Home / Artikel Kesehatan / Hati-Hati Menggunakan Bawang Putih Sebagai Obat Jika Anda Termasuk Kriteria Ini

Hati-Hati Menggunakan Bawang Putih Sebagai Obat Jika Anda Termasuk Kriteria Ini

Bawang putih adalah herbal alami yang sangat baik yang juga dikenal sebagai penyedap masakan. Selama berabad-abad, orang telah menggunakan bawang putih sebagai obat untuk mencegah atau mengobati berbagai macam penyakit. Pengobatan menggunakan Bawang Putih telah digunakan selama lebih dari 500 tahun hingga sekarang. Selain populer untuk digunakan sebagai bumbu dalam banyak masakan di berbagai negara, ada pula orang yang makan beberapa siung bawang putih mentah, tanpa mengkhawatirkan bau nafas mereka. Bawang Putih juga biasa dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau bentuk minyak. Nutrisi dan berbagai sifat obat dari herbal bawang putih lah yang membuatnya begitu bermanfaat.

Kandungan nutrisi bawang putih

Terdapat berbagai manfaat bawang putih bagi kesehatan, hal ini adalah karena bawang putih mengandung nutrisi meliputi vitamin C, vitamin B6, kalium, kalsium, fosfor, selenium, seng dan mangan. Ini adalah sumber yang kaya senyawa belerang yang disebut allicin, sebagai penyebab bau bawang putih yang menyengat. Senyawa sulfur lain yang terdapat dalam bawang putih antara lain arginin, saponin, beta karoten, asam ferulic, geraniol, dan berbagai polyohenol. Bawang putih memiliki berbagai sifat penyembuhan seperti antivirus, antijamur, antibakteri, dan analgesik. Bawang putih ketika dimasak cenderung kehilangan beberapa nutrisi, tetapi masih tetap dapat bermanfaat untuk kesehatan.

Beberapa orang yang sangat sensitif terhadap bawang putih dapat menyebabkan beberapa efek samping yang parah. Masalah kesehatan juga bagi orang-orang tertentu  ini tidak bisa dianggap enteng karenanya perlu kehati-hatian

Namun demikian, ada enam jenis orang yang tidak boleh menjalani terapi konsumsi herbal bawang putih.

1. Orang yang memiliki masalah hati/Liver

Dipercaya bahwa bawang putih bersifat antibakteri dan antivirus dan dapat membunuh bakteri dan virus, sehingga beberapa orang menggunakan bawang putih untuk mencegah hepatitis. Juga, orang yang menderita penyakit hepatitis makan bawang putih setiap hari untuk menyembuhkannya. Bawang putih tidak dapat digunakan untuk mengobati atau membunuh virus hepatitis.

Beberapa elemen dalam bawang putih dapat menyebabkan stimulasi pada lambung dan usus, yang dapat menghambat sekresi pencernaan di usus, dan mempengaruhi pencernaan makanan, sehingga memperparah banyak gejala untuk pasien hepatitis, seperti mual.

Selain itu, penggunaan berlebihan dari bawang putih dapat menyebabkan anemia karena beberapa komponennya menurunkan sel darah merah dan hemoglobin.

2. Orang yang menderita diare non-bakteri

Jika pasien dengan diare mengkonsumsi bawang putih mentah, rasa pedas bawang putih dapat merangsang usus yang dapat menyebabkan hiperemia mukosa usus dan edema, dan membuat kondisi lebih buruk.

Jika sedang menderita diare, sebaiknya lebih berhati-hati dalam konsumsi bawang putih.

3. Orang dengan penyakit mata

Pasien dengan penyakit mata harus mencoba untuk tidak makan bawang putih, terutama yang dengan status kesehatan yang buruk. Dokter ahli  pengobatan tradisional Cina percaya bahwa konsumsi rutin bawang putih dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama akan merusak mata dan hati, juga dapat memicu hypopsia, tinnitus, kehilangan memori dan sebagainya.

4. Pasien sebelum operasi

Pasien yang akan menjalani operasi harus berhenti mengonsumsi bawang putih setidaknya dua minggu sebelum operasi dijadwalkan karena mungkin memperpanjang perdarahan.

5. Wanita hamil dan menyusui

Ketika Bawang putih diambil dalam kadar  jumlah yang biasanya ditemukan dalam masakan, bawang putih cenderung aman untuk digunakan selama kehamilan.

Oleh karena bawang putih mungkin tidak aman bila digunakan dalam kadar berlebihan dalam skala  tertentu selama kehamilan dan saat menyusui, sebaiknya batasi penggunaan bawang putih sebagai obat.

6. Orang dengan tekanan darah rendah

Hal ini dapat menurunkan tekanan darah. Secara teori, mengkonsumsi  bawang putih mungkin bisa membuat tekanan darah menjadi terlalu rendah pada orang dengan tekanan darah rendah.

7. Alergi Bawang Putih

Di samping itu ada juga mereka yang memiliki alergi Bawang Putih. Tanda-tanda alergi bawang putih dapat meliputi hal-hal di bawah ini:

Ruam kulit

Ruam kulit dapat terjadi di mana saja pada tubuh yang dapat menyebabkan gatal-gatal yang amat sangat. Bawang putih juga dapat menyebabkan kulit kemerahan.

Peradangan

Pembengkakan dapat terjadi di sekitar mulut dan wajah. Pada beberapa kasus, lidah dan bibir menjadi bengkak.

Gangguan pernafasan

Mengonsumsi bawang putih dalam bentuk murni atau melalui suplemen dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernafas, jika orang tersebut alergi terhadap bawang putih. Sesak napas atau kesulitan bernapas adalah gejala dari alergi.

Check Also

Menurut Studi Terbaru Makan Cabai Pedas Dapat Memperpanjang Hidup Anda

Peneliti menganalisa data terhadap lebih dari 16.000 orang Amerika, yang diikuti mereka yang berusia rata-rata ...

...