Home / Artikel Kesehatan / Madu Menurut Pandangan Para Ilmuwan

Madu Menurut Pandangan Para Ilmuwan

Madu adalah jenis karbohidrat, dan merupakan salah satu karbohidrat yang dikenal paling mudah dicerna tubuh manusia. Tubuh manusia malakukan asimilasi pada madu dengan sangat mudah. Madu sangat efektif bekerja untuk menghasilkan panas dalam tubuh, yang dapat menciptakan dan mengganti energi, dan lebih jauh lagi, hal ini berguna dalam pembentukan jaringan tubuh tertentu. Madu juga memasok tubuh dengan zat-zat yang dibutuhkan untuk pembentukan enzim, dan fermentasi biologis lainnya untuk mempromosikan oksidasi darah. Madu memiliki sifat anti kuman yang sangat unik. Madu adalah makanan yang berharga, yang tidak cukup dihargai.

Disebutkan oleh seorang dokter terkenal Amerika bernama Graff dalam bukunya berjudul “Pengobatan Tradisional” bahwa percobaan yang dilakukan telah membuktikan bahwa bakteri tidak dapat hidup dalam madu, karena madu mengandung bahan potassium yang menghalangi bakteri untuk hidup.
Demikian pula yang diutarakan oleh J.Saquitte yang merupakan seorang dokter  ahli dan staff pengajar di kuliah pertanian  PORT COLLINS, ia telah meletakkan kuman penyakit pada sebuah tabung yang dipenuhi oleh madu murni, setelah itu terjadi hal yang luar biasa  seperti berikut ini :

  1. Kuman Thypoid Mati setelah 48 jam
  2. Kuman penyebab sesak nafas dan TBC mati pada hari keempat
  3.  Kuman disentri mati setelah 10 jam

Sebuah percobaan juga diadakan di Institut Pasteur, Perancis menyatakan bahwa Madu tidak akan menjadi rusak. Ini disebabkan karena kuman tidak dapat hidup lama didalam madu.

Madu adalah “obat bagi manusia” sebagaimana tercantum dalam kitab suci agama Islam, Al Quran. Fakta ilmiah ini telah diklaim oleh para ilmuwan pada konferensi Apikultur Sedunia yang diselenggarakan di China. Dalam konferensi tersebut membahas tentang pengobatan dengan ramuan yang berasal dari madu.

#Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari serta propolis dapat mengobati berbagai penyakit.

#Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total.

#Para dokter Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, ginekologis serta berbagai penyakit lainnya.

#Ray Sahelian, M.D mengatakan Royal Jelly dikeluarkan dari kelenjar liur lebah pekerja dan dipergunakan sebagai makanan untuk larva serta satu-satunya makanan untuk larva. Royal Jelly mengandung campuran mineral, vitamin, asam lemak dan protein. Beberapa studi pada binatang pengerat menunjukan bahwa Royal Jelly merupakan anti-inflammatory dan juga anti-tumor.

#Dr. Alfred Vogel seorang Naturopath ternama dari Swiss berkata “Royal Jelly tidak hanya memberikan vitalitas dan awet muda melalui kemampuannya meningkatkan kelenjar endokrine akan tetapi juga mampu melawan batuk rejan khususnya pada anak-anak. Penelitian menemukan bahwa seorang anak dengan jasmani tubuh yang lemah dapat dengan segera menambah dan meningkatkan selera makan yang lebih baik jika diberikan Royal Jelly.”

#Peneliti Dr. Roger Wyburn Mason berkata “Royal Jelly efektif dalam mengurangi gejala radang sendi”

#James F. Balch, M.D and Phyllis A. Balch dalam bukunya prescription for Nutritional Healing menulis “Royal Jelly diketahui dapat membantu mengatasi penyakit liver/hati, pankreas, maag, insomnia, ginjal, patah tulang dan menghaluskan kulit serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan”

#Dr. Muhammad Salim Khan M.D (M.A.), D.O. lahir dibarat laut wilayah perbatasan Pakistan, memiliki otoritas International Islaamic obat dan pengobatan alternatif. Dia adalah pendiri-direktur dari institut Mohsin – Leicester, sebuah organisasi yang ditunjuk untuk latihan, pengajaran dan penelitian tentang pengobatan alternatif. Dia mengatakan bahwa madu adalah alami, pra makanan yang dicerna bila diberikan dapat segera berasimilasi ke dalam aliran darah anak-anak yang menyediakan sejumlah vitamin, mineral dan energi. Madu ini sangatlah aman sehingga dapat digunakan dari saat kelahiran sampai seterusnya untuk bayi yaitu sebagai makanan dan obat-obatan. Ada ratusan penelitian di seluruh dunia menegaskan manfaat madu sebagai makanan dan obat-obatan untuk bayi dan anak-anak.

