Home / Tehnik Pengobatan / Ruqyah Syariyah / Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

Ada pertanyaan dari seorang Sahabat …

Saya capek di permainkan perasaan saya sendiri,

‪#‎entah‬…

saya sudah melakukan Ruqyah mandiri , Sudah melakukan terapi audio Mp3 Ruqyah..

tetapi ..tetap berat rasanya….

Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

————-

(ada lirik yang mungkin boleh mewakili cerita diatas semoga pembaca memahami gundah dan gelisah dalam pertanyaan diatas)

Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

Melepasmu

tak mungkin menyalahkan waktu
tak mungkin menyalahkan keadaan
kau datang di saat membutuhkanmu
dari masalah hidupku bersamanya

reff:
semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku
tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
kita tak mungkin trus bersama

satu saat nanti kau kan dapatkan
seorang yang akan dampingi hidupmu
biarkan ini menjadi kenangan
dua hati yang tak pernah menyatu

repeat reff

maafkan aku yang membiarkanmu
masuk ke dalam hidupku ini
maafkan aku yang harus melepasmu
walau ku tak ingin

—–

 

GALAU DAN GUNDAH HATI (CINTA) DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI

” Galau berarti keadaan yang sangat sibuk atau ramai sehingga membuat pikiran menjadi kacau tidak keruan. Sedangkan selama ini, kata “galau” sering digunakan untuk menjelaskan keadaan diri yang sedang sedih, sedang labil, atau sedang penuh pikiran. Biasanya diekspresikan dengan mengeluh atau bingung.

Dalam psikologi, kata yang padanannya dekat dengan kata “galau” mungkin adalah “cemas” (anxiety). Kecemasan muncul dari ego, tetapi melibatkan id dan/atau superego. Psikoanalisis Freud menggolongkan kecemasan/anxiety ke dalam tiga macam, yaitu: kecemasan neurotis (kecemasan akan terjadinya sesuatu yang tidak diketahui), kecemasan moral (kecemasan karena takut melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan moral), dan kecemasan realistis (kecemasan karena bahaya yang datang dari dunia luar yang mungkin terjadi).

Galau juga dapat dijelaskan melalui psikologi humanistik, yang erat kaitannya dengan kebutuhan individu. Maslow merumuskan kebutuhan dalam sebuah hirarki yang disebut sebagai hirarki kebutuhan atau hierarchy of needs. Disebut sebagai hirarki karena kebutuhan tersebut harus dipenuhi secara bertahap. Hirarki kebutuhan tersebut adalah (dimulai dari tahap yang paling dasar): (1) kebutuhan fisiologis, seperti makan, minum, oksigen; (2) kebutuhan rasa aman; (3) kebutuhan cinta dan rasa memiliki; (4) kebutuhan penghargaan/esteem, dan (5) aktualisasi-diri. Seseorang yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya akan menjadi galau.

Pemahaman-pemahaman mengenai galau yg saat ini sedang meluas:
1. Orang yang sedang mengalami masalah percintaan
2. Orang yg sedang termenung sendiri (sering disebut menggalau)
3. Orang yang berada dalam dua pilihan yang berat (menurut saya sih hal nomor tiga ini lebih masuk kalau disebut “dilema”, tapi ternyata orang-orang juga tetap menyebut galau)

Arti sempurna
Galau adalah adanya kekacauan pikiran. Begini salah begitu salah. Begini gelisah begitu gelisah. Kesana tidak benar kesini tidak benar. Bukan sebuah dilema, tetapi karena pikiran tidak bisa mengambil keputusan secara rasional. Galau bukanlah stres, frustrasi ataupun depresi. Tetapi, galau merupakan bagian dari stres, frustrasi dan depresi.

Penyebab galau
Secara umum, penyebab utama yaitu seseorang tiba-tiba punya masalah. Namun, pikirannya belum bisa mengambil keputusan yang pasti. Pikirannya kacau, ragu-ragu, bimbang atau serba salah.

Ciri-ciri orang galau
Secara umum, orang yang sedang galau, wajahnya cenderung murung dan menyendiri. Cenderung menyendiri. Kadang-kadang suka marah-marah. Mudah tersinggung. Atau bahkan cenderung menyalahkan orang lain. Tak jarang juga menangis (biasanya cewek). Pikirannya sumpek.

