Home / Artikel Kesehatan / Hati-Hati dan Cermati Memilih Obat Bebas di Pasaran

Hati-Hati dan Cermati Memilih Obat Bebas di Pasaran

Anda saat ini sedang sakit batuk? Pilek? Demam? Atau hanya sakit kepala? Disaat seperti ini biasanya kebanyakan dari kita akan memilih segera membeli obat bebas di toko atau swalayan terdekat untuk mengurangi sakit yang diderita. Namun dalam memilih obat bebas yang tepat untuk mengobati gejala penyakit yang kita alami sebaiknya anda perhatikan beberapa hal penting agar Anda tidak salah atau kurang tepat dalam memilih obat.

Obat bebas ada 2 jenis, yaitu obat bebas yang di kemasannya ditandai dengan lingkaran hitam dengan warna hijau di dalamnya, dan obat bebas terbatas yang ditandai dengan lingkaran hitam dengan tanda biru di dalamnya (yang ini lebih keras). Obat-obat ini biasanya diproduksi dalam bentuk sedian tablet,kapsul dan juga sirup.Hati-Hati dan Cermati Memilih Obat Bebas di Pasaran* Obat-Obat Bebas dan Bebas Terbatas Yang Ada di Pasaran Obat penurun panas  dan pereda nyeri ( antipiretik dan analgesik)

Obat-obat penurun panas biasanya memiliki fungsi ganda sebagai pereda nyeri juga (analgesic dan antipiretik).  Zat aktif yang biasanya terkandung didalam obat-obat bebas jenis ini adalah paracetamol,acetosal,dan ibuprofen . Obat dengan kandungan zat aktif tersebut bisa digunakan menurunkan demam,namun juga bisa digunakan sebagai pereda nyeri misalnya saat sakit gigi,sakit kepala, pegal linu dan nyeri ringan lainnya. Paracetamol  juga dikombinasi dengan coffein sebagai obat anti migraine. Sebaiknya Anda yang mengidap penyakit maag menghindari obat yang mengandung acetosal /aspirin karena  sifat asamnya akan memicu sakit maag Anda.

* Obat Anti alergi (Antihistamin)

Obat ini berkhasiat meredakan alergi yang diderita,misalnya gatal-gatal setelah memakan sesuatu,atau karena cuaca dan faktor-faktor lain yang menjadi penyebab alergi . Obat bebas jenis ini biasanya mengandung zat aktif chlorpheniramine maleas atau sering juga disebut CTM. Zat aktif yang memiliki khasiat anti alergi biasanya memiliki efek samping menyebabkan kantuk,termasuk CTM. Jadi hindari mengemudi atau menjalakan mesin saat mengkonsumsi obat dengan zat aktif tersebut.

* Obat Asma

Obat asma mengandung teofilin dan efedrin. Zat aktif yang disebut terakhir ini bisa menyebabkan jantung berdebar dan tekanan darah naik.

* Obat Pilek  (Dekongestan)

Obat pilek yang ada dipasaran biasanya mengandung zat aktif yang berfungsi memperkecil mukosa lendir disaluran pernafasan (dekongestan), sehingga dapat melegakan pernafasan yang tersumbat. Zat aktif ini misalnya  fenilpropanolamin hidroklorida  atau fenilefrin hidroklorida. Produsen obat biasanya mengkombinasi zat aktif ini dengan anti alergi.

* Obat batuk ( Antitusif dan Ekspektoransia )

Obat batuk  Antitusif adalah obat batuk dengan zat aktif yang berfungsi menekan batuk yang tidak produktif (tanpa dahak), kita biasa menyebutnya batuk kering. Zat aktif yang digunakan adalah Dextromethorphan (DMP). Sedangkan obat batuk ekspektoransia adalah obat batuk yang  berfungsi mengencerkan dahak atau lendir agar mudah dikeluarkan dari sistem pernapasan kita. Zat aktif yang digunakan misalnya Glyceril guaiacolat (GG), Succus liquiritiae (untuk sediaan sirup).  Biasanya produsen obat  memformulasikan obat  batuk dengan kombinasi Antitusif, ekspektoransia dan anti alergi. Dengan maksud agar dapat mengurangi gejala batuk kering dan berdahak yang disertai rasa gatal pada tenggorokan yang mengganggu.