#Dr. Milton yang melakukan penelitian mengatakan bahwa setengah sendok makan madu yang diambil dalam satu gelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitalitas tubuh dalam seminggu.

#Seorang ilmuwan di Spanyol telah membuktikan bahwa madu mengandung bahan alami yang membunuh kuman influenza dan menyelamatkan pasien dari flu.

#Para ilmuwan telah menemukann bahwa madu mempunyai berbagai vitamin dan zat besi dalam jumlah besar.

#Di dalam sebuah penelitian di Universitas Copenhagen, ditemukan bahwa ketika para dokter memperlakukan pasien dengan campuran satu sendok madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan, mereka menemukan bahwa dalam satu minggu dari 200 orang hanya 73 pasien yang benar-benar terhindar dari rasa sakit dan selama satu bulan sebagian besar semua pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis sekarang mulai dapat berjalan tanpa rasa sakit.

#Sesuai riset dari para ilmuwan dipublikasikan pada majalah Weekly World News yag diterbitkan di Kanada pada tanggal 17 Januari 1995 telah memberikan daftar penyakit yang bisa disembuhkan dengan madu dan kayu manis.

#Penelitian terbaru di Jepang dan Australia telah menyatakan bahwa kanker perut dan tulang telah banyak disembuhkan dengan sukses.

#Penelitian terbaru juga menunjukan bahwa kandungan gula di dalam madu lebih banyak manfaat daripada yang merugikan didalam tubuh.

#Dr. FG Winarno Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor didalam bukunya “Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisanya” menyatakan bahwa gula serta mineral yang terdapat dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung yang bekerja tanpa henti sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang, serta nutrisi madu sebagian besar terdiri dari glukosa.

#Sebuah studi yang dipublikasikan ke dalam majalah Pharmacolres tahun 2001 para peneliti menyatakan bahwa madu bisa membantu pengobatan infeksi lambung. Disamping itu para peneliti juga melakukan penelitian tentang pengaruh madu alami terhadap bakteri yang terbukti bisa menyebabkan terjadinya tukak (infeksi) lambung yang dikenal bakteri philory diperoleh penjelasan bahwa pemberian cairan madu dengan konsentrasi tertentu dapat melemahkan bakteri-bakteri tsb.

#Dr. Dixon dalam majalah Dis Lancet Infect pada bulan Februari 2003, menegaskan adanya kekuatan besar dalam madu yang mampu mengalahkan bakteri dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan hidup dalam madu. Dianjurkan untuk menggunakan madu dalam mengobati berbagai jenis luka termasuk luka bakar.

#Prof. Amoln dalam majalah Dentgen di bulan Desember 2001, menegaskan bahwa madu bias mempunyai peranan penting dalam pengobatan penyakit-penyakit gusi, sariawan serta berbagai gangguan mulut lainnya, hal ini disebabkan madu memiliki spesifikasi anti-bakteri.

#Dr. Jennifer Eddy dari Fakultas Kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan ditempat yang luka. Dia juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena ini bukan perkara mudah.

#Dr. Paavo Airolla, America’s Foremost Nutritionist mengatakan “Pollen merupakan makanan paling kaya dan paling lengkap di alam. Sesungguhnya, Bee Pollen adalah makanan ajaib, obat ajaib dan sebuah air mancur pemuda sejati”

#Hippocrates berkata “Biarkan makanan menjadi obat Anda dan biarkan obat menjadi makanan Anda”

#Prof. Stefan stangaciu (2005) menyebutkan bahwa Propolis memiliki banyak manfaat dibidang kesehatan dan saat ini digunakan secara luas sebagai obat berbagai penyakit. Adapun propolis itu sendiri merupakan getah yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis pucuk tanaman dan dari tanaman yang patah. Getah dari tanaman tersebut kemudian dicampur dengan enzim yang terdapat dalam kelenjar air liur lebah dan digunakan untuk melindungi sarang dari berbagai predator, bakteri, virus, kuman, jamur dll. Propolis tidak hanya dibutuhkan bagi koloni lebah namun sanngat penting bagi kesehatan manusia maupun hewan.

