Home / Wanita / NASEHAT BUAT PARA SUAMI dan sebagai penyejuk hati bagi kaum wanita dan para istri… (Motivasi Islam)

NASEHAT BUAT PARA SUAMI dan sebagai penyejuk hati bagi kaum wanita dan para istri… (Motivasi Islam)

NASEHAT BUAT PARA SUAMI
Untuk para suami risalah ini kutulis sebagai penyejuk hati bagi kaum wanita dan para istri…

Lihatlah ketika sahabat bertanya kepada Aisyah radhiyallahu anha: “Bagaimana sikap Rasulullah bila menemui kalian?” Ia menjawab: “Beliau masuk dengan tertawa dan tersenyum”.Seakan tidak ada beban di pundak beliau yang mulia, seakan beliau tidak memiliki beban dan persoalan yang berat. Sehingga istri-istri beliau merasa nyaman dan senang bercanda dengan beliau.

Dalam kitab Bukhari bab Al- Adab, Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : Suka bercanda dengan istrinya, dihormati diluar rumah. Tentu berbeda, sebagian suami kita temukan mereka suka bercanda dan tertawa dengan teman- temannya akan tetapi cemberut dan bermuka masam terhadap keluarganya di rumah.

.Wahai para suami Rasulullah telah bersabda..“Sesungguhnya istrimu memiliki hak atasmu.” (Dikeluarkan oleh Muslim 3652, Ahmad 26917, Abu Dawud 2285).

Istri adalah wanita yang lemah lembut, menginginkan kasih sayang, cinta kasih, keramahan dan kebajikan. Karena itu hendaklah suami senantiasa bertakwa kepada Allah dalam menghadapi istri dengan memberikan kasih sayang, kelembutan, kesetiaan dalam menjaganya, memberinya nafkah sesuai dengan kemampuan suami, pakaian dan janji setia.

Sebagaimana yang dikumandangkan oleh Rasullullah SAW ,pada haji Akbar (dalam hadits yang sangat panjang) yaitu ketika mengumumkan hak-hak wanita dan hak seluruh manusia, beliau bersabda:“Allah, Allah, pada wanita karena mereka itu adalah tawanan disisi kalian. Dan saling berpesanlah agar berlaku baik terhadap wanita.” (hadits riwayat Tirmidzi, hasan shahih)

Adalah Aisyah ketika ditanya tentang perilaku Rasulullah yang paling membekas dan berkesan dikalbunya sepeninggal beliau maka ia hanya mampu meneteskan airmata seraya berkata:“Semua sikap dan perilakunya mengesankan bagiku (kaana kullu amrihi ajabani).”

Bagaimana tidak Rasulullah seakan selalu punya waktu untuknya. Rasulullah pernah mengajaknya berlomba lari, beliau Shalallahu alaihi wassalam pernah kalah dan pada kesempatan yang lain beliau memenangkannya sehingga beliau tertawa seraya berkata: “Ini adalah pembalasanku dari kekalahanku yang dulu.”Adakah hal ini dicontoh oleh para suami? Tidaklah harus di lapangan atau dijalan raya cukuplah ketika tidak ada orang lain dirumah kita bisa melakukannya.

Justru yang sering kita dengar dan membuat hati ini miris dan berduka, istri yang lari ketakutan karena dikejar-kejar suaminya yang sedang marah, yang dimana jika kita bertanya bagaimana keadaan rumah tangganya, tiba-tiba airmata yang keluar, tampak kesedihan dan kebencian diwajahnya. Yang hadir adalah rasa takut, jengkel, duka dan lara bila mendengar suaminya di sebut. Sebab yang tergambar dalam benaknya adalah masa-masa yang penuh penderitaan, penganiayaan, dan duka nestapa yang dijalaninya bersama suaminya.

Tidakkah para suami membaca hadits ini?

Dari Abu Hurairah, dia berkata:“Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

Dalam suatu lafazh dari hadits Aisyah di sebutkan:“Yang paling lemah lembut diantara mereka terhadap keluarganya..” (HR. Tirmidzi dan Hakim).

Dalam riwayat lain, juga dari Aisyah disebutkan:“Yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Sahihnya).

Hal lain yang sering dilakukan para suami adalah seringnya mereka memukuli para istri ketika mereka sedang emosi atau marah. Mereka beralasan dengan memukul istri maka istri mereka akan takut kepada suami, suami menjadi berwibawa.

