Home / Artikel Kesehatan / Keajaiban Makan 7 Kurma (Ajwa) Dan Susu

Keajaiban Makan 7 Kurma (Ajwa) Dan Susu

keajaiban 7 Kurma dan susu.

Lihatlah keajaiban-Nya! Di pagi hari ia Nabi kita ﷺ akan makan tujuh kurma dan satu cangkir susu setiap hari. Dia tidak pernah berhenti mengkonsumsi  itu dan para sahabat bertanya tentang hal ini, dan dia berkata,

Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang didalamnya tidak ada kurma, penghuninya adalah orang-orang lapar.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, “Kurma ajwa yang baik berkhasiat sebagai penyembuh.”

Aisyah berkata, “Rasulullah telah menyebut kurma dan susu sebagai makanan terbaik diantara makanan lainnya.”

Muslim berkata, “Abdullah bin Ghifar melihat Rasulullah mengonsumsi mentimun bersama kurma rutab.”

Sa’ad ra mendengar Rasulullah bersabda, “Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.” (HR. Bukhari).
“Ini campuran Kurma dan susu menghasilkan tenaga ke otak untuk agar berpikir dengan baik dan ini dibutuhkan untuk mengeluarkan racun dari tubuh.”

Bahkan sahabat rasul mengikutinya dengan makan tujuh kurma dan juga minum susu.

Baru-baru ini, sekitar enam atau tujuh tahun yang lalu, para ilmuwan mencoba untuk melihat mengapa Nabi kita mengatakan hal tersebut bahwa, sehingga kemudian para ilmuwan menguji mereka mengambil tujuh kurma dan satu cangkir susu dan memasukkannya ke dalam perut buatan dengan semua enzim dan asam yang ada di perut dan mulai bekerja. Tiba-tiba cahaya biru itu berasal dari pusat perut ke otak bahwa mereka dapat melihat.
Jadi mereka melihat campuran membawa cahaya biru ke otak dan menemukan cahaya yang meningkatkan kecerdasan di otak dan menemukan bahwa sisa campuran akan antara kulit dan otot, di mana racun biasanya pergi dari hati dan hidup di antara kulit dan otot, dan bahwa itu membunuh racun!

Itulah # 1400years lalu; Nabi ﷺ tahu apa yang para ilmuwan tidak tahu sampai 1400 tahun kemudian. Ini adalah salah satu (ﷺ) mukjizat ilmiah Nabi. Apa yang bisa kita katakan tentang ini? Yang mampu melakukan itu? Tidak ada satupun.

Artikel di atas ini adalah apa yang saya temukan dari berbagai blog dan situs Islam. Juga, pesan tidak memerlukan bukti ilmiah. Apapun yang  Nabi ﷺ katakan untuk mengikuti nya tugas kita untuk mengikuti .. # sunnah nya! itu ilmu yang membutuhkan bimbingan ilahi. Namun, penelitian ilmiah memperkuat iman kita dan itu tidak bertentangan dengan Takdir .Pesan ilahi adalah jelas tentang, Tadabur, Tafakur dalam penciptaan Allah adalah pedoman yang jelas untuk rujukan penelitian ilmiah.

Check Also

Mendiagnosa Penyakit Pasien Melalui Wajah

Berikut ini sebuah tulisan Dari Mookil Nam, Seorang Ahli Pengobatan Tradisonal Korea ,dalam bukunya berjudul ...

...