#Dr. Leonard Mc Kewan menuliskan bahwa selama 2500 tahun penggunaan propolis oleh berbagai masyarakat dari berbagai kebudayaan tidak mencatat adanya efek negatif yang serius dari propolis. Bahkan dokter-dokter di Rusia biasa memberikan sembilan gram propolis setiap harinya kepada pasien tanpa kendala. Adapun efek ringan yang sering dirasakan oleh para pasien adalah mulut dan tenggorokan terasa kering setelah mengkonsumsi propolis serta kulit terasa hangat setelah dioleskan propolis.

#Dr. Ali FM dari Ain Shams University di Mesir mengatakan Propolis tampaknya efektif dalam mengobati infertilitas yang terkait dengan endometriosis ringan.

#Pliny, cendikiawan Romawi (23-79) dalam buku Natural History mengatakan banyak manfaat propolis bagi kesehatan. Ia juga mengatakan “para tenaga kesehatan masa kini menggunakan propolis sebagai obat karena ia mengeluarkan sengat serta segala macam racun yang tertanam dalam daging, mengurangi bengkak, melembutkan kepalan, melegakan nyeri pada otot dan menyembuhkan kudis yang sangat sukar untuk diobati”.

#John Gerard dalam buku herbalnya yang terkenal dengan “The History of Plants (1597), menggunakan propolis sebagai damar atau bahan lengket dari kuncup daun poplar hitam yang memberikan efek penyembuhan cepat dan berkhasiat untuk berbagai masalah penyakit”.

#Apothecaries, Bapak ilmu farmasi pada jamannya menggunakan propolis sebagai bahan utama dalam pengobatan mereka.

#Nicholas Culpeper dalam bukunya yang cukup terkenal Complete Herbal “The Poplar Tree” mengatakan “Pengobatan yang diberi nama propolis sangat baik untuk luka dan semua demam serta bengkak diseluruh bagian tubuh”.

#Green dalam buku “Universal Herbal” (1824) dibawah judul Populus Nigra (sari poplar hitam) mengatakan “pucuk muda tumbuhan ini sangat bermanfaat untuk dijadikan obat bengkak yang parah dan menyakitkan, kuncup pohon ini serta pohon poplar putih mengeluarkan aroma yang menyegarkan dalam musim bunga, apabila diperas akan mengeluarkan bahan seperti resin yang lengket dan berbau sedap”. “Masukan sedikit campuran ini dalam rebusan untuk masalah luka dalam dan masalah kulit dapat juga untuk menghilangkan masalah usus”.

#K. Lund AaGaard dari Denmark, seorang naturalis yang sanagt terkenal di seluruh Eropa yang mendapatka julukan “Mr. Propolis” dan telah bekerja lebih dari 20 tahun meneliti untuk mendapatkan propolis terbaik di seluruh dunia. Ia juga menemukan cara memproses propolis untuk memastikan kandungan propolis terhindar dari bahan-bahan asing. Dengan cara itulah para pengguna propolis dijamin memperoleh propolis yang bersih, segar dengan kualitas terjamin. Ia juga menulis buku “Propolis, Natural Substance the way to health” dijelaskan bioflavaniod yang terkandung didalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi, bahan pengawet serta bahan kimia lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan kerja bioflavaniod ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.

#Remy Chauvin, M.D. dari Sorbonne Paris setelah mendengar apa yang dilakukan Dr. AAgaard kemudian merasa tertarik dan bersama-sama berusaha menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat propolis. Ia juga telah menghabiskan waktunya untuk membuat kajian mengenai bahan ini. Beliau telah memaparkan penemuannya “Lebah-lebah mengeluarkan bahan yang menyebabkan ia kebal terhadap setiap infeksi dari tubuhnya. Hal ini sangatlah penting mengingat dalam sarang lebah terdapat lebih dari 50 ribu ekor lebah. Jadi mereka harus senantiasa dalam keadaan sehat supaya penyakit tidak menyerang dan memusnahkan seluruh koloni lebah. Beliaupun mengatakan “fakta menakjubkan ialah propolis memberikan khasiat 100% terhadap bakteri. Tidak ada antibiotik yang memiliki khasiat yang sama. Saya mengerti tentang kuasa Bee Pollen dan memahami potensinya bagi manusia”. Iapun percaya bahwa bahan alami dapat menyembuhkan semua penyakit “kita cuma perlu berusaha menemukannya, dengan penemuan propolis suatu hari nanti kita akan bisa menghilangkan obat-obat berbahaya serta bahan kimia beserta efek sampingnya. Propolis bertindak dengan meningkatkan sistem ketahanan tubuh untuk melawan berbagai infeksi”.