Lalu, bagaimana cara mengatasi rasa galau? Muhammad Baitul Alim (2012) menyatakan bahwa untuk mengatasi kegalauan, kita tidak cukup hanya menstabilkan diri, namun juga perlu untuk melakukan problem solving terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Rasa galau tersebut dapat diatasi dengan cara:

– Mengubah dorongan kecemasan pada bentuk perilaku lain yang lebih positif.

– Mencari sesuatu bidang yang dapat membuat diri bisa lebih berprestasi, diperhatikan, dan disukai.

– Menekan perasaan tersebut dengan alasan yang rasional dan utarakan di waktu yang tepat.

– Mencari sebab yang “masuk akal” untuk menjelaskan kenapa hal ini terjadi pada diri, hal ini dilakukan guna menghindari kecemasan tanpa alasan realistis.

– Mencoba untuk menceritakan pada orang lain perasaan dan masalah yang sedang dihadapi agar sebab dari kecemasan tersebut menjadi lebih jelas.
Lebih jelasnya diuraikan cara menghadapinya
1.Berhenti menyalahkan dirimu sendiri
Orang yang galau, selalu saja menyalahkan diri sendiri. Nah, hal itu adalah kebiasaan yang kurang tepat karena dengan menyalahkan diri sendiri,
semoga..
2.Memahami bahwa segala ujian merupakan tingkat kenaikan level
Level Sabar, level Komitmen dan level lainnya.
3.Hadapi, Jangan dihindari
Permasalahan yang menyebabkan kegalauan adalah hal yang harus kita hadapi, jangan dihindari. Karena jika kita menghindarinya, itu akan membuat kita terus membayangkannya karena tidak ada penyelesaian. Nah, ketika anda menghadapinya, masalah yang membuat galau itu akan mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar, Nah dengan ditemukannya penyelesaian itu anda akan merasa puas dan terkadang juga masalah itu akan menjadi kenangan
4.Merasalah beruntung
Kenapa harus merasa beruntung ? Karena dengan kegalauan itu anda telah memiliki satu pengalaman tentang bagaimana proses menuju kebahagiaan. tidak akan ada pelangi jika tidak ada sedikit hujan
5.Perbanyak sharing dan bergaul dengan teman
Cara yang kelima ini adalah hal yang lumayan kuat untuk mengatasi kegalauan kita. Dengan suasana yang ramai dan menyenangkan, itu akan membuat kebingungan menjadi pudar. Namun ingat, setelah pikiran anda rileks, hadapilah dengan segera masalah yang membuat anda galau. Teman dapat membantu menyelesaikan masalah dan memberikan kita kesibukan yang bermanfaat. Jadi, gunakan kesempatan itu dengan baik.

6.Belajarlah mengendalikan emosi
Tarik nafas panjang-panjang. Keluarkan secara pelan-pelan. Kuatkan rasio atau pikiran. Kurangi emosi. Tekan energi-energi negatif.Tekan keinginan-keinginan negatif. Buang pikiran-pikiran negatif.
.Berpikirlah positif
Bangun pikiran yang positif. Gunakan filsafat “Take it easy”.

7.Perbanyak Ibadah dan Berdo’a kepada Tuhan
Segala permasalahan yang didatangkan Tuhan akan membuat kita menjadi lebih dewasa dalm menghadapi kehidupan ini. Namun harus anda ingat, bahwa usaha tanpa do’a = 0. Tidak ada jalan terhebat dalam mengatasi kegalauan melebihi pendekatan kepada Tuhan.

GALAU DAN GUNDAH HATI (CINTA) DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI ISLAM

Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan.

…Jangankan kita manusia biasa, bahkan Rasulullah pun pernah mengalami keadaan keadaan galau pada tahun ke-10 masa kenabiannya…

Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.

Sahabat Abu Bakar, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum Musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka.

Jangan Galau, Innallaha Ma’ana!

Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)

Ayat di atas mungkin dapat menjadikan kita agar lebih merenungi lagi terhadap setiap masalah apapun yang kita hadapi. Dalam setiap persoalan yang tak kunjung terselesaikan, maka hadapkanlah semua itu kepada Allah Ta’ala. Tak ada satupun manusia yang tak luput dari rasa sedih, tinggal bagaimana kita menghadapi kesedihan dan kegalauan tersebut.

