsram dari Ibnu Mas’ud berkata,”Apabila kalian memasukan mayit kedalam lahad maka lepaslah ikatannya.” (Markaz al Fatwa No. 57585)

Dengan demikian membuka tali-tali ikatan kain kafan yang ada di kepala atau di kedua kaki adalah dianjurkan akan tetapi tidak dianjurkan membuka wajah si mayit karena hal ini tidaklah ada dasar hukumnya kecuali jika orang yang meninggal itu adalah seorang yang sedang dalam keadaan ihram berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas dari Nabi saw bahwa; Seorang laki-laki jatuh dari onta lalu patah lehernya dan meninggal. Maka beliau saw pun bersabda: “Mandikanlah ia dengan air yang dicampur dengan daun bidara, kemudian kafani dengan kedua kain ihramnya, dan jangan tutupi kepalanya, karena Allah akan membangkitkannya kelak di hari kiamat dalam keadaan membaca Talbiyah (sedang mengerjakan haji).”

Didalam riwayat an Nasai disebutkan dari Ibnu Abbas, ia berkata; terdapat seorang laki-laki yang meninggal, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mandikanlah ia dengan air serta daun bidara dan kafani dia dalam pakaiannya, dan jangan kalian tutupi wajah dan kepalanya, karena ia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.”

Adapun anggapan orang-orang apabila ikatan-ikatan tali kafan tidak dilepaskan maka mayat itu akan bangun lagi atau menjadi pocong adalah anggapan kurafat yang tidak memiliki dasar hukum didalam agama bahkan bertentangan dengan aqidah islam.
Artikel www.ustadzaris.com

Check Also

Kisah Menakjubkan Layla Halwa Sembuh Dari Kanker Kulit Dengan Air Zam Zam

Manfaat Air Zam zam Air perigi yang paling baik adalah air zam zam, ia adalah ...

...