Home / Artikel Kesehatan / 6 Mitos Seputar Kesehatan Bayi yang Bikin Ibu Galau

6 Mitos Seputar Kesehatan Bayi yang Bikin Ibu Galau

Di masyarakat kita terlanjur beredar mitos-mitos seputar kesehatan bayi yang diyakini kebenarannya. Padahal mitos-mitos tersebut kebanyakan justru keliru bahkan dapat berbahaya bagi buah hati Anda. Berikut 6 Mitos seputar kesehatan bayi yang sering membuat Ibu menjadi galau.

1. Demam Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Sebagai ibu baru, pernahkah Anda mendengar pernyataan dari orang-orang bahwa bayi yang mengalami demam merupakan pertanda bahwa bayi mau tumbuh gigi? Memang pada beberapa anak yang sedang mengalami pertumbuhan gigi cenderung memiliki suhu tubuh yang meningkat. Namun peningkatan suhu tubuh ini tidak akan melebihi 38 derajat celcius. Banyak sekali kasus dimana anak yang mengalami demam tinggi justru menjadi gejala akan penyakit lain yang jauh lebih berbahaya. Apalagi jika sang buah hati cenderung tidak mau makan atau minum apapun. Tentu akan sangat tidak bijak jika kita justru membiarkan bayi menderita dengan demam tinggi sementara kita akan bersantai saja menganggap bayi baru saja mengalami pertumbuhan giginya. Salah-salah, bayi justru bisa terancam nyawanya jika demam tinggi berlangsung selama beberapa hari.

2. Kopi Bisa Mengatasi Kejang Pada Bayi

Kadang ibu baru akan kebingungan ketika mendapat nasihat dari orangtua untuk memberikan minuman kopi sebanyak satu sendoh teh kepada bayinya, setiap pagi, ini karena menurut mitos yang beredar di masyarakat kopi dapat mencegah dan mengobati kejang pada bayi. Sebaiknya jangan memasukkan apapun ke mulut bayi saat ia mengalami kejang, sebab ini akan mengakibatkan bayi tersedak dan sulit bernafas.

Sebenarnya memberikan minuman kopi pada bayi tidak membawa manfaat apapun, sebab kandungan kafein yang terdapat pada kopi bisa menyebabkan asam lambung meningkat, anak gelisah bahkan hiperaktif.

3. Baby Walker Bisa Bantu Bayi Lebih Cepat Jalan

Banyak Orangtua yang mengira pengguanaan baby walker bisa membantu mempercepat kemampuan buah hati untuk berjalan. Padahal faktanya menurut beberapa penelitian baby walker justru memperlambat bayi untuk berjalan dengan kemampuannya sendiri. Selain itu, penggunaan baby walker tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan bahaya keselamatan bayi jika tidak digunakan dalam pengawasan.

4. Memakaikan Gurita pada Bayi Bisa Mencegah Bayi Kembung

Sudah menjadi kebiasaan turun- temurun memakaikan gurita pada bayi yang baru lahir, ini karena mitos yang sudah diyakini bahwa bayi tidak akan mengalami kembung bila memakai gurita. Padahal penggunaan gurita bisa membahayakan bayi karena dapat mengganggu proses pernafasannya. Sebaiknya balurkan minyak telon pada perut bayi untuk mengatasi kembung.  Biasakan menyendawakan bayi setelah menyusui ini lebih efektif mencegah kembung pada bayi.

5. Diare Tanda Bayi Tambah Pintar

Mitos lain seputar kesehatan bayi yang lain adalah jika bayi sedang menderita diare itu merupakan pertanda bayi akan bertambah pintar. Sebaiknya jangan percaya mitos ini. Karena bayi memang rentan mengalami diare yang disebabkan rotavirus. Diare pada bayi juga bisa disebabkan oleh bakteri, alergi susu atau keracunan makan bagi bayi yang sudah mengonsumsi makanan pendamping ASI. Waspadai bila bayi terkena diare agar tidak mengalami dehidrasi. Sebaiknya Pantau terus keseringan buang airnya dan berikan ASI lebih sering untuk mencegah bayi kekurangan cairan.

6. Bayi Lelaki Lebih Lambat Berjalan dan Berbicara

Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa bayi lelaki lebih lambat berjalan dan bicara dibandingkan bayi perempuan. Ini karena bayi akan mulai belajar berjalan sejak usia 10 bulan dan ia siap berjalan sendiri pada usia 12 bulan. Namun demikian ada juga bayi yang mulai berjalan lebih cepat yaitu di usia 9 bulan.

Sebaiknya Ibu segera waspada bila di usia 18 bulan bayi belum bisa berjalan sendiri. Meskipun pada usia 15-18 bulan masih dianggap usia batas normal anak berjalan. Namun, kebanyakan bayi diusia 15-18 bulan yang belum bisa berjalan sendiri ditemukan mengalami gangguan motorik kasar dan keseimbangan. Perhatikanlah perkembangan motorik kasar dan gangguan sensoris yang sering kali menjadi penyebab anak terlambat berjalan.  Jadi terlambat berjalan bukan ditentukan dari jenis kelamin bayi ya!

Check Also

Dokter Mesir Temukan Obat Pulihkan Penglihatan Dengan Metode Keringat Dalam Al Quran Surah Yusuf

Salah satu perusahaan farmasi Swiss mulai memproduksi obat baru yang disebut “Obat Al-Quran” yang memperbaiki ...

...