…Allah telah memberikan solusi kepada manusia untuk mengatasi rasa galau yang sedang menghampiri jiwa…

Adakalanya, seseorang berada pada saat-saat yang menyenangkan, tetapi, ada pula kita akan berada pada posisi yang tidak kita harapkan. Semua itu sudah menjdai takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk makhluk-makhluk Nya.

Tetapi, Allah Ta’ala juga telah memberikan solusi-solusi kepada manusia tentang bagaimana cara mengatasi rasa galau atau rasa sedih yang sedang menghampiri jiwa. Karena dengan stabilnya jiwa, tentu setiap orang akan mampu bergerak dalam perkara-perkara positif, sehingga dapat membuat langkah-langkahnya menjadi lebih bermanfaat, terutama bagi dirinya lalu untuk orang lain.

Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;

1. Sabar

Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.

2. Adukanlah semua itu kepada Allah

Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

…ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita…

Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita.

Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.

3. Positive thinking

Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada pada dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya;

“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).

4. Dzikrullah (Mengingat Allah)

Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya.

…Bersabar, berpikir positif, ingat Allah dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya adalah solusi segala persoalan…

Sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.

Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.
GALAU DAN GUNDAH HATI (CINTA) DALAM SUDUT PANDANG PSIKOLOGI RUQYAH

Untuk menjadi orang yg penyabar, menghilangkan rasa benci, ikhlas & tawakkal ( tegar) ketika mendapat ujian, tidaklah mudah. Perlu usaha untuk mendapatkan kesabaran, ketegaran & keikhlasan itu. Caranya, dengan banyak-banyak melakukan amalan-amalan sunnah seperti, berzikir ( menyebut kalimat-kalimat Allah berulang-ulang), baca Quran & sholat malam. Karena amalan2 ini jika kita lakukan secara rutin, maka akan membentuk iman dan sangat mempengaruhi pembentukan kekuatan hati terhadap ujian. Semakin banyak amalan sunnah yg dilakukan, maka hati akan semakin sabar & tegar. Sebaliknya semakin sedikit amalan sunnahnya, maka tentunya sedikit pula kesabaran & ketegaran yg didapat. Bagaimana jika tidak pernah melakukan amalan-amalan sunnah Rosulullah saw ?… Tentunya habislah kesabaran ketika mendapatkan ujian. Habisnya kesabaran adalah naiknya emosi yang menyebabkan timbulnya sifat-sifat syetan (berbagai penyakit hati) seperti, stress, putus asa, benci dan dendam, buruk sangka, patah semangat yang menyebabkan terganggunya aktifitas. Bagi orang bisnis atau orang berkarir, perasaan ini tentu dapat merugikan aktifitas pribadinya. Bagaimana dengan orang-orang non muslim yang tidak pernah melakukan sholat dan amalan-amalan sunnah Rosulullah saw, tapi mereka juga ada yang penyabar ?……..Jawabnya, Merekapun mempunyai cara yang berbeda dengan ummat Islam untuk mendapatkan kesabaran dan ketenangan berdasarkan kepercayaan dan keyakinan mereka sendiri. Setiap mahluk Allah yang ingin berusaha untuk mencari sesuatu kebaikan, sekalipun mereka kafir, maka Allah pasti akan berikan jalan keluar baginya. Namun segala kesabaran yang mereka peroleh itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan kesabaran yang kita peroleh melalui amalan-amalan sunnah Rosulullah saw. Beliaulah contoh manusia yang paling sabar di dunia sepanjang zaman. Dan kita sebagai ummat nabi Muhammad saw tentunya haram hukumnya mengikuti cara- cara ritual mereka.

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang”.Q-S Ar-Ra’d ayat 28.

Kekuatan ketegaran hati itu hanya bertahan selama kita melakukan amalan-amalan sunnahnya. Jika kita meninggalkannya , maka kekuatan dan ketegaran hati itu akan memudar perlahan- lahan. Menyebabkan mudah stress, emosi dan terserang penyakit hati (syetan di dalam hati) lainnya.