#Prof. Hembing Wijaya Kusuma mengatakan “Propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa”.

#Dalam majalah antibiotik “VP Kivalkina” berbunyi “Propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kedaluarsa”.

#Dr. Fang Chu dari Lien Yu Kang hospital Tiongkok berkata “Propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak yang tinggi dalam darah dan untuk berbagai serangan penyakit jantung”

#Lembaga Riset Kanker Columbia pada tahun 1991, menyimpulkan “Dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama enam bulan dapat mereduksi sel kanker sebanyak lima puluh persen”.

#Russia Research Team menyimpulkan “dalam propolis terdapat zat antibiotik alami dan anti-viral, vitamin, asam amino, dan mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut dan kerongkongan”.

#Prof. Arnold Becket menuturkan ” Propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri serta jamur”.

##Ray Kupinsel menyatakan ” Propolis sebagai antibiotik alami mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping”.

#John Diamond M.D. mengatakan ” Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas dalam tubuh”.

#Dr. dr. Eko Budi Koendhori Mkes dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menurut pembuktiannya lem lebah itu membantu menekan kerusakan jaringan paru pada tikus yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab penyakit TBC. Ia juga menuturkan “Propolis sangat baik untuk meningkatkan sistem imun, selain itu saya menduga memiliki kemampuan antikanker”.

#Prof. Dr. Mustofa MKes Apt Sang guru besar dari bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. menyatakan “Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang terdapat pada propolis juga memiliki efek antioksidan serta antitrombositopenia”. Ia juga meriset in vitro propolis sebagai anti-kanker dengan menggunakan sel HeLa dan Siha (keduanya sel kanker serviks) dan T47D & MCF7 (sel kanker payudara). Iapun membuktikan propolis mempunyai efek sitotoksik pada sel kanker bukti selanjutnya untuk menghambat radikal bebas, dengan propolis diperlukan dosis lebih sedikit daripada tokoferol dengan kata lain nilai antioksidan propolis jauh lebih besar ketimbang tokoferol.

#Ir. Hotnida CH Siregar MSi ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan lebah pekerja mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan beragam kulit tumbuhan seperti akasia dan pinus. Ia juga mengatakan fungsi propolis lainnya adalah membungkus atau memumikan bangkai hama yang masuk ke sarang lebah. Dengan demikian propolis menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, cendawan dan virus sehingga penyakit tak tersebar dan sarang tetap steril. Hama yang dibungkus dengan propolis pun menjadi awet dan tak membusuk lantaran propolis bersifat anti-bakteri. Metode inilah yang ditiru oleh nenek moyang bangsa Mesir untuk mengawetkan jenazah.

#Menurut Dolok Tinanda Haposan Sihombing ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor (IPB) propolis merupakan bahan campuran kompleks terdiri dari atas malam (lilin/wax), resin, balsam, minyak dan polen.

#Takagi Y dari Sekolah Kesehatan Universitas Suzuka Japan membuktikan keampuhan propolis meningkatkan sistem imunitas tubuh.

#Riset dari University of Japan membuktikan bahwa propolis mengurangi risiko sakit gigi. Dari hasil riset itulah penggunaan propolis sangat terkenal di Jepang.

