Home / Tehnik Pengobatan / Ruqyah Syariyah / Memahami A’in Atau “BENCANA” Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya

Memahami A’in Atau “BENCANA” Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya

Terdapat banyak hadis Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam yang menyebut mengenai ‘ain dan ini membuktikan kebenarannya dan kewujudannya. Ia mungkin kedengaran agak janggal bagaimana pandangan mata itu bisa merusak, menimbulkan mudarat atau menyebabkan seseorang itu sakit. Tetapi sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan perkara ghaib, kita wajib menerima perkara ini walaupun ia sukar diterima akal dan kita perlu mengambil langkah berjaga-jaga dengan ‘ain supaya tidak menimpa kita dan ‘ain kita tidak pula menimpa orang lain. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata : Sesungguhnya pandangan mata itu adalah benar. [Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi dan Ahmad] Disebutkan dalam penjelasan hadis ini bahawa pandangan mata itu adalah sesuatu yang telah Allah jadikan sebagai satu sebab yang boleh memudaratkan dan ia memang benar-benar wujud! Ia bisa terjadi apabila orang yang memandang itu kagum dengan sesuatu yang dipunyai oleh orang lain, lalu dia menginginkan kebinasaan atau kemudaratan ke atas orang itu [Lihat : al-Mubarakfuri, Tuhfat al-Ahwazi, 6/186]. Dari Ibn ‘Abbas radhiyallallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam berkata : “Pandangan mata itu adalah benar, jika ada satu perkara yang boleh mendahului qadar (ketetapan Allah), maka ‘ainlah yang boleh mendahuluinya”. [Diriwayatkan oleh Muslim] Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata, yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya. Dari Amir bin Robi’ah radhiyallahu anhu : Rosullulloh shollallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad). Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, Nabi shollallahu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar, maka akan didahului oleh ‘ain. Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya.

Ibnu Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan: Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum Muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shollallahu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Allah dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Dari Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : “Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata: “Atas dasar apa kalian mau  membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya! Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malik, IbnunMajah & Ibnu Hiban).

Jenis-jenis ‘Ain

Ibnu Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis : ’ain insi (‘ain berunsur manusia) dan ‘ain jinni (‘ain berunsur jin). Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallahu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (HR. Bukhari, Muslim dan Thabrani) Al-Husain bin Mas’ud Al-Farro berkata : Adapun sabda beliau “sa’fatun (kusam) bermakna “Nadzrotun” (terkena ‘ain dari unsur jin).

Bagaimana cara mengetahui orang yg menyebabkan dampak penyakit ‘ain ?

1. Kabar dari orang lain tentang seseorang yang telah berbicara banyak tentangnya tanpa menyebut asma Allah, maka orang ini bisa masuk ke dalam orang-orang yang dicurigai menyebabkan ‘ain.

2. Segala yang terlintas dalam hati korban, yakni selalu terbayang dengan orang tertentu yang ia kenal, atau terkadang terdapat perasaan yg tidak biasa, tidak nyaman, dan aneh ketika berpapasan atau berdekatan dengan orang tersebut, sering bermimpi dengan orang yang sama dan seakan-akan orang tersebut melemparinya dengan panah atau semacamnya. Maka orang itu juga bisa masuk kriteria orang yang dicurigai bahwa dia yang menyebabkan ‘ain kepadanya.

3. Tersiar kabar tentang seseorang yang telah memuji dengan berlebihan tanpa menyebut nama Allah, maka orang tersebut juga bisa masuk kriteria orang yang dicurigai.

Apakah ini termasuk su’udzon dan perbuatan dosa?

Tentu bukan termasuk su’udzon dalam perkara ini dan juga bukan termasuk ghibah ketika menyebutkan orang yang memungkinkan untuk dicurigai. Dalilnya sangat masyhur, yaitu hadits yg diriwayatkan oleh imam Malik, Abu Dawud, dll : ( dalam terjemahan bebasnya ): Amir bin Rabi’ah memandang ke arah Sahal bin Hunaif, kemudian berkata, “Aku tidak melihat sesuatu seperti hari ini dan tidak pula kulit wanita yg bercadar.” Tiba-tiba Sahal jatuh pingsan. Lalu dia didatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kemudian ada yang berkata kepada beliau, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang Sahal? Demi Allah, dia tidak bisa mengangkat kepalanya.” Beliau bersabda, “Apakah kalian bisa memperkirakan siapa pelakunya?” Mereka menjawab, “Kami mengira Amir bin Rabi’ah.” Beliau pun memanggilnya, lalu marah kepadanya seraya berkata, “Mengapa salah seorang diantara kamu membunuh saudaranya sendiri? Maukah kamu memberikan berkah kepadanya? Mandilah dan berikan bekas air mandimu kepadanya.” Dia kemudian membasuh wajahnya, kedua tangannya, kedua sikunya, ujung kedua kakinya, lalu bagian dalam sarungnya dalam satu wadah, kemudian ketika disiramkan kepadanya Sahal bangun dan sadarkan diri.

