Home / Artikel Kesehatan / Putih-Putih Keras di Permukaan Gusi Anak? Ini Mungkin Sebabnya!

Putih-Putih Keras di Permukaan Gusi Anak? Ini Mungkin Sebabnya!

Hari ini saya dan suami agak dibuat gelisah, setelah menyadari bahwa di permukaan gusi depan bagian atas dari salah satu anak perempuan saya yang kembar Naura, didapati semacam tonjolan kecil berwarna putih dan keras. Tadinya saya kira itu semacam nanah karena sariawan, tapi setelah Saya perhatikan dan saya raba terasa kasar dan keras seperti gigi. Kaget juga saya, karena saya pikir Naura memang sudah berumur 5 tahun lebih dan biasanya usia segitu menurut pengalaman saya, seperti yang terjadi pada kakak-kakaknya akan tumbuh gigi baru atau gigi permanen. Saya khawatir jika tonjolan putih di tengah permukaan gusi itu adalah gigi permanen. Masak iya, gigi permanennya akan tumbuh di tengah permukaan gusi, sedangkan gigi susunya belum copot.

Bermacam-macam pikiran buruk menghampiri pikiran kami berdua. Yang paling saya takutkan adalah Naura harus mengalami operasi gigi.

Untuk mengobati kegalauan kami, akhirnya malam itu kami gogling sana-sini untuk mencari informasi mengenai hal ini. Siapa tahu ada orang lain yang punya pengalaman bermasalah dengan gigi anaknya yang serupa dengan yang kami alami saat ini.

Alhamdulillah, pencarian kami berhenti pada tulisan seorang Blogger yang pernah mengalami kegalauan serupa dengan kami. Diceritakan anaknya yang seusia dengan anak kami itu, di gusinya juga ada tonjolan putih di permukaan gusinya. Setelah dibawa ke dokter spesialis gigi ternyata hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Dokter gigi itu menjelaskan bahwa tonjolan putih itu adalah akar gigi susu yang terdesak oleh akar gigi permanen anak. Sehingga ia keluar dari permukaan gusi. Tindakan yang diambil bukanlah mencabut gigi susu anak, melainkan hanya menghaluskan permuakaan akar gigi susu yang menonjol itu, maksudnya agar permuakaan akar gigi susu yang menonjol itu tidak tajam dan melukai bibir dalam anak. Sampai di situ kami merasa lega, karena ternyata tindakan yang diambil dokter gigi tersebut tidak se-ekstrim yang kami bayangkan. Beberapa komentar yang masuk dalam blog tersebut ternyata juga menunjukkan banyak orangtua yang merasa resah karena keluhan yang sama. Berarti masalah ini sudah umum terjadi.

INI DISEBUT ULCUS DECUBITUS

Di bidang kedokteran gigi, ulcus decubitus dapat terjadil seperti pada kasus di atas. Gigi susu atau gigi sulung adalah gigi-geligi yang pertama kali tumbuh pada periode tumbuh kembang anak. Pertumbuhannya sendiri diawali dengan gigi seri bawah, pada usia rata-rata 6 bulan, kemudian dikuti dengan pertumbuhan gigi seri atas, kemudian gigi taring dan gigi geraham. Biasanya gigi susu sudah lengkap pada usia 2 tahun. Gigi susu pada anak bila telah mencapai usia 6 tahun, maka akan digantikan oleh gigi tetap. Pergantian inilah yang memerlukan perhatian khusus dari orang tua, karena jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kelaianan disaat anak tumbuh dewasa nanti.

Kelainan tersebut bisa terjadi anatara lain susunan lengkung gigi anak tumbuh tidak baik saat dewasa nanti, gigi dapat tumbuh lebih maju atau lebih mundur dari lengkung yang seharusnya, bisa juga menyebabkan pertumbuhan gigi yang tumpang tindih, dan resistensi gigi susunya, sehingga bila dicabut pada usia dewasa akan menyebabkan celah pada daerah tersebut. Selain itu, akar gigi susu akan terdorong oleh gigi tetap dan keluar dari gusi, kondisi ini disebut dengan ulkus decubitus.

Bedanya dengan Gigi Tetap yang akan Tumbuh
Ujung akar gigi ini bisa dibedakan dari gigi tetap yang baru tumbuh. Selain dokter gigi melihat usia anak seperti pada kasus di atas. Anak baru berusia 4 tahun, berarti belum masanya tumbuh gigi seri tetap atas yang baru akan muncul pada usia sekitar 7 tahun. Hal lain yang dapat dibedakan adalah dari bentuknya, bila gigi tetap umunya bentuknya halus, lebarnya melebihi ukuran lebar gigi susu. Ujung akar gigi susu yang muncul dari gusi umumnya kecil, runcing dan tajam.

Penanganannya

Penanganann kasus ulcus decubitus adalah dengan pencabutan sisia akar gigi susu tersebut, sehingga ujung akar tidak lagi melukai gusi. Alangkah baiknya bila orang tua telah melihat ujung akar gigi keluar dari gusi, dan anak segera dibawa ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan sebelum sempat melukai gusi dan pangkal selaput bibir bagian dalam. Untuk anak yang takut giginya dicabut, bisa dilakuakn tindakan darurat dengan memotong ujung yang tajam tadi, sehingga tidak lagi melukai gusi, dengan suatu alat khusus.

Jadi apabila orang tua menemukan “putih-putih” di daerah ujung akar gigi yang telah kehilangan mahkotanya, terlihat runcing kecil dan tajam, apalagi sudah menimbulkan luka seperti sariawan. Maka, segeralah ke dokter gigi untuk mencari pertolongan, karena luka ulcus decubitus menimbulkan rasa perih, sakit, dan tidak nyaman bagi anak untuk makan dan minum.

Jadi sebaiknya Saya harus tetap membawa anak saya berkunjung ke dokter gigi ya…

Sumber: https://diahanasblog.wordpress.com/2013/09/13/dokter-gigi/

Ulcus Decubitus pada Rongga Mulut Anak

Check Also

Cara Membuat Jus Semangka Untuk Obati Asam Urat

Bagaimana cara membuat jus buah semangka (obati Asam urat) ? Imam Ibnul Qayyim menegaskan bahwasanya ...

...