Home / Artikel Kesehatan / Jawaban Untuk Kegalauan Ibu Menyusui

Jawaban Untuk Kegalauan Ibu Menyusui

Menjadi seorang ibu adalah kebahagian bagi setiap wanita. Menimang dan menyusui buah hati adalah kenikmatan dan anugerah dari Tuhan. Namun, dimasa-masa menyusui akan timbul pertanyaan-pertanyaan, terutama bagi ibu baru yang belum berpengalaman. Diantaranya  :

1. Seberapa sering dan lama bayi harus disusui?

Ibu menyusui bayinya  berdasarkan permintaan bayi .Berikan ASI  setiap kali bayi menginginkan. Bagi kebanyakan bayi baru lahir, ia akan menyusu setiap dua sampai tiga jam, baik siang dan malam. Seiring bayi tumbuh lebih besar, ia akan mulai membentuk pola menyusui yang lebih teratur.

Menyusui setiap kali bayi menginginkan tidak hanya meningkatkan produksi ASI Ibu, namun juga mencegah payudara Ibu membengkak atau tersumbat. Karena ASI lebih mudah dicerna bayi daripada susu formula, maka Ibu mungkin akan lebih sering menyusui dibandingkan ibu yang menggunakan susu sapi formula untuk bayinya.

2. Apa itu kolostrum ? pentingkah?

ASI pertama yang keluar adalah kolostrum, yang sangat dibutuhkan bayi yang baru dilahirkan. Kolostrum adalah cairan yang kental, lengket dan berwarna kekuningan, mengandung sedikit lemak, lebih banyak protein, vitamin, mineral dan antiobodi. Kolostrum adalah vaksin alami, yang melindungi bayi anda dari penyakit dan wabah. Ia juga berfungsi sebagai pencahar alami untuk mencegah bayi menderita sakit kuning. Oleh karenanya IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ) sangat dianjurkan,agar  bayi  mendapatkan kolostrum ASI sesaat  baru dilahirkan .adalah sangat penting memberikan kolostrum pada hari-hari pertamanya lahir ke dunia.

3. Bayi saya menggigit puting ibu, bagaimana menghentikannya?

Bila bayi menggigit puting susu mungkin karena ibu salah posisi saat menyusui,atau ia sedang tumbuh gigi, atau bisa juga karena ia kedinginan atau mengalami infeksi telinga. Bila bayi menggigit bukan berarti tanda bahwa sudah waktunya menyapih. Cara terbaik untuk mencegah bayi menggigit adalah untuk memastikan posisi menyusui sudah tepat dan benar. Saat posisi pelekatan sudah baik dan ia menghisap susu, tak mungkin baginya untuk menggigit, karena logikanya bila ia menggigit, puting itu letaknya terlalu maju di depan mulutnya, alias mulut bayi tidak di areola. Jadi penting sekali untuk belajar mengenai posisi pelekatan yang baik, hal ini juga membantu bayi mendapatkan ASI yang cukup sehingga ia tidak kelaparan atau kurang berat badan.

Untuk bayi yang sudah lebih besar dan sedang tumbuh gigi, umumnya ia sudah mengerti bila diajak bicara, beritahu padanya bahwa Ibu jangan digigit, tawarkan padanya mainan steril untuk digigit-gigit (teething ring). Puji dan peluk ia saat ia sudah tidak menggigit Ibu.

4. ASI ibu kadang merembes membasahi pakaian ibu, normalkah?

ASI merembes ke baju memang merupakan masalah, terutama di masa-masa awal menyusui. Sering menyusui bayi adalah salah satu cara mengatasinya, namun bagi ibu bekerja selama jam kerja tentu tidak bisa dilakukan. Gunakan penyerap ASI (nursing pads) pada bra, dan sebagai pengaman tambahan gunakan baju kerja bermotif pola. Saat Anda merasa let-down reflect (payudara menjadi berat dan terasa ada aliran ASI) namun belum bisa memompa ASI saat itu, silangkan kedua lengan anda didepan dada, tekanan ini bisa menghentikan let-down reflect tersebut. Selalu simpan ekstra tambahan penyerap ASI dan bra serta baju kering didalam tas kerja Anda.

5. Mengapa tiba-tiba bayi menyusu lebih banyak dan lebih lama?

Ada beberapa kemungkinan alasan untuk peningkatan frekuensi menyusui. Banyak bayi yang mengalami peningkatan menyusui selama beberapa hari pada 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan, yang dinamakan growth spurth (lonjakan pertumbuhan). Ikuti saja pola frekwensi tersebut, Ibu akan mendapati ia akan lebih bahagia dan sehat.

