Home / Artikel Kesehatan / Anak-anak Broken Home Beresiko Tinggi Mengalami Gangguan Mental dan Obesitas, Mengapa?

Anak-anak Broken Home Beresiko Tinggi Mengalami Gangguan Mental dan Obesitas, Mengapa?

Menurut sebuah penelitian, anak-anak dari keluarga yang bercerai hampir lima kali lebih beresiko mengalami masalah mental daripada mereka yang orang tuanya tinggal bersama. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa orang tua yang membesarkan anaknya bersama-sama, akan menjadikan mereka terhindar dari tekanan emosional dan perilaku anti-sosial.

Temuan tersebut mengungkap bahwa latar belakang keluarga anak-anak sangatlah penting. Apakah rumah mereka layak huni, apakah orang tua mereka tidak bekerja, atau sering bertengkar di rumah–semua itu sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya bercerai dan dibesarkan oleh orang tua tunggal, cenderung melakukan hal yang buruk di sekolah. Di samping itu, anak dari keluarga broken home umumnya memiliki kondisi kesehatan yang buruk, bahkan bisa terjerumus dalam tindakan kriminal.

Laporan tersebut, yang didanai oleh Departemen Kesehatan dan diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional Amerika, meneliti hampir 8.000 anak berusia antara 5-16 tahun di tahun 2004 dan menemukan hampir satu dari sepuluh memiliki anak yang diteliti mengalami kelainan.

Dalam laporan dinyatakan bahwa seorang anak yang orang tuanya berpisah kemungkinan empat setengah kali lebih tinggi mengalami gangguan emosional dibanding mereka yang orang tuanya lengkap. Anak-anak broken home hampir tiga kali cenderung menunjukkan kelainan perilaku, misalnya perilaku terlalu agresif atau terlalu tertutup.

Di sisi lain, penelitian di Australia mengungkap fakta yang lebih buruk mengenai anak-anak broken home. Dalam studi tersebut dinyatakan bahwa anak perempuan yang dibesarkan oleh single parent atau orangtua tunggal memiliki kemungkinan lebih besar mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Kesimpulan ini didapat dari hasil analisis terhadap 3.500 anak yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Queensland. Anak yang dibesarkan oleh single parent cenderung lebih banyak makan makanan cepat saji, jarang olahraga, dan kurang beraktivitas.

Hal ini tentu masih berkaitan dengan penelitian sebelumnya. Kondisi mental akan mempengaruhi aktivitas yang dilakukan anak. Anak broken home yang mengalami gangguan kondisi mental umumnya akan merasa depresi, sehingga mengubah pola hidup mereka, misalnya menjadi lebih banyak makan. Inilah mengapa anak-anak dari orang tua yang bercerai memiliki resiko untuk terkena obesitas.

Check Also

Cek Apakah Jarimu Bengkok , Dan Analisa Telapak Tangan (Panduan Praktis )

Tangan merupakan  bagian syaraf yang paling ujung dari tubuh manusia. Apapun itu yang terjadi pada ...

...