Home / Artikel Kesehatan / Senyawa Oleocanthal Dalam Minyak Zaitun Mampu Membunuh Sel Kanker Dalam Waktu Kurang Dari Satu Jam

Senyawa Oleocanthal Dalam Minyak Zaitun Mampu Membunuh Sel Kanker Dalam Waktu Kurang Dari Satu Jam

Dalam sebuah penelitian sedang dikaji dan diteliti tentang khasiat Minyak zaitun dan zat Oleochanthal yang dahsyat, Di laboratorium yang sedang meneliti tentang sel kanker. Zat Oleocanthal, senyawa fenolik utama yang ditemukan dalam minyak zaitun (ekstract virgin olive oil/ evoo), telah terbukti mampu memberantas sel-sel kanker dalam waktu kurang dari satu jam. Ini memberikan Harapan baru bagi para ilmuwan bahwa ini ditargetkan yang mungkin akan menjadi pilihan obat di masa depan.

Sebuah tim peneliti dari Universitas Rutgers dan Hunter College menerbitkan studi terbaru mereka dalam jurnal Molecular & Seluler Oncology. Temuan ini menambah bahkan lebih dari sebuah dijadikan alasan yang mendukung minyak zaitun yang telah ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya. Bahwa Minyak zaitun selain untuk melindungi tubuh kita terhadap polusi udara, meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita, melindungi tulang dan melawan  penuaan, dan bahkan mungkin mencegah penyakit Alzheimer.

Dalam kondisi normal, sel-sel yang tidak diperlukan lagi  mengalami proses yang disebut apoptosis, semacam bunuh diri sel, yang membutuhkan waktu antara 16 dan 24 jam. Dalam tes ini (tes oleocanthal terhadap sel kanker) , Onica Legendre dan David Foster dari Hunter College, dan Paul Breslin dari Rutgers, menemukan sel-sel berbagai bentuk kanker yang sedang mereka teliti mati dalam waktu 30 menit sampai satu jam. Apoptosis tidak mungkin satu-satunya proses yang bekerja, pikir mereka.

“Kami perlu untuk menentukan apakah oleocanthal menargetkan protein tersebut dan menyebabkan sel-sel itu mati,” kata Breslin, seorang profesor ilmu gizi, universitas merilis.

Apa yang mereka temukan adalah bahwa oleocanthal telah menghancurkan pusat pembuangan sel-sel kanker ‘, yang dikenal sebagai lisosom, yang lebih besar dari sel-sel sehat dan juga lebih rapuh. ” lebih lanjut ,” kata Breslin. Mereka menyediakan fungsi stabilisasi yang diperlukan untuk sel. Setelah oleocanthal melakukan kerusakan di sel lisosom tadi, fungsi penting mulai rusak dan sel kanker segera mati. Namun efek positif dari zat oleochanthal, sel-sel sehat tetap utuh. Setelah oleocanthal “memebuat sel-sel tersebut untuk tidur (istirahat)” selama satu hari, mereka aktif kembali seakan tidak ada yang terjadi.

Studi ini bukan tanpa batas. Kultur sel memberikan model yang dapat diandalkan untuk memahami bagaimana zat eksternal mempengaruhi lingkungan biologis baru, tetapi percobaan terhadap sel tidak serumit percobaan terhadap hewan tikus, apalagi terhadap  manusia. Penelitian oleocanthal ini masih membutuhkan bertahun-tahun untuk digunakan secara klinis.

Nah, temuan ini menunjukkan Oleocanthal hanyalah salah satu dari banyak fenol yaitu jenis antioksidan yang muncul dalam minyak zaitun (evoo). Bukan kebetulan minyak zaitun ini muncul dalam begitu banyak diet sehat di dunia. Selain antioksidan jantung sehat, minyak zaitun merupakan sumber yang kaya lemak sehat yang dapat menjaga kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat.

“Kami pikir zat  oleocanthal inlah yang bisa menjelaskan terjadinya angka penurunan penderita penyakit [kanker] pada masyarakat suku mediterania dimana masyarakatnya melakukan  “diet Mediterania” dengan penggunaan minyak zaitun sebagai makanan sehari hari  dalam jumlah tinggi,” kata Foster Medis Harian di email. “Dan itu juga mungkin bahwa jika minyak zaitun yang dimurnikan (lebih tinggi dosisnya) mungkin dapat digunakan terapi.”

Pada akhirnya, para ahli  mempelajari lebih lanjut tentang mengapa dan hubungannya zat oleocanthal dengan menyusutnya sel kanker secara khusus. “Kita juga perlu memahami mengapa  sel-sel kanker lebih sensitif terhadap oleocanthal dari sel-sel non-kanker,” kata Foster dalam rilisnya. Semoga penelitian lebih lanjut tentang Minyak zaitun dan zat Oleocanthalnya ini dapat membantu Pengobatan Kanker pada pasien di rumah sakit di masa depan.

Catatan Tambahan Admin
Minyak zaitun yang menghasilkan kualitas tertinggi harus sudah diperas dalam waktu 2X24 jam. Setelah dipetik, buah zaitun ini akan diperas dengan gilingan batu granit atau baja. Metode pemerasan ini disebut dengan “perasan dingin” (First Cold Press). Nah, minyak zaitun muncul dari perasan pertama inilah yang disebut dengan Extra Virgin. Perasan kedua disebut dengan Virgin

Sumber: Legendre O, Breslin P, Foster D. Oleocanthal cepat dan selektif menginduksi kematian sel kanker melalui Permeabilisasi membran lisosom (LMP). Molekul & Seluler Oncology. 2015.

dari
http://www.medicaldaily.**m/olive-oil-compound-kills-cancer-cells-less-hour-all-powerful-oleocanthal-322904

Check Also

5 Kebiasaan Sehari-Hari Yang Dapat Merusak LIVER

Hati adalah salah satu organ vital tubuh dan sangat penting bagi kehidupan. Terletak di sebelah ...

...