Home / Artikel Kesehatan / Ranjau Maut Biji Kasturi (Castor bean)

Ranjau Maut Biji Kasturi (Castor bean)

Tanaman dengan nama latin Ricinus Communis  ini merupakan tanaman yang  bijinya bisa diproduksi untuk minyak jarak dengan banyak manfaat ,beberpa negara dunia ada yang membudidayakan tanaman ini seperti Amerika serikat, Cina dan India
Castor bean atau biji kasturi yang sering disebut sebagai jarak pagar , ternyata mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Racun yang terkandung disebut risin yang sangat berbahaya bagi manusia. Walaupun minyak jarak digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat. Namun demikian kita tidak pernah keracunan, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping.

Jumlah 500 mikrogram (1 mikrogram = satu per sejuta gram) risin atau hanya sebesar ujung peniti sudah cukup untuk membuat manusia menemui kematiannya.
Pada tahun 1888,Stillmark merupakan ilmuwan yang mengadakan penelitian ekstrak biji kasturi (castor bean) terhadap sel darah merah. Kesimpulannya membuktikan bahwa ekstrak biji kasturi mampu membekukan sel darah merah.
Kemampuannya ini membuat risin menjadi zat bioteroris yang ditakuti. Namun di sisi lain, kemampuan potensialnya membunuh sel menjadi harapan bagi pengembangan teknik penyembuhan penyakit seperti tumor, kerusakan sumsum tulang, dan AIDS.
gejala keracunan zat risin
batuk
demam
sulit bernafas
mual
muntah
kulit berwarna kehijaun
tensi darah turun
dehidrasi
diare
halusinasi
buang kecil disertai darah
jika kena mata maka mata jadi merah

karena racunnya yang sangat berbahaya mematikan dan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat ,maka guinnes world record,menetapkan tanaman ini sebagai tanaman yang paling beracun di dunia yang hingga saat ini dan belum ada penangkalnya

Check Also

Dokter Mesir Temukan Obat Pulihkan Penglihatan Dengan Metode Keringat Dalam Al Quran Surah Yusuf

Salah satu perusahaan farmasi Swiss mulai memproduksi obat baru yang disebut “Obat Al-Quran” yang memperbaiki ...

...