Home / Artikel Kesehatan / Tahukah Anda mengapa Thawaf Berlawanan Arah Jarum Jam?

Tahukah Anda mengapa Thawaf Berlawanan Arah Jarum Jam?

Tahukah Anda mengapa Tawaf di sekitar Ka’bah  berlawanan arah jarum jam atau “Anticlockwise”?
Ilmu Pengetahuan Modern telah membuktikan banyak hal yang menegaskan pentingnya Tawaaf di sekitar Ka’bah berputar melawan arah jarum jam atau “Anticlockwise.”

1) Darah di dalam tubuh manusia memulai peredarannya mengikuti arah berlawanan dengan jarum jam “Anticlockwise”
2) Elektron atom berputar mengelilingi nukleusnya dengan cara yang sama seperti membuat Tawaf, dengan arah berlawanan arah jarum jam. Dengan mempertimbangkan bola dunia (bumi) secara keseluruhan, Anda akan temukan bahwa:
3) bahwa bulan berputar mengelilingi bumi berlawanan arah jarum jam.
4) Bumi berputar mengelilingi porosnya sendiri dengan arah berlawanan arah jarum jam.
5) Bumi berputar mengelilingi matahari secara berlawanan arah jarum jam.
6) Planet-planet dari Tata Surya berputar mengelilingi matahari secara berlawanan arah jarum jam.
7) Matahari bersama dengan keseluruhan orbit tata surya di galaksi dengan arah berlawanan arah jarum jam.
8) Semua galaksi mengorbit dalam ruang dengan arah berlawanan arah jarum jam.

Itulah: Ketika kita berputar mengelilingi Ka’bah kita mengorbit ke arah yang sama seperti seluruh alam semesta. Bergerak menghadap Allah dalam satu arah. Takbir kepada  Allah dalam satu arah. Dan semua ciptaan Allah dari partikel terkecil, ke galaksi terbesar. , Bersama dengan umat manusia bersatu dalam memuji Allah.

mengapa Tawaf (mengelilingi ka’bah), harus berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Alasan yang saya temukan diberbagai sumber buku adalah karena hal itu mengikuti apa yang telah dilakukan oleh nabi-nabi terdahulu. Tentu ini tidak menjawab apa yang saya maksudkan. Saya ingin tahu, kenapa arahnya seperti itu, koq tidak searah jarum jam aja misalnya.

Ketika mempelajari ilmu-ilmu sains (fisika, kimia dan geografi alam semesta), ada fenomena-fenomena menarik yang saya cermati. Berdasarkan penelitian, ternyata setiap benda terdiri dari unsur-unsur terkecil yang disebut atom. Atom itu sendiri terdiri dari inti atom (proton dan neutron) dan elektron-elektron yang mengelilinginya. Yang menarik adalah arah putarnya ternyata.. berlawanan dengan arah putar jarum jam! Atau secara dua dimensi dari kanan ke kiri. Fenomena ini mengingatkan lagi soal pertanyataan arah putaran tawaf dan arah bacaan Kitab Suci.

Fenomena menarik kembali ditunjukkan dalam ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pergerakan benda-benda angkasa seperti bulan, bumi, matahari, planet-planet, komet, hingga galaxi. Kita semua pasti tahu, gerak semu matahari adalah dari Timur ke Barat. Dalam 2 dimensi, arah mata angin biasanya menunjukkan Timur ada disebelah kanan, Barat disebelah kiri, Utara di atas dan Selatan di bawah. Jadi, gerakan semu matahari adalah dari kanan ke kiri.

Bulan adalah satelit bumi. Bagaimana arah putarnya mengelilingi bumi? Ternyata juga berlawanan dengan arah putar jarum jam. Demikian juga gerakan bumi dan planet-planet mengelilingi matahari, berlawanan dengan arah putar jarum jam. Matahari pun ternyata tidak diam, ia berputar mengelilingi pusat galaxi dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam. Meski orbitnya sangat lonjong, komet pun memiliki arah putar mengelilingi matahari berlawanan dengan jarum jam. Yang terakhir adalah galaxi-galaxi yang bertebaran di jagat raya, ternyata masing-masing juga berputar pada porosnya dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam. Sungguh menakjubkan.

Albert Einstein pernah mengatakan bahwa Tuhan tidak suka ‘berjudi’. Maksudnya Tuhan merencanakan segala sesuatunya secara detail dengan perhitungan, tidak secara acak. Jadi, fenomena-fenomena yang diilustrasikan di atas, jelas bukan sebuah kebetulan. Pesannya sangat jelas, yakni bahwa Tuhan ingin menunjukan ke-eksistensinya. Ternyata semua sistem di alam semesta ini, mulai dari yang super mikro hingga yang maha makro, dikendalikan oleh Zat Tunggal yang Maha Besar, yaitu Tuhan.

Adapun putaran thawaf yang berlawanan dengan arah jarum jam mengandung hikmah menapaki dan merenungkan waktu yang telah dilaluinya, apakah waktu yang kita lewati diisi dengan hal poistif atau negative?. Ini sesuai dengan anjuran Allah SWT yang berfirman: “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” (QS. Al-Hasyr: 18)

Jadi, sekarang kita bisa mengerti, kenapa arah bacaan Kitab Suci (Al-Quran) adalah dari kanan ke kiri, juga arah tawaf yang mengelilingi ka’bah harus berlawanan dengan arah putar jarum jam. Jawabannya tentu ingin menyelaraskan dengan pergerakan (sebagai bentuk ibadah) komponen-komponen atau anggota-anggota sistem di alam semesta ini, yang tunduk dan patuh atas perintah Sang Penguasa Jagad Raya, Allah Maha Esa.

Check Also

Kupas Tuntas Pemakaian Garam Untuk Meruqyah

  Berkaitan soal Garam ini  dalam buku karya ustad Musdar tambusai , berjudul Ensiklopedia jin ...

...