APAKAH MUNGKIN pengaruh ‘ain timbul dari orang yg menyayangi kita?

Ya, sangat mungkin pengaruh ‘ain berdampak justru dari orang-orang terdekat dan paling sayang terhadap kita. Karena tidak ada ketentuan dalam ‘ain itu timbul hanya karena adanya hasad atau dengki dari orang lain saja. Bahwasannya ‘ain adalah : “Menentukan sifat tertentu yg kemudian membuat setan itu takjub lalu kemudian ia meluncur dan menyakiti orang yang disifatkan.” Maka hal tsb sangat memungkinkan terjadi dari orang yg sayang kepadanya, Syaikh Hazim al- Hamdiy mengisahkan tentang kisah seorang ayah yang menyebabkan dampak ‘ain kepada putranya hingga menyebabkan putranya lumpuh. Ia telah membawanya kesana kemari untuk berobat tapi tak kunjung sembuh, akhirnya setelah dibacakan doa-doa ruqyah kepada anak tersebut, anaknya muncul rasa curiga kepada ayahnya, maka ia pun meminum bekas air yg diminum oleh ayahnya. Maka ketika itu juga anaknya langsung bisa berdiri..!!! ‘Ain juga bisa timbul dari orang-orang yang shaleh, dalil kuat mengenai hal ini adalah kisah Sahal bin Hunaif dan ‘Amir bin Rabi’ah di atas, mereka adalah shahabat Rasulullah, mereka juga orang-orang yang amat dicintai dan sangat dekat dengan Rasulullah, ridha Allah atas mereka semua.

Maka siapakah kita sekarang ini dibanding mereka sehingga aman dari dampak pengaruh ‘ain?

Untuk Pengobatan ‘Ain Lakukan hal-hal berikut :

1. Memahamkannya dan meminta agar ia berwudhu atau mandi, kemudian air bekasnya ditampung lalu dimandikan kepada korban.

2. Jika merasa segan mengatakannya, usahakan makan dan minum bersama-sama dengan orang yg dicurigai dalam SATU WADAH.

3. Meminum bekas air minum orang yang dicurigai, entah itu teh, kopi, susu, atau yg lainnya.

4. Bisa juga dengan meletakkan kain kasa yg basah di tangan orang yg tertuduh, dicelupkan air, diangkat kasanya lalu diminumkan

5. Meletakkan kain pada apa-apa yang selalu disentuh oleh orang yang tertuduh, semacam gagang pintu rumahnya, mobil, dll. Ini dilakukan jika memang orangnya benar-benar dengki kepada korban dan tidak memungkinkan untuk ditemui.

Apa yang akan terjadi jika sudah diambil beberapa bekas dari orang yg tertuduh ?

  1. Mual
  2. Sakit perut/diare
  3. Gatal-gatal di seluruh tubuh atau sebagian tubuh
  4. Tidur amat nyenyak
  5. Muncul semacam bisul kecil di tubuh
  6. Bisa bernafas panjang setelah sebelumnyabernafas pendek
  7. Koma sementara dan ini dampak dari besarnya ‘ain yang berdampak kepadanya, dan setelahnya insya Allah sembuh total.

Doa Perlindungan dari Ain Memahami A'in Atau "BENCANA" Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memohon perlindungan daripada Allah untuk Hasan dan Husain dan Baginda shallallahu ‘alayhi wa sallam membaca : أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَةِ مِنْ كُلِ شَيْطَانٍ وَهَامَةٍ وَمِنْ عَيْنٍ لَامَةٍ Maksudnya : Aku memohon perlindungan dengan kalimah Allah yang sempurna (nama-nama Allah) ke atas kamu berdua daripada segala syaitan, binatang berbisa dan pandangan mata yang jahat.[Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Kalau sulit ditemukan orang yg dicurigai?,coba Diruqyah dgn : 1. Alfatihah 2. Ayat Kursi 3.Al Mulk/Tabarok. (Sebaiknya aya 3-4 di ulang2. Mulai kalimat “Farj’il bashoro. dilanjut sampai akhir surat) 4.Al Qolam 51-52 5. 3QUL(Al ikhlas,Alfalaq dan An naas).

