Home / Artikel Kesehatan / Makan Larut Malam Dapat Menaikkan Berat Badan, Tapi Bagaimana Jika Anda Benar-benar Lapar?

Makan Larut Malam Dapat Menaikkan Berat Badan, Tapi Bagaimana Jika Anda Benar-benar Lapar?

Anda baru saja merangkak ke tempat tidur…dan tiba-tiba lapar melanda. Anda tahu bahwa makan larut malam bukanlah hal yang bagus untuk perut maupun tidur Anda. Jadi, haruskah Anda mengabaikan keinginan itu? Atau sekedar ngemil makanan ringan? Dan jika demikian, makanan ringan seperti apa yang baik untuk Anda? Berikut ini adalah saran mengenai apa yang harus dilakukan bila lapar menyerang di tengah malam.

1. Ketahui, Apakah Anda Betul-betul Lapar?
Anda harus mengetahui apakah Anda benar-benar membutuhkan makanan, atau mengalami ‘kelaparan palsu’ yang dipicu oleh kebiasaan atau kecemasan. Untuk mengetahui hal itu, tanyakan pada tubuh Anda: apakah ada tanda-tanda fisik bahwa Anda lapar, semisal perut menggeram atau keroncongan? Kapan terakhir Anda makan, dan apa yang Anda makan saat itu?

Bagi kebanyakan orang, makanan yang seimbang (seperti sayuran ditambah protein, lemak, dan sedikit karbohidrat) wajarnya meninggalkan rasa kenyang selama sekitar 4 jam. Jadi, jika Anda makan malam dengan porsi benar kurang dari 4 jam yang lalu, Anda tidak memiliki gejala kelaparan sesungguhnya, melainkan kelaparan jadi-jadian.

Jika keinginan Anda didorog oleh kebiasaan (misalnya, mungkin Anda terbiasa ngemil sambil nonton film sebelum tidur), perbaiki rutinitas Anda itu. Coba lakukan hal lain selain ngemil sebelum tidur.

Jika rasa lapar Anda dipicu oleh emosi (seperti stres, marah, atau cemas), pilih cara lain untuk menenangkan diri sendiri selain makan. Misal, menuliskan perasaan Anda.

Makan di saat Anda tidak benar-benar lapar secara fisik itu seperti memakai sweater ketika Anda tidak sedang demam: sama sekali tidak membantu, hanya membuat Anda merasa lebih nyaman. Lebih jauh lagi, kalau hal ini menjadi kebiasaan, maka badan Anda bisa mengalami kenaikan berat badan.

2. Harus Pandai-pandai Ngemil
Katakanlah Anda berpikir bahwa malam itu, Anda memang lapar sungguhan secara fisik. Sekarang, coba nilailah seberapa lapar Anda merasa. Apakah sebenarnya Anda hanya peru sedikit gigitan untuk mengisi perut? Jika demikian, seperempat cangkir kacang-kacangan barangkali bisa membantu. Protein, lemak baik, dan serat yang dikandungnya dapat membuat perut terasa kenyang. Terlebih lagi, sebanyak 30% dari kalori dalam kacang tidak dicerna, yang mana berarti kalori kacang yang ada dalam tubuh tiga kali lebih rendah dari apa yang tertera pada bungkusnya. Hal ini tentu ideal, sebab waktu tidur rata-rata adalah 7 sampai 8 jam.

Selain kacang-kacangan, buah-buahan bisa menjadi penawar rasa lapar yang datang larut malam. Kiwi adalah pilihan terbaik untuk hal itu. Sebuah penelitian di Jurnal Asia Pasifik dari Clinical Nutriotion menemumkan bahwa pria dan wanita yang makan dua buah kiwi satu jam sebelum tidur, dapat terlelap 35% lebih cepat, tidur lebih nyenyak, dan mengalami peningkatan total waktu tidur sebesar 13,4%, dibanding yang tidak makan kiwi.

3. Pikirkan Kembali Makan Malam Anda
Jika Anda begitu lapar sehingga kacang-kacangan dan buah-buahan tidak bisa mengatasinya, Anda mungkin punya masalah dengan menu atau pola makan Anda. Beberapa orang tidak makan porsi makanan yang cukup saat makan malam, dan kemudian mengalami kesulitan tidur gara-gara lapar. Untuk makan malam yang sehat dan mengenyangkan, jadikan sayuran sebagai bagian besar dari menu makan malam Anda. Tambahkan pula protein dan seafood, daging ayam, telur, atau kacang-kacangan. Tak lupa pula lemak baik, layaknya alpukat. Ambil porsi kecil untuk makanan karbohidrat, seperti nasi, pasta, atau kentang.

Bonus: menu makan seimbang semacam itu ternyata mampu membantu Anda tidur lebih nyenyak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan terlalu sedikit serat serta terlalu banyak gula dan lemak jenuh dapat mengganggu tidur Anda, sementara makan makanan yang berserat tinggi akan membuat tidur Anda lebih lelap.

Check Also

Mendiagnosa Penyakit Pasien Melalui Wajah

Berikut ini sebuah tulisan Dari Mookil Nam, Seorang Ahli Pengobatan Tradisonal Korea ,dalam bukunya berjudul ...

...