Home / Artikel Kesehatan / Rajin Minum Madu Efektif Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah

Rajin Minum Madu Efektif Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah

Rajin Minum Madu Efektif Meningkatkan Jumlah Sel Darah Merah

Gula putih dianggap sebagai sumber makanan yang mempunyai nilai kalori yang tinggi, sedangkan madu adalah
sumber makanan yang banyak mengandung bahan-bahan kimiawi dan biologi yang sangat penting, di antaranya adalah ”
Asam folat yang berfungsi memperbaiki darah dan menambah kadar hemoglobin dalam darah. Oleh karena itu, anak-anak lebih memerlukan madu daripada gula putih.

Dr.Yurish telah mengatakan bahwa salah satu asrama anak anak telah memasukkan madu dalam daftar menu makanan mereka, dan hasilnya adalah meningkatnya hemoglobin sebanyak 13% pada salah satu dari dua bersaudara yang diberi makanan madu.

Adapun saudara kandungnya yang tidak diberi madu, jumlah hemoglobinnya hanya naik sebanyak 4% saja. Keadaan tersebut diperoleh setelah melakukan percobaan selama empat puluh hari terhadap mereka.

Campuran madu dengan berbagai jenis asam dan minyak serta bahan penting lainnya dalam madu, akan meningkatkan nafsu makan dan merangsang lebih aktif dalam proses pencernaan karena mengandung glukosa dan fruktosa.

Pada dasarnya sel darah merah memiliki fungsi utama yaitu mengkikat oksigen dan karbon dioksida, sebagai alat pengangkut , alat pertahanan tubuh, serta pengatur suhu tubuh. Agar lebih jelas lagi kita akan membahas lebih dalam apa sebenarnya fungsi sel darah merah yang ada dalam tubuh kita.

Berikut adalah Fungsi sel darah merah :

Mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh

Setelah terbentuk sel darah merah akan menyebarkan dan mengikat oksigen dari paru-paru untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Tidak hanya itu sel darah merah juga mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk kemudian dikeluarkan melalui paru-paru. Proses pengikatan ini dilakukan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut dengan oksihemoglobin (Hb+oksigen 4 Hb-oksigen). Jadi oksigen diangkut sebagai oksihemoglobin yang nantinya akan dilepaskan setelah sampai di jaringan tubuh, hal ini dilakukan terus menerus. Hingga Hb tadi akan bersenyawa juga karbon dioksida dan disebut menjadi karbon dioksida hemoglobin (Hb+karbon dioksida Hb-karbon dioksida), nantinya karbon dioksida inilah yang akan dikeluarkan oleh paru-paru. (baca : fungsi paru-paru)

Menentukan golongan darah

Sel darah merah berfungsi dalam pembentukan golongan darah pada manusia. Dalam penggolongan ini ditentukan oleh ada atau tidaknya antigen bernama aglutinogen yang ada dalam sel darah merah. Dalam sel darah merah terdapat dua antigen yang telah dikenali, yakni antigen A dan antigen B. Jadi seseorang dinyatakan bergolongan darah A, apabila sel darah merahnya terdapat antigen A dan plasma darahnya memiliki anti-B.

Menjaga sistem kekebalan tubuh

Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka Hemoglobin dalam sel darah merah akan mengeluarkan radikal bebas yang mampu menghancurkan dinding dan membran sel patogen. Selain itu dapat membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri ini biasanya disebut dengan mebran sel patogen. (baca : cara memelihara kesehatan rangka tubuh manusia)

Membantu pelebaran pembuluh darah

Sel darah merah akan melepaskan senyawa S-nitrosothiol yakni pada saat hemoglobin terdeoksigenasi, sehingga pembuluh darah akan melebar dan akan melancarkan arus darah agar segera menuju ke jaringan tubuh yang kekurangan oksigen.

Pengatur suhu tubuh

Darah yang beredar ke seluruh tubuh mengangkut oksigen untuk keperluan oksidasi. Melalui proses oksidasi dihasilkan energi lain dalam bentuk panas. Panas yang dihasilkan dari proses oksidasi digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh manusia yaitu kira-kira 37 derajat Celcius. Pada saat suhu udara panas, darah dan pembuluh darah dalam dikulit akan memindahkan panas ke udara disekitarnya, sehingga suhu tubuh tidak akan terus mengalami peningkatan.

Mengangkut karbon dioksida

Sel darah merah juga berfungsi untuk mengangkut karbon dioksida dari jaringan dan sel akibat proses metabolisme dan gas lainnya yang mampu terikat pada hemoglobin menuju tempat pembuangan atau penampungannya seperti paru-paru dan lainnya.

Penggunaan Dosis Madu

Dr.Yurish mengatakan bahwa penggunaan madu dengan cara melarutkan ke dalam air hangat adalah cara pengobatan yang paling baik. Karena ‘tubuh orang yang sakit akan mudah menyerap kandungannya dan akan cepat masuk ke dalam aliran darah untuk dibawa ke dalam jaringan dan sel-sel tubuh.

Menurut penelitian, sebaiknya penggunaan dosis madu untuk orang dewasa sebanyak 100 gram sampai dengan 200 gram setiap hari dan cara pengambilannya sebagai berikut ;
30-60 gram waktu pagi
40-80 gram waktu siang
30-60 gram waktu malam
Konsumsi madu hendaklah dilakukan setengah jam sebelum makan dan  atau setelah 2-3 jam setelah makan.
Anak anak cukup satu sendok teh sekitar 30 gram setiap hari selama 2 bulan selama pengobatan dan kontinyu

sumber : Buku Rahasia Sehat Bersama Madu lebah , Mahmud Abdullah

Check Also

Terapi Penyakit Kandung Kemih Dengan Madu

Sebuah penelitian dipublikasikan oleh koran Al-Ahram, tanggal 22 Oktober 1985: Salah satu penelitian untuk menguji ...

...