#Dra Mulyati Sarto MSi peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada membuktikan bahwa propolis sangat aman dikonsumsi. Dalam uji klinisnya membuktikan LD50 propolis mencapai lebih dari 10 ribu mg. LD50 adalah lethal dosage alias dosis yang mematikan separuh hewan percobaan. Jika dikonversikan dosis itu setara 7 ons sekali konsumsi untuk manusia berbobot 70kg, faktanya dosis konsumsi propolis di masyarakat amat rendah hanya 1 – 2 tetes dalam segelas air minum. Dosis penggunaan lainnya pun hanya 1 sdm dilarutkan dalam 50ml air. “Jadi tingkat toksisitas propolis sangat rendah boleh dibilang tidak toksik”, kata Mulyati. Lalu bagaimana efeknya bila konsumsi dalam jangka panjang? Master Biologi alumnus UGM itu juga menguji toksisitas subkronik. Hasilnya konsumsi propolis dalam jangka panjang tidak akan menimbulkan kerusakan pada darah, organ hati, dan ginjal. Dua pengujian ilmiah itu yakni toksisitas akut dan subkronik membuktikan bahan suplemen purba tersebut sangat aman dikonsumsi.

#dr. Ivan Hoesada dari Semarang, Jawa Tengah menerangkan bahwa senyawa aktif yang bersifat anti-kanker yang terdapat pada propolis adalah asam caffeat fenetil ester.

#dr. Lutfie dokter alumnus Universitas Sriwijaya mengatakan “Tubuh diberdayakan agar imunitas bekerja sehingga mampu memerangi penyakit”. dan yang lebih penting propolis menstimuli daya tahan tubuh.

#Harun Yahya seorang ilmuwan muslim Turki “Propolis sangat efektif untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit”.

#Philip Wander seorang dokter gigi menggunakan propolis untuk pasien sakit gigi, gusi, dan penyakit mulut lainnya.

#Dr. Peter Mansfield menggunakan propolis untuk demam, panas dan flu.

#Dr. Remy Chauvint (Perancis 1968) “Propolis mengandung mineral dan vitamin lengkap, anti-biotik alami, 100% dapat membunuh bakteri dan virus serta tidak ada efek samping”.

#Dari kajian Leningrad Scientific COnference tentang Aplication of Apliculture “Propolis sangat kaya akan vitamin A dan B1. Propolis mengandung semua vitamin (kecuali vit. K) dan 14 jenis mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia”.

#Ghisalberti (1979) “Tidak ada efek samping ataupun keracunan bagi tubuh manusia maupun hewan meskipun diberikan dalam dosis besar atau berlebihan”.

#Para peneliti dari Puslitbang Bogor mengungkapkan anak-anak yang mengkonsumsi madu setiap hari lebih jarang terserang demam & pilek, serta meningkatkan nafsu makannya. Hal ini disebabkan madu merupakan makanan yang mengandung aneka gizi seperti asam amino, karbohidrat, vitamin (B, C & E), mineral ( Kalium, natrium, zat besi dll) dan terkandung senyawa yang bersifat membunuh bakteri.

#Thomas Alva Edison berkata “Dokter masa depan tidak lagi memberi obat, namun akan menempatkan kepentingan pasiennya dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan pengaturan pola makan dan mengenai penyebab serta pencegahan penyakit.”

#Sir William Osler (Bapak Ilmu Kedokteran Modern) menyatakan “Salah satu tugas utama seorang dokter adalah mendidik masyarakat untuk tidak mengambil obat kimia.”

Madu memiliki rasa yang khas yang menyebabkan beberapa orang untuk lebih menyukai gula dan pemanis lainnya. Karena konsentrasi gulanya yang tinggi, madu dapat membunuh sebagian besar bakteri oleh krenasi. Ragi secara alami tidak bisa menjadi aktif di dalamnya karena kadar air yang terlalu rendah.

Kelembapan Alami madu mentah bervariasi dari kadar air 14% sampai 18%. Selama kadar air tetap di bawah 18%, hampir tidak ada organisme yang berhasil dapat berkembang biak dengan jumlah yang signifikan dalam madu, namun demikian sejumlah kecil bakteri Clostridium botulinum dapat bertahan untuk membuat madu berbahaya bagi bayi.

sumber :  Rahasia sehat bersama madu lebah, Muhammad Mahmud Abdullah , hal 25 dan berbagai sumber.

Check Also

Kecanduan yang Manis-manis? Ini 6 Cara Sehat Untuk Atasi Kecenderungan Konsumsi Gula!

Candu terhadap gula adalah musuh terburuk bagi siapapun! Kadar gula yang cukup tentu saja akan ...

...