Cara termudah untuk dapat jadi orang yang penyabar adalah, tingkatkanlah amalan-amalan sunnah Rosulullah secara bertahap sedikit demi sedikit tetapi rutin. Contoh: Jika anda biasanya selesai sholat fardhu tidak pernah berzikir, cobalah mulai berzikir secara rutin. Kemudian jika sudah terbiasa lalu amalannya ditingkatkan dengan cara menambahkan lagi waktu berzikirnya. Umpama, yang sebelumnya biasanya lima menit kemudian ditambakan lagi menjadi sepuluh menit, atau tambahkanlah amalan sunnah lainnya seperti sholat malam, baca Quran dan lain-lain. Bagi yang sholatnya sering tinggal, biasakanlah agar jangan sampai meninggalkannya lagi. Anggaplah sholat itu suatu kebutuhan hidup. Mengerjakan amalan-amalan sunnah secara rutin, walau amalannya sedikit, itu lebih baik dan terasa pengaruh perubahannya di hati daripada amalannya banyak tetapi tidak rutin.
Hati yang penyabar adalah hati yang mudah memaafkan. Untuk lebih jelasnya mengenai masalah perubahan perasaan hati dari lemah menjadi kuat (proses transisi iman dari lemah menjadi kuat)
Psikology Ruqyah terapi praktek dengan Metode berikut
Sholat malam|Tahajjud.Nafsul-Mutmainnah.Obat-Penyakit Hati dan Medis dgn Sholat malam|Tahajjud. Mutmainnah.
Rahasia Di Balik Dahsyatnya Surat Al-Anfal Ayat 2
Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

Obat- Penyakit Hati. Pengobatan Alternatif Melalui Sholat Malam (Tahajjud). Membersihkan Hati & Penyakit Hati. Manfaat Dzikir. Kunci Mencapai Nafsul Mutmainnah.
“sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah, mereka yang bila disebut (mendengar) nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. Al-Anfal ayat 2.

Apakah anda merasakan getaran di hati ketika mendengar kalimat-kalimat Allah, Adzan atau ayat-ayat Al-Quran ?………………………..
Jika tidak, berarti anda belum……………………….
Belum banyak melakukan amalan-amalan sunnah.

Banyak macam-macam amalan sunnah yang bisa menimbulkan getaran di hati ketika kita mendengar ayat-ayat atau kalimat-kalimat Allah. Di antaranya yaitu sholat dan dzikir lisan. Dzikir lisan yaitu membaca Al-Quran dan menyebut kalimat-kalimat Allah berulang-ulang.

“Hai orang-orang yang beriman, ber-dzikirlah (dengan menyebut nama Allah), dzikir yang sebanyak-banyaknya”. Al-Ahzab ayat 41.

Seperti: Subhanallah, Alhamdulillah, Laailaahaillallah, Allahu-Akbar, Asstagfirullah juga Asma’ul-Husna dan lain -lain. Semakin banyak kita membaca Al-quran atau menyebut kalimat-kalimat Allah, maka semakin kuat getaran di hati yang kita rasakan ketika mendengar kalimat-kalimat/ nama-nama Allah. Artinya semakin kuat iman kita. Dampak atau efek dari getaran itu mulai terasa setelah kita mengamalkannya.

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami;
sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al-Isra’: 107-109)
Hamba Allah yang mulia. Pada postingan ini penulis akan membahas mengenai: Pengaruh getaran di hati ketika selesai melaksanakan sholat, tentunya sholat sunnah yang paling utama (muakad) yaitu sholat malam atau Tahajjud.
Cobalah bangun tengah malam, lalu wudhu, kemudian sholat dua raka’at dua kali, ditambah witir satu raka’at. Jadi semuanya lima raka’at. Setelah itu bacalah Al-Quran paling sedikit lima menit. Ini adalah perintah Allah dalam Surat Al-Muzzammil. Jika anda amalkan itu selama tiga hari berturut-turut, maka anda akan merasakan getaran di hati ketika mendengar kalimat-kalimat atau ayat-ayat Allah. Perasaan getaran di hati itu katakanlah getaran iman. Sebagian orang mengatakannya energi positif. Tapi karena istilah tersebut juga digunakan oleh berbagai agama dan kepercayaan yang berbeda. Maka, kita ganti saja istilah energi positif itu dengan getaran iman.