Untuk penjagaan anak agar tdk terkena ‘Ain, sejak bayi sebaiknya dibacakan kalimah tammah sbb: U’idzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithoniw wa haammati wamin syarri ‘ainil laamah”. Ditiupkan di-ubunnya.ada juga tehniknya dibacakan dijempok tangan kita. Kemudian ditempelkan dikening(antara kedua alis mata bayi). Catatan: kalau anaknya pr. Kata “U’idzuka” ganti dg “U’idzuki”.
‘AIN DILIHAT DARI SISI KAJIAN SEORANG SPIRITUALIS skema ‘ain seperti yang dituliskan dalam blog Nn. Priyanka Lotlikar menggambarkan bahwa  berdasarkan pengetahuan dimensi spiritual/ halus melukiskan efek halus dari menyalurkan ‘evil eye’/ mata jahat. Hal ini menunjukkan proses dimensi spiritual/ halus yang ia amati ketika seseorang menyalurkan evil eye kepada orang lainnya. Memahami A'in Atau "BENCANA" Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya efek dari pandangan Jahat setan Memahami A'in Atau "BENCANA" Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya

CONTOH TEHNIK APLIKASI MENYEMBUHKAN A’IN

sumber dari :Ustad Perdana Akhmad/Peruqyah (Founder QUranic Healing Indonesia)

Tehnik mengambil jejak tubuh pembuat ‘ain.

‘AIN adalah pandangan mata dengki, kagum berlebihan yang menimbulkan kerusakan atau musibah. Baru meruqyah pasien seorang wanita yang dahulunya ketika masih muda umur 17 tahun pernah dibawa lari oleh seorang oknum kikum (kyai dukun) selama 1 bulan akhirnya dinikahkan. Selama menikah hidup wanita ini tidak bahagia sebab suaminya berpropesi sebagai penjual jimat dan banyak memiliki ilmu kesaktian juga bermata keranjang. Wanita ini sering ribut dengan suaminya akhirnya suaminya mengizinkan wanita ini pergi, sebelum pergi suaminya memegang tangan wanita ini lalu menyuruh memandangi matanya lalu berkata ” engkau tidak akan pernah lepas dariku, siapapun suamimu tidak akan dapat menghamilimu”. Akhirnya wanita ini bercerai dengan kikun tsb. Lalu menikah dgn pria lain, selama lebih 7 tahun menikah sama sekali tidak mendapatkan keturunan. Ketika saya ruqyah, wanita ini selalu terbayang sebuah mata ditempat gelap maka saya menyuruh wanita ini memejamkan matanya lalu menunjuk mata ghoib itu sembari membaca ayat kursi. Setelah dibaca berulang ulang lalu ditiupkan wanita ini melihat mata itu masuk dalam sebuah pusaran air lalu menghilang. Sy lalu meminta wanita ini memasukkan jari tangannya kedalam air dan mengucapkan :

1. Ta’awudz

2. Shalawat nabi 3 x

3. Doa ” Ya Rab, hamba berniat mengambil jejak tubuh bekas suami hamba yang bernama “……..” putuskanlah hubungan dan ikatan lahir bathin hamba dengannya, sembuhkanlah hamba dari gangguan ‘ainnya, Aamiin ya Rab” Setelah itu saya menyuruhnya mbaca alfatihah dan meniupkan sendiri kedalam cangkir yg berisi air lalu meminumkannya. Alhamdulillah reaksinya langsung mual mual sebagai efek detoksifikasi. Semoga ibu ini lepas dari penyakit ‘ain yang ditimpakan mantan suaminya pada ibu tersebut, Aamiin ya Rab.

Semoga para peruqyah dapat menduplikasi tehnik ini, sebab obat utama dari ‘ain adalah mengambil jejak bekas tubuh orang yang mengirim ‘ain, jika orangnya ga mungkin dimintai berwudhu atau tidak ada bekas bajunya cukup mencelupkan tangan yang bernah bersentuhan dengan pengirim ‘ain. Memahami A'in Atau "BENCANA" Pandangan Jahat /Takjub Dan Tehnik Pengobatannya Atau cara lain jika pengirim ‘ain pernah duduk, berbaring disuatu dipan, kursi atau kasur cukup mengusapkan tangan sembari meminta pada Allah mengambil jejak tubuhnya lalu memasukkan tangan kedalam air, berdoa laku buat mandi atau minum.

Wallahu a’lam.

sumber:

Facebook Ustad Perdana Akhmad  di https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10205460729219652&set=a.3269816066265.2126240.1293252190&type=3&theater

‘Ain : Pandangan Mata Yang Jahat

http://www.spiritualresearchfoundation.org/indonesian/mata-jahat-evil-eye dan Admin tambahan

Check Also

Inilah Yang Harus Dilakukan Ketika Digigit Ular Berbisa

Inilah Yang Harus Dilakukan Ketika Digigit Ular Berbisa

Guys.. pernah gak kebayang dipikiran kalian, ketika sedang melakukan camping di pegunungan, tiba tiba kalian ...

...