Home / Artikel Kesehatan / Mengenali Penyakit Meningitis, Gejalanya Pada Anak dan Orang Dewasa

Mengenali Penyakit Meningitis, Gejalanya Pada Anak dan Orang Dewasa

Di awal-awal munculnya gejala, meningitis kerapkali ditafsirkan sebagai gejala penyakit flu (influenza), karena adanya  beberapa kemiripan.

Gejala meningitis bakterial terjadi secara tiba-tiba. Sedangkan gejala meningitis virus bisa datang tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam hitungan hari atau minggu. Misal saja begini gejala meningitis virus setelah mengidap gondok memiliki perkembangan dalam beberapa hari bahkan minggu.

Gejala kedua jenis meningitis tersebut hampir sama pada penderita di atas usia 2 tahun. Sedangkan pada bayi yang baru dilahirkan atau di bawah 2 tahun, ada beberapa gejala khusus yang dapat mengarahkan pada diagnosa meningitis.

Gejala Meningitis pada Usia di Atas 2 Tahun

Gejala-gejala ini lazim ditemui pada anak-anak di usia di atas sekitar 2 tahun, baik anak-anak, remaja, dan dewasa meliputi:

#Demam tinggi, kadang datang secara tiba-tiba
#Sakit kepala parah dan terus-menerus, kadang sulit dibedakan dengan jenis-jenis sakit kepala yang lain
#Leher terasa nyeri dan tegang, khususnya sangat terasa jika melakukan gerakan menempelkan dagu dengan dada
#Mual atau muntah disertai sakit kepala
#Kebingungan atau susah konsentrasi; tingkat kesadaran menurun
#Kejang-kejang

Gejala yang kadang muncul atau jarang ditemui:

#Mata sensitif terhadap cahaya, mata terasa nyeri saat terkena cahaya
#Turunnya Nafsu makan dan minum (kadang drastis)
#Merasa Lesu, lemah, letih di seluruh tubuh
#Perasaan aneh pada bagian-bagian tubuh tertentu (seperti kesemutan)
#Ruam pada kulit, dalam beberapa kasus, misalnya pada meningitis meningokokus
#Pening (puyeng), ini adalah perasaan berbeda dengan sakit kepala
#Mudah mengantuk atau susah bangun tidur

Gejala Meningitis pada Bayi

Bayi yang baru dilahirkan dan bayi yang berusia di bawah 2 tahun mungkin tidak akan mengalami sebagian gejala di atas. Gejala-gejala pada kelompok ini lebih khusus, diantaranya meliputi:
#Demam tinggi
#Terus-menerus menangis
#Terus mengantuk atau bayi tampak tidur berlebihan dan di luar batas wajarnya atau mudah tersinggung (biasanya diekspresikan dengan menangis dan susah ditenangkan)
#Tegang pada area leher dan atau seluruh tubuh si bayi

Bayi yang menderita meningitis susah untuk dibuat nyaman, senang, dan tenang. Bahkan akan langsung menangis keras saat diangkat untuk digendong.

Gejala Khusus Lainnya

Perlu diketahui, tidak semua gejala di atas, baik pada bayi maupun yang berusia di atas dua tahun, muncul pada semua penderita. Bahkan sebagaimana telah disebutkan, beberapa gejala seperti gejala flu juga muncul pada kasus-kasus tertentu, misalnya batuk-batuk dan susah bernafas (biasanya pada anak-anak). Pada bayi, beberapa kasus menunjukkan tanda-tanda berupa titik atau bintik lembut di bagian kepala. Pada lansia, dimana meningitis umumnya disebabkan oleh rendahnya daya tahan tubuh karena penyakit tertentu atau obat-obatan, gejala meningitis sangat tipis, misalnya perasaan tidak fit, sakit kepala ringan, dan demam.
Konklusi

Penyakit lain dengan gejala mirip dengan meningitis adalah flu dan hepatitis virus. Oleh karena itu, jika gejala-gejala di atas muncul, hindari diagnosis mandiri, kecuali anda benar-benar paham. Kesalahan diagnosis menyebabkan perawatan dan pengobatan yang tidak tepat.

Jadi, jika anda mengalami gejala-gejala di atas, khususnya Demam, Sakit kepala parah yang tak kunjung sembuh, Kebingungan Muntah-muntah, dan     Leher tegang

Adalah bijaksana  untuk Anda segera menemui dokter agar mendapatkan diagnosa, penanganan, dan pengobatan yang cepat dan tepat.

sumber: kolomsehat.com

Check Also

Khasiat Buncis Untuk Mengobati Diabetes dan Anti Stroke

Buncis merupakan sayuran hijau menyerupai kacang panjang. Buncis memiliki tekstur renyah dan rasanya tawar agak ...

...