Kembali kepada getaran iman. Perasaan getaran iman itu membuat hati kita takut untuk berbuat dosa, terhindar dari godaan dan gangguan syetan atau sihir, dan tahan terhadap ujian atau cobaan yang menimpa. Perasaan itu biasanya mulai timbul ketika kita sedang atau selesai mengamalkannya. Bahkan terkadang setelah berkali-kali mengamalkannya. Namun apabila kita ingin cepat mendapatkannya, caranya mudah. Lakukan saja Tahajjud dengan sebelas raka’at, lalu dzikir atau bacalah Al-Quran selama setengah jam atau lebih. Semakin banyak dzikrullah, maka semakin cepat kita dapatkan getaran iman tersebut. Gejala-gejalanya seperti: Air mata mulai menetes berulang-ulang secara tiba-tiba. Tangisan itu membuat perasaan hati menjadi rendah. Merasa tidak berdaya dihadapan Allah. Meluluhkan sifat-sifat sombong yang selama ini pernah kita perbuat. Bayangan dosa-dosa masa lalu melekat dalam ingatan. Sambil menyesalinya, sesekali meneteskan air mata. Hati, badan dan fikiran merasakan getaran Allah, Allah, Allah. Tiada yang lain selain Engkau Yaa Allah. Rabbul Aalamiin. Saat itulah hati mulai terisi iman. Ibarat HP yang baru di charge, maka baterainya mulai terisi. Perasaan ini adalah proses transisi dari lemah iman menjadi lebih kuat. Perasaan ini juga bisa dialami oleh orang yang imannya kuat dan stabil (amalan sunnahnya banyak), dikarenakan ia baru saja bertaubat, setelah ia khilaf berbuat dosa. Persaan ini adalah perasaan cinta dan rindu seorang hamba kepada Tuhannya. Perasaan ini seperti seorang insan yang sedang terbuai merindukan pasangannya. Hanya saja bedanya. Jika perasaan cinta dan rindu kepada Tuhannya itu adalah iman, yang didapat melalui banyak- banyak beribadah. Sedangkan perasaan Cinta dan rindu kepada manusia itu adalah nafsu, yang didapat dengan sendirinya tanpa perlu usaha. Jika manusia sedang terbuai merasakan perasaan cinta dan rindu terhadap pasangan atau kekasihnya. Tentunya ia tidak ingin melupakannya. Apalagi sampai mengkhianatinya. Dan juga selalu menuruti apa saja yang diinginkannya. Begitu juga perasaan getaran iman (cinta Allah ) yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman. Perasaan ini pun tidak ingin melupakan bahkan sampai mengkhianatiNYA. Dan juga selalu menuruti apa saja yang diperintahkan Kekasihnya yang abadi. Allah Ar-Rohmaan Ar-Rohiim.

Perasaan getaran iman itu apabila stabil (amalan tahajjudnya terus-menerus) sangat dahsyat khasiatnya untuk kekebalan tubuh (sistem imun) terhadap penyakit dan juga sihir. Tentunya ini sangat baik bagi yang berusia lanjut. Bahkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang dokter tidak bisa menanganinya. Sudah banyak buktinya. Salah satu buktinya adalah Prof. Dr. Moh. Sholeh. “Saya dulu pernah mengidap penyakit kanker kulit (1982-1987). Dokter sudah angkat tangan. Namun Tahajjud menyelamatkan saya. Setelah itu saya dinyatakan sembuh sama sekali,” ujar Prof. Dr. Moh. Sholeh. Sumber: Republika.

Jika anda ingin tahu banyak mengenai manfaat sholat malam (Tahajjud). Anda bisa dapatkan buku-bukunya di toko bukuterdekat dikota anda, atau infonya di Google search dengan mengetik kata kunci “Prof. Dr. Moh. Sholeh,” di sana akan anda temukan banyak informasi seputar kisah seorang Dokter Mohammad Sholeh, dari pernah menderita penyakit kanker kulit yang parah, kemudian ia meneliti manfaat sholat malam (Tahajjud) bagi kesehatan secara ilmiah berdasarkan ilmu kedokteran, hingga membuka klinik terapi sholat Tahajjud (sholat malam), sehingga banyak sekali para penderita penyakit yang menjadi jamaahnya. Anehnya. Tidak sedikit di antara jamaahnya adalah Dokter.