* Obat Flu

Sakit flu biasanya disertai gejala yang lebih kompleks. Misalnya demam,pilek,batuk,sakit kepala dan sakit di badan. Karena itu produsen obat memproduksi obat jenis ini dengan kombinasi berbagai macam zat aktif. Yang umum misalnya, kombinasi paracetamol, fenilpropanolamin hidroklorida , chlorpheniramine maleas. Pada beberapa obat flu juga ditambahkan antitusif dan ekspektoran sebagai pereda batuk.

Jika Anda sudah mengetahui jenis-jenis obat bebas yang beredar di pasaran tersebut diatas,maka akan memudahkan Anda untuk memilih obat yang tepat untuk mengatasi gejala penyakit yang Anda derita. Berrikut adalah tips-tips memilih obat bebas yang tepat :

1. Perhatikan komposisi dan indikasi obat pada kemasan obat tersebut. Baca baik-baik.

2. Pilihlah yang sesuai dengan gejala penyakit yang Anda derita,hindari meminum obat dengan zat aktif yang tidak kita butuhkan. Misalnya, jika Anda hanya mengalami demam,Anda hanya membutuhkan obat dengan zat aktif penurun demam.  Anda tidak membutuhkan anti alergi, dekongestan/obat pilek ataupun zat aktif lain.
3. Perhatikan kontra indikasi yang tertera pada kemasan obat. Beberapa obat tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi tertentu ( memiliki riwayat hipertensi,kehamilan,gagal ginjal,dll) .

4. Bacalah dan perhatikan juga keterangan Interaksi obat yang terdapat pada kemasan atau brosur obat.
Obat mengandung bahan kimia yang memungkinkan terjadi interaksi bila tercampur dengan bahan kimia lain, seperti obat obatan, makanan maupun minuman.
Hindari alkohol jika mengkonsumsi obat antihistamin, obat batuk yang mengandung dextromethorpan.

5. Perhatikan cara pemakaian dan dosis penggunaan obat. Bila meminum obat dalm bentuk sirup,gunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan obat.

6. Berhati-hatilah membeli obat bebas untuk anak, telitilah dosis pemakaiannya.

7. Hindarilah menggunakan obat bebas dalam jangka waktu panjang. Jangan sepelekan pesan “Bila sakit berlanjut maka hubungi dokter !”

8. Jika Anda pengidap penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, sedang hamil atau menyusui maka sebaiknya konsultasikan pada dokter Anda, obat apa yang harus Anda minum. Adalah beresiko bagi Anda dengan riwayat seperti diatas jika, memilih obat bebas sendiri.

Hati-Hati dan Cermati Memilih Obat Bebas di Pasaran
Logo lain yang biasa terdapat pada kemasan obat

9. Meminum obat-obat  bebas ini hanyalah meredakan gejala dari penyakit yang Anda derita . Beberapa penyakit yang disebakan virus seperti flu,pilek,batuk dan demam dapat sembuh dengan sendirinya karena daya tahan tubuh Anda melawan virus dengan baik. Tentunya dengan Jika penyakit  tak kunjung sembuh artinya ada  sesuatu yang salah dalam tubuh Anda. Maka berkonsultasi pada dokter adalah tindakan yang tepat. Semoga tips dan keterangan diatas dapat membantu Anda agar lebih cermat dan berhati-hati dalam memilih obat bebas yang tepat bagi Anda.

Check Also

Cara Membuat Jus Semangka Untuk Obati Asam Urat

Bagaimana cara membuat jus buah semangka (obati Asam urat) ? Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwasanya ...

...