Kadang-kadang bayi akan menyusu lebih sering saat dia merasakan sakit demam,atau saat bayi merasa stress karena diajak berpergian,terlau banyak tamu atau bayi setelah berpisah dengan ibu untuk beberapa lama.

6. Ibu pernah berhenti menyusui,bisakah ibu menyusui bayi kembali ?

Seorang wanita bisa saja berhenti menyusui sementara karena beberapa sebab. Mungkin disaat darurat, Ibu harus berpisah dari bayi karena pekerjaan atau karena sakit. Ibu bisa melakukan relaktasi atau menyusui kembali.  Namun dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Cara terbaik adalah tawarkan payudara pada bayi sesering mungkin. Perlu waktu yang panjang bagi ASI Ibu untuk berhenti diproduksi sama sekali. Jadi, meskipun Ibu sudah berhenti menyusui  untuk jangka waktu lama, pasti Ibu masih punya ASI didalam payudara, yang akan mulai berproduksi lagi saat sering menerima rangsangan hisapan bayi, yang juga memicu hormon oksitosin (hormon cinta) yang memperbanyak ASI. Semakin sering menyusui, semakin banyak ASI diproduksi. Pompa juga ASI untuk menstimulasi produksinya. Selama proses peralihan dari formula ke ASI, tidak apa apa bila masih diselingi pemberian formula, tapi jangan memakai dot.

7. Dapatkah Ibu menyusi bila pernah melakukan Operasi Payudara?

Ya, tentu saja. Namun wanita yang pernah melakukan operasi payudara (pembesaran/pengecilan) bisa mengalami produksi ASI yang kurang, terutama yang menjalani operasi pengecilan payudara. Tapi jangan khawatir, banyak hal untuk meningkatkan produksi ASI, kembangkan pikiran positif bahwa Ibu sedang melakukan hal terbaik bagi bayi. Meskipun ASI sedikit namun tetap sangat bermanfaat bagi pertumbuhannya, daripada bayi yang 100% disusui dengan formula. Menyusui tidak hanya memberikan makan kepada bayi, namun merupakan ikatan emosional bagi ibu dan bayi.

8. Apakah menyusui harus dijadwal ?

Bayi mengikuti insting alami mereka untuk makan. Lebih penting untuk memperhatikan reaksi bayi dibandingkan melihat jam di dinding. Bayi harus makan sering, 12 sampai 18 kali sehari untuk bayi yang baru lahir. Bayi kadang-kadang butuh asupan lebih sering, terutama pada saat grwoth spurt (lonjakan pertumbuhan) atau sedang sakit. Menjadwalkan waktu menyusui bayi akan menghasilkan bayi yang cengeng, kelaparan dan kurang berat badan.

9. Haruskah bayi tidur bersama Ibu?

Ibu telah tidur meringkuk di samping bayi mereka selama ribuan tahun di seluruh dunia. Hanya baru-baru ini saja dalam budaya Barat, bayi telah dimasukkan ke dalam boks dan tidur sendirian. Tidur dengan bayi Anda, atau co-sleeping, membuat mereka disusui  hari jauh lebih mudah di malam hari. Daripada bangun malam karena tangisan bayi, berjalan dengan susah payah menyusuri lorong menuju kamar bayi, mengeluarkan bayi dari boks, disusui, lalu kembali ke kamar tidur Ibu, lebih baik membawa bayi tidur bersama Ibu. Pastikan juga keamanannya, jangan banyak selimut dan bantal dekat kepala bayi, dan jangan letakkan dia di pinggir. Saat malam ia terbangun karena lapar, tinggal sodorkan payudara dan ia akan mulai menyusu. Beberapa ibu tertidur saat bayi masih menyusui, dan bayipun akan juga tertidur. Hasil akhirnya adalah bahwa ibu dan bayinya  mendapatkan lebih banyak istirahat bersama. Jangan khawatir, anak  tidak akan tidur selamanya  bersama ibu. Akhirnya, sesuai pertumbuhannya anak-anak tidur di tempat tidur mereka sendiri.

Check Also

5 Kebiasaan Sehari-Hari Yang Dapat Merusak LIVER

Hati adalah salah satu organ vital tubuh dan sangat penting bagi kehidupan. Terletak di sebelah ...

...