Home / Tehnik Pengobatan / Ruqyah Syariyah / Sebuah Kisah Nyata Tentang ‘Ain Pandangan Jahat Atau Takjub Fenomena

Sebuah Kisah Nyata Tentang ‘Ain Pandangan Jahat Atau Takjub Fenomena

Penyakit ‘ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum, sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.

Hal ini terjadi karena ada pandangan hasad kepada gambar/benda  itu atau pandangan takjub dan PENTING diketahui bahwa penyakit ‘ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).

 

Ibnul Atsir rahimahullah berkata,

ﻳﻘﺎﻝ: ﺃﺻَﺎﺑَﺖ ﻓُﻼﻧﺎً ﻋﻴْﻦٌ ﺇﺫﺍ ﻧَﻈﺮ ﺇﻟﻴﻪ ﻋَﺪُﻭّ ﺃﻭ ﺣَﺴُﻮﺩ ﻓﺄﺛَّﺮﺕْ ﻓﻴﻪ ﻓﻤَﺮِﺽ ﺑِﺴَﺒﺒﻬﺎ

“Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apa bila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit”

[An-Nihayah 3/332]

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal, akan tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan bahwa ‘ain adalah nyata dan ada.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺣﻖُُ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺷﻲﺀ ﺳﺎﺑﻖ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻟﺴﺒﻘﺘﻪ ﺍﻟﻌﻴﻦ

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya”
Assalamualaikum wr wb.
Ustadz…langsung saja ya..Sekitar dua bulan yang lalu saya dapat membeli rumah yang sederhana namun bersih fan asri.Saya dan istri begitu bahagia dan banyak orang tidak percaya kami bisa membeli rumah karena dilihat dari penghasilan kami memang pas-pasan.Berkat kerja keras dan niat yang tulus,Allah SWT memberikan kami kemudahan untuk mendapatkan rumah yang sudah lama kami impikan.

Akhirnya sekitar dua bulan yang lalu,kami membeli rumah yang sederhana namun begitu asri dengan harga yang tidak terlalu mahal.Para keluarga,kenalan,dan tetangga kami undang untuk menghadiri acara makan-makan sebagai wujud dari rasa syukur kami atas nikmat Allah tersebut.Para undangan banyak yang memuji rumah kami dan kami begitu bangga atas pujian tersebut.Saya yang dulu adalah seorang yang biasa saja bahkan sering di rendahkan bisa berada dalam keadaan sekarang ini menjadi bahan pembicaraan orang sekitar.Rasa bangga dan senang dipuji mengotori hati saya dan akhirnya saya senang dipuji bahkan banyak bercerita tentang rumah kami dengan tujuan agar di puji.

Saya begitu haus pujian dan hati saya tertutup oleh rasa bangga.Saya tahu ini tidak baik,namun setan mengalahkan iman saya.Hari yang begitu menakutkan itu tiba-tiba datang dan menyapu bersih kebahagian kami.Rumah yang baru sekitar dua bulan kami tempati terasa panas dan kami tidak betah lagi disana.Dada kami sumpek dan sering terjadi pertengkaran.Anak-anakku yang awalnya penurut,tiba-tiba berontak dan sulit dinasehati.

Mulailah saya rasakan rumah yang dulunya begitu asri berubah menjadi tidak enak dipandang.Awalnya saya tidak pernah mimpi-mimpi buruk,tapi akhir-akhir ini saya dan istri mimpi yang sama yaitu kami mimpi dikejar-kejar orang sambil dilempari batu.Keadaan ini membuat kami stress dan bingung.Akhirnya kami memutuskan untuk menjual rumah dan pindah dari sana.Rumah itu terjual dengan harga yang murah dan berpindahlah rumah itu ketangan orang lain.Hasil pembayaran rumah itu belum bisa saya pakai untuk membeli rumah lagi karena belum mencukupi.

Maaf ustadz…cerita saya terlalu panjang.Terakhir apa saya tersihir atau ada yang iri sama saya? Terima kasih ustadz.Semoga antum selalu dirahmati Allah.Aamiiin

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

ﻭﻧﻔﺲ ﺍﻟﻌﺎﺋﻦ ﻻ ﻳﺘﻮﻗﻒ ﺗﺄﺛﻴﺮﻫﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ ، ﺑﻞ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﻋﻤﻰ ﻓﻴﻮﺻﻒ ﻟﻪ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻓﺘﺆﺛﺮ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻴﻪ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺮﻩ ، ﻭﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺎﺋﻨﻴﻦ ﻳﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ ﺑﺎﻟﻮﺻﻒ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺭﺅﻳﺔ

”Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung”.

