Home / Artikel Kesehatan / Ganti Gula Anda Dengan Madu Untuk Cegah Diabetes

Ganti Gula Anda Dengan Madu Untuk Cegah Diabetes

Madu Sejak dahulu Kala Dikenal sebagai Pemanis

Manusia sudah mengenal madu sejak zaman dahulu. Minuman yang diproduksi oleh lebah dari nektar ini, sejak ribuan tahun yang lalu menjadi bahan pemanis alamiah yang menyuplai energi, serta memberikan kekuatan dan Vitalitas. Hingga akhirnya muncullah peradaban baru yang mengubah segalanya dan semua mengikuti perubahan ini, termasuk madu yang mulai ditinggalkan. Orang mulai Inembuat jenis-jenis gula yang baru. Mereka memakainya secara luaS dan umum sebagai ganti dari madu. Sejak saat itu, muncullah berbagai Penyakit-penyakit pencernaan dan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan darah dalam jumlah yang sangat banyak.

Marilah kita kembali bandingkan madu dengan gula lainnya, misalnya gula tebu yang sudah biasa kita gunakan. Sebagaimana diketahui, gula tebu itu adalah gula rangkap atau disakarida, maksudnya setiap bagian darinya mengandung dua gula tunggal.  Tubuh kita tidak memerlukan gula rangkap kecuali sesudah diubah menjadi gula tunggal.

Gula tebu memerlukan proses kimiawi yang berlangsung di dalam usus dengan bantuan enzim untuk mengubahnya menjadi gula tunggal (monosakarida). Sedangkan madu tidak memerlukan semua proses itu karena sudah berubah saat masih berada dalam tubuh lebah, yaitu dengan adanya proses sekresi kelenjar ludah lebah menjadi gula-gula tunggal glukosa dan fruktosa.

Begitulah, lebah telah mencerna madu dengan sempurna untuk kita. Padahal prosese ini sangat penting bagi orang-orang yang terkena penyakit lemah pencernaan, terutama pada anak-anak.

Madu lebah, sebagaimana yang dikukuhkan oleh Dr. Heiger, merupakan bahan karbohidrat lengkap yang paling cepat diserap oleh tubuh manusia. Sehingga energi yang dihasilkan darinya lebih cepat daripada yang dihasilkan dari tepung dan gula, lagipula tanpa harus melelahkan alat pencernaan. Tidak mengherankan jika para dokter banyak yang menyarankan agar kita menghindari gula buatan dan kita didorong untuk mengonsumsi madu lebah sebagai penggantinya.

Peranan Pankreas Dalam tubuh.

Pankreas bekerja mengeluarkan enzim khusus untuk mengubah ula-gula buatan itu menjadi glikogen sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh ketika diperlukan. Apabila jumlah gula buatan yang dikonsumsi manusia bertambah maka itu menyebabkan beratnya kerj a pankreas. Jika kondisi seperti ini berlanjut, dapat mengakibatkan £erjadinya penyakit kencing manis, penyakit yang berdampak buruk I,ada ginjal dan peredaran darah. Sisa gula yang tidak dapat dicernal berubah menjadi bahan beracun dalam tubuh yang menyebabkan orang merasa kelelahan.

Dari sinilah tampak jelas pentingnya madu sebagai makanan, karena kandungan gula tunggalnya tidak memerlukan proses oksidasi di dalam sistem pencernaan, bahkan tubuh dapat mengonsumsinya secara langsung.

Sesudah melakukan serangkaian percobaan, Dr. Frederick Grant Banting, sang penemu insulin, pada tahun 1929 mengingatkan masyarakat, “Tersebar luasnya penyakit kencing manis itu berkaitan erat dengan jumlah gula tebu yang dikonsumsi setiap orang dalam setahun.” Sejak saat itu, para dokter mulai menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula buatan dan kembali mengonsumsi madu lebah.

Rasa manis yang terdapat pada madu itu dua kali lipat rasa manis pada gula biasa. Rasa manis madu itu dihasilkan dari gula buah atau fruktosa, dan bukan berasal dari gula sukrosa (gula tebu). Dampak buruk fruktosa terhadap penderita kencing manis lebih kecil daripada gula biasa, padahal rasa manisnya dua kali lipat gula biasa. Oleh karenanya, madu secara umum lebih baik daripada gula biasa. Disamping itu, madu juga tidak menyebabkan disfungsi selaput saluran hencernaan yang tipis.

sumber : Ensiklopedia Pengobatan islam , Sya’ban Ahmad Salim

Check Also

Mendiagnosa Penyakit Pasien Melalui Wajah

Berikut ini sebuah tulisan Dari Mookil Nam, Seorang Ahli Pengobatan Tradisonal Korea ,dalam bukunya berjudul ...

...