Padahal bila mereka mau sedikit melirik kepada Rasulullah, beliau adalah manusia yang paling berwibawa akan tetapi tidak pernah ditemukan beliau memukul istri-istrinya tangan beliau hanya digunakan untuk memukul musuh-musuh Allah.

Wahai para suami yang senang memukuli istri takutlah kepada Allah dan camkanlah hadits berikut ini..Dari Muawiyah bin Haidah dia berkata: “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah apa hak istri salah seorang diantara kami atas dirinya?” Beliau menjawab: “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau mengenakan pakaian, janganlah memukul muka, janganlah engkau berdoa agar Allah memburukannya dan janganlah engkau menghindarinya kecuali di dalam rumah.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Dan juga sabda beliau: “Berlemah lembutlah terhadap wanita.” (HR. Bukhari {no.6018,6059,6066} dan Muslim {no.5989, 5992})

Wahai para suami… setiap rumah tangga tentu mempunyai problema, karena memang demikianlah sebagai ujian dan cobaan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga dituntut untuk pandai dan cermat menyiasati apa yang terjadi diantara hubungan mereka berdua. Kelapangan hati untuk meredam emosi akan membawa pada kebaikan dan keindahan.Kehalusan sikap akan mencairkan hati yang beku dan melunakkan gunung yang keras.

Lihatlah bagaimana Rasulullah dalam menghadapi kemarahan Aisyah, beliau justru tersenyum menghadapi hal itu dengan penuh kesabaran dan keagungan. Atau engkau bisa melihat kepada Umar bin khattab amirul mukminin ketika sahabat datang ingin mengadukan perihal istrinya justru ia mendapati suara istri Umar lebih tinggi dan nyaring dibandingkan dengan suara Umar.Karena Umar adalah seorang yang bijak, maka ia berkata: “Kehidupan itu harus ditempuh dengan cara yang ma’ruf. Ia adalah istriku. Ia membuatkan untukku roti, mencucikan pakaianku dan melayaniku. Jika aku tidak berlemah lembut padanya maka kami tidak akan hidup bersama.

“Tidakkah engkau menyimak perkataan Umar? Semoga Allah meridhainya beliau adalah seorang Amir al-Faruq yang tegas dan berwibawa yang ditakuti musuh- musuhnya bahkan iblispun takut berpapasan dengannya. Lihatlah bagaimana ia lemah lembut dan mengalah terhadap kemarahan istrinya.

Atau sejenak engkau berkaca pada Ali, dalam hadits shahih, rasulullah datang kerumah Fatimah putrinya untuk menanyakan padanya tentang Ali radhiyallahu anhu. Lalu Fatimah radhiyallahu anha menjawab:“Aku telah marah padanya sehingga ia keluar.” (HR. Bukhari no.436 dan Muslim no.6182).Ali memilih keluar daripada bersitegang dan bertengkar dengan istrinya.

Duhai para suami tercinta, engkau berharap istri- istrimu mencintaimu dengan sepenuh hati. Engkau meminta mereka untuk setia dan taat kepadamu. Engkau meminta mereka agar bakti dan kasihnya tercurah padamu. Engkau mendambakan agar mereka merindukanmu ketika jauh darimu. Tapi engkau lupa menyematkan cinta kasih dihati istri- istrimu?

Cukuplah ayat dibawah ini sebagai penutup dan renungan bagi para suami yang mendambakan kebahagiaan dalam rumah tangga mereka di dunia dan akhirat.“Dan pergaulilah mereka dengan cara yang patut kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisaa: 19).
Wallahu a’lam bishshawwab.

Kemayoran city, 15 Dzulqa’dah 1436H.

dimabil Dari sebuah tulisan Fb beranda Abah Abdillah
Sumber Bacaan:

1. Al-Qur’an dan Assunnah Bicara Wanita, darul Falah, Jakarta.
2. Al-Jami’ Fi fiqhi An-Nisa,Syaikh Kamil Uwaidah, Daarul Kutub Ilmiyah, Beirut,Lebanon.

Check Also

Kulit Hidung Anda Kering dan Mengelupas? Mungkin Ini Sebabnya

Kulit pada sekitar hidung yang mengelupas bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti akibat alergi (biasanya ...

...