Membuat Manusia Terbatasi/ Tertahan dari Nafsu Duniawi
Manfaat lain dari getaran iman adalah bisa membuat manusia terbatasi/ tertahan diri dari nafsu duniawi. Sekalipun itu nafsu syahwat yang sulit ditahan. Karena getaran iman itu adalah perasaan hati yang telah dibentuk oleh manusia melalui banyak-banyak beribadah, lalu diberikanlah oleh Allah suatu perlindungan ke dalam hati manusia melalui MalaikatNya (Q-S: Al-Fath ayat 4), yaitu bisa menutupi perasaan hati manusia yang sebelumnya manusia mempunyai sifat-sifat atau kebiasaan-kebiasaan buruk, katakanlah itu sifat sombong, pemarah, dengki, iri, ria, kikir, penzinah dan lainnya yang berhubungan dengan segala penyakit hati. Sehingga manusia mempunyai rasa takut, takut dan takut untuk berbuat dosa, dan bisa dengan sangat-sangat mudah merubah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, dan terhindar dari segala penyakit hati.

Terhindar dari penyakit hati (syetan di dalam hati) itu maka timbullah ketenangan di hati. Nafsul mutmainnah. Yaitu jiwa (hati) yang tenang. Tidak merasakan kepedihan dan kegelisahan di hati ketika mendapatkan ujian. Anehnya. Tidak ada perasaan takut sama sekali ketika bahaya ancaman kematian mengancam seperti, dalam keadaan gempa (tsunami), Perang, dirampok dan lain-lain. Hati tetap merasa tenang meski dalam keadaan tersebut. Seolah hidup di dunia ini tidak ada apa-apanya. Bukankah perasaan ini yang didambakan bagi setiap orang yang beriman ?…..Selalu siap menerima panggilan malaikat maut pada saat kapanpun. Dimanapun. Menikmati sakaratul maut yang indah.

“Hai jiwa (hati) yang tenang (nafsul mutmainnah). Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu”. Q-S Al-Fajr ayat 27-30.

Perasaan tidak takut mati ini jelas sangat bertolak belakang dengan orang-orang yang tidak pernah beribadah kepada Allah atau orang-orang kafir. Mereka mempunyai perasaan terlalu mencintai dunia dan takut akan kematian, seperti yang disabdakan Rosulullah saw. Tapi bagi hamba Allah yang beriman (memiliki rasa getaran iman) tidak terlalu mencintai dunia dan tidak takut akan kematian. Yang terasa di hati adalah ikhlas ketika mendapat ujian, sabar dan tawakkal.

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (dzikrullah) hati menjadi tenang”.Q-S Ar-Ra’d ayat 28.
“Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran (rasa gelisah) terhadap mereka dan tidak [pula] mereka bersedih hati. [Yaitu] orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa” Q-S Yunus ayat 62-63.
Sahabatku yang mulia. Dari kesimpulan tulisan di atas telah kita ketahui bahwa setiap melakukan amalan-amalan yang disunnahkan pasti akan membawa manfaat. Baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya jika meninggalkannya bisa membawa mudharat.

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Q-S Al-Isra’ ayat 7.

Dalam sebuah Tulisannya SERI PSIKOTERAPI RUQYAH, Founder QURANIC HEALING INDONESIA
Ustad Perdana Akhmad menuliskan demikian

Fikiran mempengaruhi tubuh fisik
===============================
Saya ingin membuat simulasi untuk membuktikan bahwa apa yang anda fikirkan bisa mempengaruhi fisik anda. Seluruh organ tubuh, enzim, hormon, dapat dipengaruhi dan distimulir oleh fikiran anda.

Jika anda lagi sakit, BERFIKIRLAH anda akan sehat jika perlu bayangkan anda telah sembuh sepenuhnya dari sakit anda (gunakan imajinasi anda) MAKA otak anda akan merespon fikiran anda dengan memerintahkan semua anti body, hormon, enzim , organ tubuh bahkan sel agar bekerja keras memperbaiki sistem tubuhnya agar kembali menjadi sehat.

