Home / Artikel Kesehatan / Pagi, Siang, Sore, Malam… Kapan Waktu Terbaik Untuk Berolahraga?

Pagi, Siang, Sore, Malam… Kapan Waktu Terbaik Untuk Berolahraga?

Setiap pagi, ketika Anda berangkat kerja, Anda menjumpai banyak orang sedang jogging di jalanan demi membangkitkan semangat menjalani hari. Di sisi lain, ketika Anda sedang istirahat kerja, beberapa orang melakukan latihan-latihan berat pada siang bolong bahkan hingga sore. Pulang kerja, Anda bertemu lagi dengan orang yang sedang lari-lari mengitari perumahan pada malam hari.

Kebetulan besok hari libur dan melihat orang-orang yang Anda temui seharian ini, Anda jadi berkeinginan untuk berolahraga juga. Namun, sebuah pertanyaan mengganggu: “Kapan, ya, waktu yang paling tepat untuk berolahraga? Pagi waktu udara masih segar? Siang di bawah terik yang mengundang keringat? Atau malam di saat udara terasa dingin menggigit?”

Kabar gembira, artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda!

Nyatanya, tidak ada bukti yang kuat bahwa kalori dalam tubuh dapat terbakar lebih efisien pada waktu-waktu tertentu. Namun, kapan waktu Anda berolahraga bisa mempengaruhi bagaimana perasaan Anda saat melakukannya.

Yang terpenting, kata ahli, adalah menentukan waktu yang tepat dalam satu hari, sehingga olahraga bisa menjadi kebiasaan Anda. Bukan sesuatu yang dilakukan sesekali, bila sempat, atau bahkan sekedar iseng saja.

Biological Clock atau Jam Biologis

Jam biologis adalah jam internal dalam tubuh Anda, mirip jam betulan. Jam ini menjadwalkan kapan tubuh Anda menuntut untuk tidur dan kapan tubuh Anda harus bangun. Maka, Anda harus menyesuaikan waktu olahraga dengan jam biologis Anda. Jika Anda memang terbiasa bangun pagi, maka Anda bisa melakukan jogging atau latihan di pagi hari. Hal yang sama juga berlaku apabila Anda terbiasa begadang di malam hari dan bangun lebih siang.

Pergantian zona waktu pun tidak akan membawa banyak perubahan. Misal, Anda tinggal di Indonesia kemudian pergi ke Amerika yang beda. Settingan jam internal Anda pun akan tetap mengikuti waktu siang dan malam Indonesia. Sehingga tak mengherankan bila di Amerika sedang malam, Anda tidak merasa ngantuk karena di waktu yang sama, di Indonesia masih siang.

Inilah mengapa, para atlet yang hendak mengikuti turnamen di luar negeri mesti dibawa ke sana beberapa bulan sebelumnya. Yaitu untuk menyesuaikan jam biologis mereka (dan jadwal berlatih) dengan waktu di negara yang dituju.

Intensitas Olahraga

Selain jam internal dalam tubuh, Anda juga harus menyesuaikan intensitas berolahraga pada waktu tertentu dalam sehari.

Ambil contoh, pada pagi hari udara masih segar dan sinar matahari masih hangat, sehingga berlari sejauh 3 km atau senam aerobik selama 2 jam pun Anda tidak akan merasakan lelah yang amat sangat. Namun, di sisi lain, jika Anda berolahraga di siang bolong ketika matahari sedang berada tepat di atas ubun-ubun, berlari sejauh 3 km atau senam selama 2 jam penuh, Anda akan mengeluarkan banyak keringat dan merasa lebih cepat lelah.

Oleh karena itu, Anda harus pandai menentukan waktu dan intensitas latihan yang bisa ditanggung oleh keadaan fisik Anda. Kalau tidak, olahraga bukannya menyehatkan malah menjadi beban bagi badan.

Kunci Terpenting: Teratur

Terakhir, jangan olahraga setengah-setengah!

Jika Anda berolahraga dengan setengah-setengah, hasil yang didapat pun juga setengah-setengah. Waktu melakukan olahraga tidak begitu berpengaruh. Yang paling penting adalah menjadikan olahraga sebagai kebutuh sekaligus rutinitas sehari-hari.

Tips lain:

Jangan melakukan aktivitas olahraga langsung setelah makan, itu hal yang salah. Makanlah 3 jam sebelum berolahraga agar kerja tubuh tidak menjadi berat.

Selamat berolahraga!

Semoga bermanfaat.

Check Also

Cek Apakah Jarimu Bengkok , Dan Analisa Telapak Tangan (Panduan Praktis )

Tangan merupakan  bagian syaraf yang paling ujung dari tubuh manusia. Apapun itu yang terjadi pada ...

...