[Zadul Ma’ad 4/149]

: ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﺍﻷﻧﺪﻟﺴﻲ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
” ﻛﻢ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﻣﻦ ﻓﺎﺧﺮ ﺑﻤﺎ ﻋﻨﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺘﺎﻉ ﻓﻜﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﺳﺒﺒﺎً ﻟﻬﻼﻛﻪ – ﺑﻌﻴﻦ ﺣﺎﺳﺪة ﺃﻭﻛﻴﺪ ﻋﺪﻭ – ﻓﺈﻳﺎﻙ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﻓﺈﻧﻪ ﺿﺮٌّ ﻣﺤﺾ ﻻﻣﻨﻔﻌﺔ ﻓﻴﻪ ﺃﺻﻼً ” .
ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ : ﺍﻷﺧﻼﻕ ﻭﺍﻟﺴﻴﺮ
.

Alimam Al-‘allamah Ibnu Hazm Al-Andalusi berkata:”Betapa banyak orang yang merasa bangga dengan apa yang ia miliki dari kesenangan dunia dan rasa bangga itu menjadi sebab dari kehancurannya karena ‘ain haasidah,atau tipu daya musuh,maka jauhilah pintu tersebut karena pada dasarnya hal itu membahayakan dan tidak ada manfaatnya”.

( Akhlaq wa As-Sir).
KEKUATAN ‘AIN (VS) RUQYAH

Diriwayatkan oleh Jabir secara marfu’ :

ان العين لتد خا الر جا القبر، ولجمل القدر

“Sesungguhnya ‘Ain itu dapat memasukkan seseorang ke dalam kubur dan unta ke dalam kuali.”

[Dikeluarkan oleh Al-Bazzar dengan sanad hasan yang senada dengan riwayat di atas]

Ketika menghadapi pelaku ‘Ain atau ahli hipnotis, maka untuk menangkalnya dan mengembalikan ‘Ain itu kepada pelakunya adalah sebagaimana riwayat berikut..

Diriwayatkan dari Abu ‘Abdillah as-Saajii, bahwasannya dalam beberapa perjalanannya berhaji atau berperang, ia selalu berada di atas untanya yang sehat..

Suatu ketika pada rombongannya tersebut terdapat seseorang yang mempunyai “pandangan”, setiap kali ia memandang sesuatu pastilah akan binasa apa yang dipandangnya itu..

Lalu dikatakanlah kepada Abu Abdillah: “Berhati-hatilah terhadap untamu dan jagalah ia dari pandangan orang yang memiliki ‘Ain..!!”

Ia menjawab: “DIA TIDAK MEMPUNYAI KEKUASAAN SEDIKIT PUN ATAS UNTAKU..!!!”

Ketika orang yang memiliki ‘Ain itu mendengar apa yg diucapkan Abu ‘Abdillah, ia mulai beraksi dengan menatap tajam ke arah untanya saat Abu ‘Abdillah sedang pergi..

Lalu tiba-tiba unta tersebut terpelanting, jatuh dan sakit..

Kabar tersebut langsung didengar oleh Abu ‘Abdillah ketika ia kembali, seketika itu pula Abu ‘Abdillah ingin agar ia ditunjukkan pada si pelaku..

Ia pun menghampirinya seraya berdo’a :

بسم الله،
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
فارجع البصر هل ترى من فطور ثم ارجع البصر كرتين ينقلب إليك البصر خاسئا و هو حسير (الملك :3-4)

Dengan nama Allah..
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk..

“Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat..? Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan BERBALIK kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.” [QS. Al-Mulk: 3-4, Juz 29]

Tiba-tiba keluarlah kedua bola mata pelaku ‘Ain tersebut dan setelah itu untanya pun bangkit dan kembali sehat seperti sediakala..

Subhaanallah..

[Dikutip dari kitab at-Thibb an-Nabawy karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, hal.131-132]

dan share dari Ustad Salahudin Al Sasaki

 

Check Also

Cara Obati GERD Dengan Ruqyah Dan Bekam Terbukti Manjur

Tulisan ini kami persembahkan bagi teman2 kami yang terkena penyakit gerd, tulisan ini kami buat ...

...