Home / Berita / Ontlametse Phalatse, Wanita ‘Tua’ Pengidap Progeria Syndrome Asal Afrika Selatan Meninggal Dunia di Usia 18 Tahun

Ontlametse Phalatse, Wanita ‘Tua’ Pengidap Progeria Syndrome Asal Afrika Selatan Meninggal Dunia di Usia 18 Tahun

Dilansir oleh BBC News, seorang wanita yang selama ini telah merebut banyak perhatian dari orang Afrika Selatan, Ontlametse Phalatse, mengakhiri perjuangannya melawan sindrom progeria dan beristirahat dengan tenang di usianya yang ke-18.

Dokter sempat memvonis bahwa Ontlametse tidak akan hidup sampai melewati umur 14 tahun, namun nyatanya kegigihan wanita tersebut membuktikan bahwa ia bisa bertahan hidup untuk beberapa tahun lebih lama dengan penyakit Hutchinson-Gilford progeria syndrome itu.

Hutchinson-Gilford progeria syndrome adalah sebuah kondisi genetik yang ditandai dengan terjadinya penuaan dini secara dramatis dan cepat pada usia kanak-kanak. Anak yang mengidap sindrom progeria biasanya terlihat normal saat lahir dan pada awal masa bayi. Kemudian, penderita sindrom ini akan tumbuh lebih lambat dan berat badan tidak akan bertambah seperti anak-anak pada umumnya. Penyakit ini tergolong langka, karena hanya mempengaruhi 1 dari 4 juta orang. Orang tua yang memiliki anak dengan progeria, memiliki kesempatan 2-3% memiliki anak lain dengan kondisi harapan hidup sama, rata-rata sekitar 13 tahun.

Sayangnya, belum ada obat yang dapat menyembuhkan Hutchinson-Gilford progeria syndrome ini. Sehingga sang penderita, seperti Ontlametse, harus benar-benar berjuang sendiri untuk melawan sakitnya.

Presiden Jacob Zuma adalah salah satu orang yang menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga besar himpunan anak-anak berkebutuhan khusus di Afrika Selatan. Ontlametse dikenal sebagai “First Lady” oleh teman-teman dan keluarga di sekitarnya. Orang-orang menjuluki Ontlametse sebagai “Champion of Positivity” karena kekuatan dan kegigihannya.

Dalam penghargaan tersebut, keluarganya menulis: “Kami akan merindukanmu sangat, Tsontso, wanita pertama kami. Semoga kaumenemukan kedamaian abadi di antara para malaikat. Rest in Peace…”.

Ontlametse memperoleh nama “First Lady” alias “Wanita Pertama” itu karena ia adalah wanita kulit hitam pertama di Afrika yang mengidap Progeria Syndrome. Ontlametse mengajarkan bahwa kita harus mencintai kehidupan, dengan penuh rasa syukur, dan tanpa berpikir untuk dilahirkan kembali sebagai orang lain. Inilah mengapa wanita tangguh itu akan senantiasa diingat oleh seluruh penjuru Afrika Selatan, bahkan dunia.

Kisah hidup Nona Phalatse  memotivasi banyak orang untuk melanjutkan kehidupan mereka. Dengan begitu mudahnya ia menyentuh hati banyak orang Afrika Selatan. Negara telah turut serta berbagi momen spesial dan menjadi bagian dari kisah hidup Ontlametse. Seperti ulang tahunnya yang ke-16, pesta kelulusan sekolah, dan bahkan baru-baru ini, pesta ulang tahun ke-18 wantia itu dihabiskan bersama Presiden Jacob Zuma.

Ontlametse meninggal dikelilingi oleh cinta dan kasih dari banyak orang.

Presiden Zuma memimpin seluruh warga Afrika Selatan mengheningkan cipta selama satu menit untuk Ontlametse Phalatse.

Seorang pejuang muda yang pemberani telah gugur. Semoga rohnya menginspirasi semua orang lain yang hidup dengan cacat atau menghadapi kesulitan, untuk selalu menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Kami benar-benar bangga kepadanya,” kata Presiden Afrika Selatan tersebut dalam sebuah kesempatan.

Check Also

Dokter Asal Jepang yang Berumur 105 Tahun Ini Mempunyai Kiat Khusus Agar Tetap Sehat

Dokter Asal Jepang yang Berumur 105 Tahun Ini Mempunyai Kiat Khusus Agar Tetap Sehat

Forever young …. i wanna be forever young… hehe ada yang tau lagu ini gak ...

...