Kebalikannya jika anda terus menerus mengeluh dengan keadaan anda, terpuruk dengan rasa sakit yang anda derita dan TERUS MENERUS merasakan penyakit anda atau anda berfikir akan sakit MAKA otak anda akan memerintahkan seluruh tubuh agar tetap sakit bahkan memerintahkan tubuhnya sendiri agar sakit sesuai dengan apa yang difikirkan !!

Syetan memiliki kemampuan untuk membisikkan bisikan jahat di hati hingga manusia yang dirasuki berfikiran bahwa dirinya sakit ! Maka otak secara sunnatullah akan merespon dengan membuat tubuh anda menjadi sakit !

Solusi agar anda sehat adalah BERFIKIR DAN BERKEYAKINAN BAHWA ALLAH AKAN MEMBERI ANDA KESEHATAN ! BERBAIK SANGKALAH PADA ALLAH BAHWA ALLAH AKAN MENYEMBUHKAN ANDA !!

JIka anda berfikiran positif maka setan walau masih berada dalam diri anda TIDAK akan mampu untuk membuat anda sakit ! Dia tidak akan berdaya sebab jiwa anda kuat dan keyakinan juga baik sangka anda pada Allah sangat tinggi.
SUGESTI POSITIF DALAM RUQYAH
Mengapa jika hanya dibacakan ayat ruqyah semata kesembuhan minimal namun setelah dibarengi dengan sugesti positif disertai berbaik sangka kepada Allah maka Allah langsung memberikan kesembuhan ???

AYAT RUQYAH diibaratkan hanya berfungsi sebagai pedang yang tajam, namun jika yang memakai pedang itu TIDAK PERCAYA DIRI, SELALU BERBURUK SANGKA maka tidak akan mampu menggunakan pedang itu !!!

Percuma komat kamit membaca ayat Qur’an pada pasien jika pasien itu dalam qalbunya berburuk sangka pada dirinya dan pada Allah, merasa dirinya lemah, merasa dirinya tidak mampu menguasai telapak tangannya maka kesembuhan TIDAK akan didapatkan. MAKA praktisi QH wajib mengajak pasien mensugesti dirinya sendiri dengan sugesti positif disertai berbaik sangka pada Allah. KUNCI KESEMBUHAN BUKAN PADA AYAT RUQYAH tapi pada BAIK SANGKANYA PADA ALLAH !!

Buktikan…
ucapkan kalimat positif dibawah ini dengan khusyuk :

“Saya sabar menghadapi sakit ini”
“Saya ikhlas menghadapi cobaan ini”
“Dengan izin Allah sore sakit saya akan semakin sirna, suhu badan saya semakin normal dan semakin berani”

Yang anda rasakan adalah timbulnya rasa ketabahan, percaya diri dan ikhlas. JIka anda sering mengucapkannya maka setan tidak akan dapat mempengaruhi jiwa anda “Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (an-Nisa: [4] 76) dan anda semakin dapat menguasai jiwa raga anda dengan sempurna .

Mengatasi Galau dan rasa Hati yang gundah (Cinta) ,dalam Tinjuan Psikology Ruqyah

Nah.. apa masih bilang..??

saya sudah melakukan Ruqyah mandiri , Sudah melakukan terapi audio Mp3 Ruqyah..

tetapi ..tetap berat rasanya….

saya rasa “TIDAK LAGI”..!!!

Simak Video ini.. semoga Galau anda berubah menjadi Semangat lagi

 

Sumber
Buletin Psikologi Universitas Tarumanagara edisi no. 13
http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/04/18/18704/jangan-galau-allah-bersama-kita-inilah-4-ayat-anti/
http://www.dokter-penyakit-hati.blogspot.co.id/2010/08/obat-hati.html
Tulisan share dari Ustad Perdana Akhmad (founder QHI) SERI PSIKOTERAPI RUQYAH di Fb

 

Check Also

Cara Mudah Mengetahui Apakah Anda Terkena Pandangan Jahat (‘Ain)

Pada setiap penyakit non medis atau mungkin medis memiliki ciri khusus atau yang menonjol darinya  ...

...